
"Loh tante Stevi kemana budhe? ".
" Udah pergi ".
" Yaaah katanya mau main sama Nadhira kok pergi sih nggak asik deh".
"Yaudah main sama budhe yok"..
POV Yutda & Rasya
"Yut ada yang nyariin tuh katanya calon istri lu" ujar Robby.
"Haah?, ahh itu pasti Ditong!" gumamku.
Setelah kulihat ternyata Stevi.
"Ehh lo Vi, ada apaan? " tanyaku.
"Kita makan siang bareng yuk Yut" ajaknya.
"Makan?, duhh maaf ya Vi, aku nggak bisa" ujarku.
Kulihat Stevi sangat kecewa, akhirnya aku pun mau, yah padahal aku mau nyamperin Dita, tapi nggakpp lah tar aku kasih tau.
"Yaudah pake mobil aku aja yah" ujarnya.
"Yah".
Tak lama kemudian kamipun sampai direstoran mahal.
" Kok diliatin aja sih dimakan dong? " ujarnya.
"Ohh ya aku boleh nggak ngomong sesuatu ke kamu? " ujarnya .
__ADS_1
"Apa? " tanyaku.
"Kenapa sih mas Yutda nggak nrima perjodohan itu? " tanyanya.
"Ohh jadi ini maksudnya" gumamku.
"Yah kan aku udah bilang, kalau aku udah ada yang punya, lagipula aku udah anggap kamu sebagai adik nggak lebih" ujarku.
"Tapi mas!, aku tuh nggak mau kamu jadi jauh dari aku, dari dulu kita kan bareng2" ujarnya.
"Duh Stev, maaf yah aku nggak bisa! " ujarku.
"Dasar mas nggak punya hati!, aku tau siapa pacarmu yang cuma seorang gadis kampung, yang miskin yang bisanya cuma morotin kamu doang mas! " ujarku mencoba menghasut.
"Hupph sabar Yutda, sabar jangan sampai kamu salah ucap, nanti akan berimbas dengan jabatanku sekarang ini, aku nggak mau membuat nama baik kepolisian tercoreng apalagi ini tempat umum,aku harus lebih bijak menghadapi gadis keras kepala ini.
" Jawab Yut, apa ini balasan kamu selama ini ke aku?, aku tuh cinta sama kamu Yut, aku nggak mau kamu sama yang lain, apalagi kita udah kenal dari lama, kenapa kamu lebih milih gadis miskin itu? " ujar Stevi meledak2.
Yang membuat semua orang melihat kearah kami, sudah pasti mereka mengkritik yang bukan2.
Kalau aku mau, aku bisa saja membongkar borok wanita yang sedang dihadapanku ini, tapi aku tidak mau, ini demi citra baik kepolisian.
"Yaudah aku minta maaf yah, kedepannya akan lebih baik lagi, dan untuk semuanya yang mungkin mendengar pertengkaran ini saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya ini" ujarku.
Aku pun segera mengajak Stevi pergi.
"Gila kamu yah, marah2 didepan umum, aku kan udah bilang kalau aku udah ada yang punya apa iya harus itu yang kamu lakuin? " tanyaku kesal.
"Kalau iya kenapa?, aku nggak trima yah perjodohan itu ditolak mentah-mentah, kenapa nggak bilang dari awal? " tanyanya.
"Mana saya tau!, setelah ini jangan datang membuat saya malu" ujarku.
Akupun keluar dari mobil dan meninggalkan Stevi.
__ADS_1
"Heh awas kamu ya, aku akan membuat perhitungan sama kamu juga sama gadis miskin yang kampungan itu! ".
Rasya
" Dit hari ini lanjut kerumah bapak yah, bantu dekor2".
"Wuaah ada acara apaan? ".
" Acara tasyakuran " ujarnya.
Oke2, akupun bergegas meluncur kerumah pak Ferry selesai mengantarkan pesana
" Loh kok disini Dit? " tanyaku pada Dita.
"Kak Rasya nggak tugas? " tanyanya.
"Nggak minggu depan".
" Kemana kak? ".
" Ke NTT".
"Wuaaah jauh amat,oya kak Rasya kok bisa dirumahnya pak Ferry?" tanyaku.
"Ya bisa lah, ini rumah Om tante aku".
Tak lama kemudian pak Ferry dan bu Ferry pun datang menyusul.
" Kenalin Dit, ini keponakan bapak namanya Rasya".
"Udah kenal Om" ujarku.
"Hahhh udah kenal? " tanya bu Ferry.
__ADS_1
"Iya Pak, bu, aku baru tau kalau kak Rasya ternyata keponakan bapak sama ibu" ujarku bingung.