Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Keraguan


__ADS_3

"Iya mah yaudah Yutda kekamar yah" ujarku.


Pagi hari yang cerah membisikkan semangat baru dalam perjalanan hidupku, tiba-tiba saja handphone ku berdering sebentar tanda ada pesan baru, saat ku buka ternyata pesan dari Pak Yutda.


"Pagi sang mentari, semoga hari ini harimu berwarna dengan indahnya pelangi oyah satu pesan dari bapak polisi untuk seorang yang istimewa " Jaga dirimu dimanapun kamu berada, tetap semangat untuk hari ini, saya berangkat dulu ya untuk kerja buat nghalalin kamu nanti "


"Uwwww panjang banget" gumamku.


Kubalas "Trimakasih bapak polisi tercinta".


Akupun mengantar Marwah seperti biasa.


" Makasih ya kak".


"Iya yaudah masuk gih, belajar yang bener".


" Iya" kulihat adikku sudah masuk kekelas.


Setelah mengantar aku berniat untuk pergi ke warung pak Ferry.


"Assalamu'alaikum".


" Waalaikumsalam masuk aja Dit".


"Iya Pak, ibu mana? " tanyaku.


"Ada didalem".


" Oooh yaudah masuk dulu ya pak".


Aku pun membantu bu Ferry meracik.


"Kenapa Dit kok keliatannya lagi seneng gitu? " tanya bu Ferry.

__ADS_1


"Ahh nggak kok bu" ujarku menyangkal.


"Jangan bohong, kamu kayaknya lagi kasmaran deh, dari tadi senyum terus" ujar bu Ferry menebak.


POV Stevi


Diam2 Stevi mengetahui tentang Dita dan Yutda, Stevi mengadu domba kedua orang tua Yutda agar membenci Dita.


Akupun kerumah Yutda, aku bertemu dengan anak kecil di halaman depan rumah, kulihat Tante Dewi atau mamahnya Yutda ada bersama anak kecil itu.


"Assalamu'alaikum tante" sapaku.


Kulihat tante Dewi menyambutku dengan hangat.


"Ehh nak Stevi" sapanya.


"Nih aku ada oleh2 buat tante, oyah ini siapa?, gemeshh banget" ujarku pada anak kecil itu.


"Duh repot2 Vi,makasih ya, ini keponakan tante namanya Nadhira" ujarnya.


Kulihat bocah kecil itu seperti tak suka denganku, ahh itu nggak penting, yang terpenting aku harus menjalankan misiku.


" Bentar yah tante ambilin minum dulu".


"Ahh iya tante".


" Nadhira tinggal dulu bentar yah" ujarnya.


"Iya Budhe".


" Nadhira main apa nih? , boleh dong tante ikut main? " ujarku mencoba akrab.


"Boleh tante, kita main masak2an yah aku ambil dulu, oya titip boneka ku ya tante" ujarnya.

__ADS_1


"Oke".


Issh kalau nggak karena sesuatu aku mah ogah kayagini" gumamku.


Tak lama kemudian tante Dewipun datang membawa minuman dan terlihat seperti ada cemilan.


"Ini diminum dulu Vi, oya Nadhira mana Vi? " tanyanya.


"Iya makasih tanteh tadi Nadhira ambil mainan tante kedalam"ujarku.


Akupun tak ingin berlama-lama aku langsung pada titik permasalahannya.


"Khmmm oya tante Stevi kemarin nggak sengaja ketemu Yutda,apa gadis ini pacarnya Yutda" ujarku memperlihatkan sebuah foto yang pastinya foto Yutda dan gadis kampungan itu,kulihat tante Dewi sangat terkejut aku yakin tante Dewi nggak akan setuju dengan hubungan Yutda dengan gadis jelek itu.


"Ahhh iya bener ini Dita, dia baru saja kemarin kerumah tante! " ujarnya.


What?, jadi Yutda udah kenalin gadis kampung itu ke tante Dewi?" gumamku terkejut.


"Ooh gitu ya tante, ya syukurlah kalau gitu saya kira tante belum tau" ujarku.


"Udah Vi, tante udah tau".


" Sial, aku harus cari cara lain untuk menyingkirkan gadis itu " gumamku dalam hati .


"Tante minta maaf ya Vi, tante waktu itu nggak tau kalau Yutda sudah punya kekasih" ujarnya.


"Nggakpp tante, santai aja, yaudah Stevi pamit dulu yah".


" Loh kok buru2 Vi".


"Iya tante Stevi harus pergi kekantor papah" ujarku memberi alasan.


"Ohh yaudah hati2 ya" ujarnya.

__ADS_1


"Ya tante".


__ADS_2