
Karena sedang nggak tugas aku pun pergi bersama Rio ke mall.
"Gimana jadi polisi? " tanya Rio.
"Yahhh baik".
" Oya sejak kapan lo kenal gadis yang namanya Dita? " tanyaku.
"Ahhmmm udah lama, kenapa?, suka? " tanyanya ceplas ceplos.
"Hapahh suka?, nggak lah".
Rio sedikit cerita kalau Dita pernah berkerja jadi tukang cuci dirumahnya sementara, krna kala itu orang tuanya belum mendapatkan pembantu.
"Kenapa gak dilanjutin? " tanyaku.
"Nggak bisa dia ada adeknya dirumah, orang tuanya udah lama meninggal makannya dia gk bisa full kerja" ucap Rio.
"pantes aja adeknya sedih pas ku tanya dimana orang tuanya" gumam ku dalam hati.
pov Dita
"Tawaran apa? " tanyaku pada pak Pohan.
"Jadi badut, sembari membagikan selembaran" ujarnya.
"Haaah,mana bisa?, aku kan nggak ada bakat buat kayagitu pak".
Pak Pohan menawarkan pekerjaan padaku menjadi badut perjam 50 , hmmm lumayan sih tapi aku kan nggk PD tapi teringat adikku kemarin membayar uang gedung sekolah aku pun menerimanya, uang gedung adikku sudah 5 bulan belum terbayar yang harus dibayar 1jt, mau nggk mau aku harus bisa melakukannya.
"khmm ok lah mulai besok aja pak" ujarku.
Jam 22.00 aku pun pulang.
pov yudha
"lampu merah selalu jadi penghambat jalan ya bro, mana lama banget lagi" ujar Rio.
"Haaha ya iya tapi kan kita harus patuh lalu lintas juga" ujarku.
"Kulihat beberapa kendaraan motor terhenti krna lampu merah, yang tak terkecuali motor
__ADS_1
Vario hitam, kayaknya nggak asing! " gumam ku.
"Sesampainya dirumah aku masih kepikiran Dita gadis itu, bagaimana mungkin diusianya yang masih muda melakoni banyak pekerjaan dalam waktu sehari, bener2 nggak habis pikir" gumam ku.
"Assalamualaikum".
" Wa'alaikumsalam ".
"loh ko belum tidur" tanyaku pada marwah.
"belum ngantuk kak, marwah bikinin teh ya" ujarnya.
"oke".
Tak lama kemudian adikku datang membawa segelas teh ditangannya.
"Uhh makasih ya, oya abang udah tidur? " tanyaku.
"Udah kak dari tadi" ujarnya.
"Oya kak uangnya udah ada kan kak? " tanya Marwah.
"Tunggu kaka dpet uang lagi ya soalnya kurang dikit banget, besok insyaallah kaka ada orderan pkerjaan lain doa in kaka ya smoga lancar" ujarku menatap marwah sembari memberikan pengertian.
" Aminnnn amin amin yaudah kamu istirahat ya udah malem" ujarku.
"Iya kak" ujarnya.
Pagi hari rasanya cepet banget, huph aku menatap cahaya dibalik jendela yang kubuka ada beberapa anak burung berterbangan kesana kemari, aku jadi teringat polisi itu "Khmmmm mana mungkin seorang Dita Ismawari lupa begitu aja dengan parasnya yang ganteng, cool itu, khmmmmmm apa hari ini aku bisa ketemu pak Yutda lagi? " gumam ku.
Karena jam menujukan pukul setengah 7 akupun segera bersiap2 mengantarkan marwah adikku, juga tidak lupa memberikan sarapan dan beberapa cemilan untuk kakakku.
"Ka kalau mau main jangan jauh2 ya, oya aku ada cemilan kesukaan kaka tadi malem aku kebetulan lewat jadi sekalian beli" ujarku menyodorkan kotak berisi kripik buah apel".
Entah kenapa abangku selalu menangis saat aku memberinya sesuatu,mungkin karena dia sedih akan keadaannya.
Abangku memeluk kami berdua, tak terasa kami berderai air mata, mungkin abangku kangen sama alm ibu dan ayah.
"Kenapa kak?, apa kaka sedih? " tanyaku.
(mengangguk) tanda iya.
__ADS_1
"Apa kakak kangen sama alm ayah dan ibu? " tanyaku lagi.
Kakakku mengangguk lagi "Yaudah besok kita ke makam ya ka, udah jangan nangis lagi, oya nanti katanya ada lomba loh kak, kalau mau nonton sama adek ya" ujarku.
Karena kakaku sudah mulai tersenyum aku pun bergegas mengantar marwah kesekolah, kulihat sekeliling jalan tampaknya rame ya maklum jalan yang kulalui memang terbilang cukup padat,kulewati beberapa ruko tak terlewat juga kantor polisi.
"Khmmm kenapa ya sejak kejadian itu wajah pak Yutda terngiang ngiang terus, astagah membuatku gila aja" gumam ku.
Tak lama kemudian kami pun sampai disekolah, marwah meninggalkanku di pintu gerbang,aku pun segera menancap gas melakoni pekerjaan sebelum keburu siang.
"Pagi pak Ferry" sapaku.
Pak Ferry adalah seorang guru yang pensiun dan sekarang membuka warung makan yang hanya buka dari jam setengah 8 sampai jam 1 siang.
"Ehh Dita kemana aja lama nggak kesini? " tanyanya.
"Biasa pak sibuk heheh" balas ku.
"Yaudah bantuin bapak dulu aja, bapak ada pesenan" ujarnya.
"Oke2".
Kayaknya pesenan pak Ferry banyak, banyak banget kotak makan yang udah dibentuk.
" Mana ibu pak? " tanyaku.
"Ibu tadi beli buah buat pelengkap".
Tak lama kemudian Bu Ferry pun datang, aku pun menyambutnya krna banyak banget barang yang diteng tengnya.
" Sini bu Dita bawain" ujarku.
" Ehhh kamu Dita, iya2 makasi" ujarnya.
Aku pun mengambil air minum.
"Minum dulu bu".
"iya makasih, kamu kok lama banget Dit kemana aja? " tanya bu Ferry.
"Sibuk bu heheh" ujarku.
__ADS_1
"Huhuhu dasar, kalau nggak ada kerjaan kesini aja Dit bantu ibu" ujarnya.
"Iya bu".