Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Rasya VS Yutda


__ADS_3

"Huuh payah" ujar Rasya mengacak acak rambutku.


Baru tau ternyata Rasya asik juga orangnya, humoris, jail pula.


"Sya apa nggak sebaiknya kembali ke markas?, ntar dihukum lagi" ujar bu Ferry.


"Nggak tante aku udah izin" ujarnya.


"Ahh gitu, sejak kapan kalian nih kenal? " tanya bu Ferry.


Belum juga kujawab ehh tiba-tiba Rasya menjawab duluan.


"Udah lama tante" balasnya sembari makan donat.


"Aaahhhh kok nggak bilang2, kamu juga Dit" ujar Bu Ferry.


"Aaah nggak penting bu, Rasya juga nggk pernah tuh cerita soal ini" ujarku.


"Hii enak ajah".


" Yaudah Pak, bu saya pulang dulu yah sudah sore" ujarku.


"Ahh ya hati2 ini dibawa ya makanan".


" O iya makasih bu".


"Mau aku anter? " tanya Rasya.


"Anterin lah Sya! " ledek Pak Ferry.


"Mau nggak? " tanyanya lagi.


"Nggak usah aku bisa sendiri kak" balasku.

__ADS_1


"Yadah tunggu yah" ujarnya.


"Issh aku kan bawa motor sendiri" ujarku.


"Oh iya yah gak jadi deh, yaudah hati2 yah".


"Loh kenapa nggak jadi Sya? " tanya bu Ferry.


"Mau nganter tapi dah bawa motor ntar yang ada aku pulang jalan kaki lagi" ujarnya.


"Hahah oya ya lupa tante".


" Huuuu yaudah Pak, bu Dita pamit dulu ya, makasih makanannya " ujarku menyalami mereka.


"Loh kok gue dilewatin sih? " ujar Rasya.


"Yeeeee emang siapa, daaah" ujarku.


"Ya hati2 dijalan".


Tak lama kemudian akupun sampai dirumah, kulihat adikku sedang belajar dan abangku sedang memainkan game dihpku.


" Ayo makan dulu" ujarku.


"Ayo kak".


Tiba-tiba abangku menarik2 tanganku, sembari memperlihatkan chatanku dengan Pak Yutda.


" Isssh jadi kaka kepo"ujarku mengglitik pinggang kakakku yang membuatnya geli.


Tapi alih2 Marwah dan abangku malah bahagia, Marwah juga berharap suatu hari nanti Pak Yutda akan menjadi bagian dari keluarga kita.


POV Yutda

__ADS_1


"Yut, mama mau ngomong" ujarnya.


"Kenapa mah? " tanyaku.


"Tadi siang Stevi datang kerumah dia memperlihatkan foto kamu dengan Dita dipinggir jalan memakai badut, memang pekerjaan Dita itu apa sih? " tanya mamahku.


"Aduhhh ngapain juga Stevi pakai acara ngomong segala kemamah, jawab apa coba? " gumamku.


Akupun menghela nafas sebentar lalu kukeluarkan lagi.


"Jadi gini mah, mamah kan tau sendiri Dita itu nggak punya orang tua jadi dengan terpaksa Dita harus mencari uang dengan caranya sendiri apalagi diusianya sekarang Dita nggak ada ijasah tinggi untuk melamar pekerjaan" ujarku memberikan pengertian.


"Ya tapi jangan jadi badut juga dong Yut, ada cara lain, apa jadinya nanti kalau teman mamah tau pacar kamu seorang badut dipinggir jalan, astaga mau taro dimana muka mamah ini? " tanyanya.


"Addddduuhhh harus jawab apa lagi? ".


" Mah, dengerin Yutda yah, apapun profesi pekerjaan Dita entah itu badut, atau apapun itu nggak jadi masalah mah, yang penting kan halal?"ujarku.


"Iya mamah tau, tapi Yut kamu kan bisa carikan pekerjaan yang layak untuk Dita! " ujar mamahku.


"Oohhh iya ya, kenapa aku nggak kepikiran kesitu,khmmmm bener juga kata mamah" gumamku.


"Heyy kenapa diem? " tanya mamahku tegas.


"Iya mah, aku baru kepikiran itu, gimana kalau mamah coba bantuin nyari? " tanyaku.


"Kamu sebagai laki2 kalau emang serius cukup jaga dia, lindungi dia, tugas mencari pekerjaan biar mamah yang urus! " ujar mamahku memberikan solusi.


"Aaaaahhhh mamah makasih ya makasih banget mah, Yutda kira mamah berubah fikiran setelah tau pekerjaan Dita, tapi ternyata mamah emang the best deh" ujarku merangkul mamahku.


"Iya2 yaudah sana, kamu mau kerumah Dita kan? " tanya mamahku.


"Ihh mamah tau ajah" ujarku.

__ADS_1


"Bawa Nadhira dia kesepian, jangan lupa bawa beberapa makanan! " ujar mamahku.


"Ok mah siap".


__ADS_2