
"Loh pak Yutda?" ujarku terkejut.
"Khmmm bukannya kamu yang tempo hari ketemu saya ya" ucap pak Pohan.
Astaga iya, aku lupa, ternyata masih ingat juga bapak2 ini" gumamku.
"Heem iya Pak".
" Loh pak Pohan kenal sama pak Yutda? " tanyaku bingung.
Pak Pohan menjelaskan sempat bertemu dengan pak Yutda tempo hari, dan menanyakan tentang diriku.
"Khmmmmm jadi nak ini seorang pulisi? " tanya pak Pohan.
"Ekhm iya Pak" ujarnya tersipu.
"Ah ya sudah2 karena kalian sudah saling kenal tolong yah jaga baik2 gadis kecil ini, Dita sudah nggak punya orang tua, kasian dia harus cari uang buat kedua saudaranya" ujar pak Pohan sembari memberi nasihat.
"Ahh iya Pak makasih".
" Yaudah bapak pamit dulu, kebetulan ada orderan nitip ya, Dita bapak pamit dulu" ujarnya.
"Ya pak hati2".
Setelah pak Pohan pergi, aku jadi penasaran tentang polisi kepo ini.
pov Yutda
" Kenapa Dit ngliatin saya kayagitu? " tanyaku.
"Issh ishh jadi bapak selama ini kepo sama saya? " tanyaku.
"Hehehe" ujarku malu.
"Ngapain pak? " tanyanya.
Aku sangat mengagumi setiap langkah Dita, entah sihir apa yang membuatku terpaku dihadapannya.
"Ya nggakpp.. cuman penasaran aja kenapa emang nggk boleh? " tanyaku gengsi.
"Oya Dit, ntar sore saya main kerumah ya".
" Main? ".
__ADS_1
"Akhh iya soalnya aku pingin ketemu Abangmu, kasian kan dia nggk ada temen? " ujarku memberi alasan.
"Khmm boleh".
" Yaudah saya pamit dulu yah".
"Oke2".
Sejak hadirnya pak Yutda aku merasa hidupku jadi lebih berwarna, apalagi senyumannya muanissssss banget kayak gula, khmmmmm apalagi postur tubuhnya yang kotak2 tinggi hduhhhh alamak cowo idamanku bangettttt gaes!, tapi ya mana mungkin pak Yutda mau sama aku yang miskin ini, tapi nggk ppa lah yng penting aku bisa liat wajahnya yang tampan.
Saatnya mencari cuan yang lebih banyak lagi, aku membagikan selebaran dijalan, tiba-tiba seorang wanita cantik nan anggun menghampiriku.
" Mba selebaran apa? ".
" Ah ya mba ini silahkan dilihat2 dulu, selebaran mobil mba" ujarku menyodorkan.
"Ahh ya mbak, makasih mba nama mbak siapa yah, saya Stevi" ujarnya
"Saya Dita mba".
pov Stevi
" Ooh jadi ini kekasihnya Yutda, liat aja nanti apa yang bakal aku lakuin buat bikin hidup kamu menderita " ujarku.
"Nadhira ikut om yuk" ajakku.
"Kemana om? " tanya bocah berumur 5 tahun itu.
"Ke pasar malam Nadh, kamu suka kan kesana? " tanyaku.
"Iya2 om, Nadhira pake jaket dulu ya".
" Ok, om tunggu didepan yah".
Tak lama kemudian Nadhira keluar.
"Udah siap? " tanyaku.
"Udah dong Om".
"Mau kemana Yut, bawa Nadhira segala".
"Kepasar malam tante".
__ADS_1
" Ini kan masih sore Yut" ujar mamahku menunjukkan jam 5 sore.
"Iya mah aku sekalian ngajak Nadhira ke McD".
" Ohh yaudah hati2 yah".
Tak lama kemudian kamipun sampai dirumah Dita jam setengah 6,aku membawa beberapa cemilan dan makanan .
"Rumah siapa Om? " tanya Nadhira.
"Ini rumah temen Om nanti kita ke pasar malam bareng2 yah" ujarku.
"Ahh oke2".
Kuketuk pintu rumah Dita, tak lama kemudian Marwah membukanya.
" Assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam eh bapak, ayo masuk".
Akupun mengajak Nadhira masuk kerumah.
"Loh pak ini siapa?" tanya Dita.
"Ini keponakanku, oya ini ada makanan kita makan bareng ya".
Kuhampiri abangnya Dita kulihat dia sangat senang sekali.
" Hh ah ya makasi, hmm Marwah tolong siapin minum yah".
"Iya kak".
" Ehh nama kamu siapa? " tanyaku.
"Namaku Nadhira tante salam kenal yah".
" Oke, panggil mbak aja jangan tante emang saya seperti tante2 apa" ujarku mencubil pipinya.
"Heehe iya mba".
" Yaudah duduk dulu ya, nanti mainan sama mbak Marwah ada boneka bonekaan loh".
"Ok tante" ujarnya.
__ADS_1
"Ehhh mbak!, bukan tante".