Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Perjuangan Dita menghidupi kedua saudaranya


__ADS_3

Cuaca hari ini panas bnget si,huph ya tuhan beri aku jalan ya Allah demi adik dan kakakku.


POV


Rio


"Aku perhatikan kamu kayanya kenal sama gadis itu?" tanya Yudha.


"kenal lah bro kenapa?" Tanyaku pada polisi yang masih berusia 24 tahun ini.


"Khmm gkpp sih".


Kembali kudiperlihatkan gadis itu lagi,dia sedang berjualan koran dan minum dipinggir jalan,akupun menatapnya dari kejauhan.


"korannya koran,koran" terdengar nyaring ditelinga suara gadis itu yang mungkin baru usia 16 tahunan itu.


"Korannya mbak".


kulihat beberapa pembeli menghampiri gadis itu,kuperhatikan kringat peluhnya yang tak pernah mengenal letih, setelah itu akupun pergi.


"Alhamdulillah dapat segini " gumamku.


Aku mencari pekerjaan lain,aku harus bisa dapat uang lebih untuk menebus tilang kemarin dan juga untuk makan.


jam 4 sore akupun bergegas pergi warung makan,namun lagi2 kudapati gadis itu lagi sedang melayani pengunjung,akupun duduk di bangku yang masih kosong dari kejauhan dia menghampiriku.


"Selamat sore pak,mau pesen apa?" tanyanya.


"Nasi campur sama es teh ya mbak" ujarku.


"Ok ditunggu".


Entah apa yang sedang kupikirkan kemarin dia jadi ojol, Siang jadi penjual koran,sore diwarung makan,apa sih sebenarnya pekerjaannya?" gumamku dalam hati penasaran.


Selesai makan,akupun pergi.


Alhamdulillah hari ini aku dapat uang lebih,aku harus pulang.


kulihat adikku sedang belajar,dan kakakku sedang nonton TV.


"Assalamualaikum" sapaku.


"Waalaikumsalam ka"sapa Marwah.


Kakakku tersenyum melihatku.


Seperti biasa aku mengajak mereka berdua makan bersama.


"Oya kak,guruku tanya uang gedung terus kak,apa Kaka udah ada uang?" tanyanya.


Deg!,inilah kenapa aku harus kerja keras demi adikku,bahkan aku sendiri nggak mampu membuat mereka bahagia,ya tuhan hatiku bener2 teriris mendengarnya.


"iya kamu tenang aja,besok Kaka usahain ya" ujarku menenangkan.


kulihat kakakku bersedih kalau mendengar tentang apapun menyangkut ekonomi kami,tapi aku berusaha untuk tegar dihadapan mereka,aku nggak mau mereka berdua sedih.


selesai makan akupun pergi menjadi Ojol semoga aja banyak orderan malam ini aminn.


"yaudah Kaka berangkat dulu yah kamu jagain kakak baik2".


"iya kak,Kaka juga hati2".


jam menunjukkan pukul setengah delapan malam, Alhamdulillah malam ini aku udah mendapatkan dua orderan,lumayan lah daripada kemarin.

__ADS_1


"Dit,adek Lo sehat?" tanya pak Pohan yang jadi ojol juga.


"Alhamdulillah baik pak,".


"Yasyukur lah,Oya ini bapak ada makan kamu bawa yah".


Pak Pohan memang baik orangnya, Alhamdulillah banget aku dikelilingi oleh orang baik.


POV PRayudha Wiratama


saat ku sedang patroli tak sengaja kulihat gadis itu lagi sedang pake baju ojol.


Wajahnya memancarkan kesedihan walaupun dia tertawa"gumam ku.


Aku pun bergegas patroli kembali.


PoV Dita


Pagi hari datang menyapaku, sebenarnya hari ini aku malesss banget bangun tapi mau gimana lagi, aku harus berjuang cari uang, kdang iri juga sama teman2 sebayaku yang seharusnya SMA kelas 2,tapi apalah daya aku nggk bisa berbuat apa2.


Pagi iniĀ  setelah mengantar adikku marwah aku berniat melunasi kemarin kekantor polisi, lagi2 kulihat polisi itu sedang apel pagi, khmmmmm aku pun duduk menunggu sebentar krna belum ada petugas.


"Ada apa dek? " tanya salah seorang polisi yang masih muda juga.


"Mbayar tilang kemarin pak! " ujarku.


"Khmmmmm tunggu yah, kenalin nama saya Robidianto" ujarnya mengulurkan tangannya padaku.


What?, baru kali ini ada laki2 mengajakku kenalan didepan umum kayak gini apalagi banyak orang yang bergelar pakpol?.


"Saya Dita pak trimakasih" ujarku menjabat tangannya.


Pov Yudha


"Ada apa dengannya disini lagi? " gumam ku lagi.


Ku melihat gadis itu dengan kawanku.


Tak lama kemudian gadis itu masuk kekantor.


Kulihat wajahnya berseri seri setelah keluar dari kantor sembari memegangi surat yang mungkin itu adalah surat yang kutahan kemarin.


Hari ini aku patroli lagi,kulihat ada anak kecil sedang kesakitan dijalan, kuhampirinya.


"Kenapa dek? " tanyaku.


"Jatuh pak ".


Kulihat memang kakinya luka2 akhirnya kuputuskan untuk mengantarnya, cukup jauh sekitar 15 menit akhirnya aku sampai dirumah sederhana.


"Ini rumah kamu? " tanyaku.


"Iya pak".


" Mana orang tuamu? ".


Aku menanyakan orang tuanya yang sedari tadi tidak muncul di muka pintu, malah bocah ini terlihat sedih, akhirnya aku tak menanyakannya lagi.


" Yaudah gkpp bapak tinggal sekarang bisa? " tanyaku.


Belum anak kecil ini menjawab terdengar suara motor dari kejauhan menghampiri rumah sederhana ini.


Aku tercengang entah ini kebetulan atau bagaimana setiap kali aku pergi bertemu gadis itu lagi.

__ADS_1


Kulihat gadis itu membawa bingkisan makanan dan membuka helm nya.


"Dia kakaku pak" ujar bocah kecil itu sembari menunjuk.


"Marwahhh kamu kenapa? " tanya gadis itu.


"Tadi marwah jatuh kak tapi gk sakit ko" ujar bocah kecil itu lagi sembari memperlihatkan luka di kakinya.


"Yaudah ade masuk dulu yah ini dimakan dulu sama kaka" ujar gadis itu.


"Iya kak".


"Maaf bapak ngapain disini? " tanyanya.


"Nganterin adek kamu, kebetulan pas saya patroli saya lihat ada anak kecil kesakitan" ujarku.


"Makasih ya pak makasih".


Entah sihir apa yang terjadi dengan diriku semakin sering ketemu aku semakin penasaran, apalagi keadaannya yang membuatku tanda tanya tentang pekerjaannya dan sekarang.


" Ya sama2, itu adek kamu? " tanyaku.


"Iya pak dia adek saya" ujarnya lagi.


"Kan saya belum tau nama mu bolehkan saya tau nama kamu? " ujarku.


"Nama saya Dita pak" ujar Gadis itu mengajak berjabat tangan.


Entah sihir apa yang membuatku bertanya namanya, rasanya malu tapi ingin tau.


"Nama saya Prayudha Wiratama" ujarku membalasnya.


"Yaudah ya saya patroli lagi" ujarku.


"Baik pak".


Setelah kulihat pak polisi itu pergi aku pun masuk kerumah, kulihat kedua saudaraku habis makan.


"Gimana bisa ketemu pak polisi de? " tanyaku.


"Dijalan kak, aku juga nggak tau tiba-tiba menghampiri marwah kak" ujarnya.


"Khmm yaudah jangan main jauh2 ya istirahat aja,dirumah sama kaka, bentar lagi kaka berangkat kerja soalnya" ujarku memperingatkan.


"Siap kak".


"Kak aku pergi dulu yah, jagain ade" ujarku berpamitan.


Kak aku pun mengangguk.


"Aku pun bergegas pergi".


Aku berangkat menuju warung makan, ya memang begini pekerjaanku nggak nentu.


Pov


Yudha


"Kenapa senyum2 sendiri kesamber petir lo? " tanya Ridwan salah seorang anggota polisi .


"Ahh nggak gua cuman penasaran sama seorang gadis" ujarku .


"Khmmm pantesan senyum2 sendiri taunya lagi ada yang kasmaran" ledek yang lain.

__ADS_1


__ADS_2