Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Tante membuat Dita betmood


__ADS_3

Pagi hari terasa begitu cepat, waktunya aku mengais rezeki,kubuka jendela pintu kamarku kulihat hari ini tak secerah hari kemarin, tiba-tiba handphone berdering tanda ada pesan masuk.


"Assalamualaikum selamat pagi tuan putri yang cantik lagi ngapain nih? " tanya Yutda dalam chat.


Aku pun membalasnya, aku mengatakan kalau hari ini aku akan pergi ke warung bu ferry, setelah berbincang di chatingan kami pun mengakhiri karena sudah harus siap2 dengan kegiatan masing-masing.


Seperti biasa sebelum aku pergi ke warung bu ferry aku mengantarkan adikku terlebih dahulu.


"Makasih ya ka".


" Iya sama2 yaudah kamu masuk gih".


Setelah melihat Marwah masuk ke kelas aku pun bergegas pergi meluncur ke warung bu Ferry.


Tiba-tiba saat aku hendak berbelok ada sebuah mobil merah menghadang ku, entah apa yang dipikirkannya membahayakan kendaraanku, aku pun terhenti karenanya dan kulihat ada seorang perempuan turun dari mobilnya dan menghampiriku, aku terkejut ada apa ini?.


"Kamu yang namanya Dita? " tanya wanita berambut pirang itu.


"Iya bu ada apa ya?, kenapa menghadang saya ditengah jalan? " tanyaku masih nggak mengerti.


"Udah deh nggak usah berlagak nggak tau, kamu sama Yutda pacaran kan? " tanyanya yang membuatku bingung.

__ADS_1


"Loh tante siapa?, kenapa tante bicara seperti itu? " tanyaku masih bingung.


"Siapa saya itu nggak penting, yang terpenting kamu jauhin Yutda, krna Yutda udah bertunangan dengan anak saya dan sebentar lagi akan menikah! " ujarnya sinis.


Aku terkejut plus kecewa dengan pernyataan itu, masa iya Yutda seorang polisi muda yang berwibawa bisa mempermainkan seorang wanita kyak gini?, baru kemarin aku ngrasa klau aku sebahagia itu kenal Yutda sampai akhirnya aku menerimanya krna cinta.


"Maaf tante aku nggak tau" balasku lesu.


"Yaudah makannya tante kasih tau kamu ya, jangan coba2 deketin calon menantu saya, kalau kamu berani2 deketin Yutda atau saya tau kamu masih berhubungan dengan calon menantu saya, saya nggak akan segan2 membuat perhitungan sama kamu juga kedua saudara kamu" ujarnya mengancamku.


"Tante sekali lagi saya minta maaf, aku nggak tau kalau pak Yutda udah tunangan" ujarku lagi.


"Orang miskin kaya kamu ini emang pantas buat Yutda, sadar say sadar" ujarnya mengkritikku dari atas sampai bawah.


"Tante sekali lagi saya minta maaf, saya nggk tau apa2 kalau tante mau bilang apa aja terserah itu urusan tante saya nggak ada hak buat itu lagipula saya juga ngga kenal tante, tante ditanya juga nggak mau bilang" ujarku berusaha untuk santai.


"Berani2nya kamu ya bilang seperti itu pada saya" ujarnya.


"Isshh " gumam ku.


"Dah lah tante aku nggak ada waktu buat tante , dasar nggak jelas! " ujarku meninggalkan orang nggak waras itu.

__ADS_1


"Ehhh tunggu tante belum selesai ngomongnya" ujarnya memanggilku.


Aku tak perduli, kutinggalkan aja orang itu.


Aku pun melajukan motorku kewarung bu Ferry.


"Assalamu'alaikum" sapaku.


"Waalaikumsalam, ayo masuk".


" Kenapa kok kesel gitu? " tanya pak Ferry.


"Nggkpp pak" ujarku.


Tak lama kemudian Rasya datang kewarung.


"Loh Sya bukannya kamu ada latihan? " tanya.


"Ntar sore om, Oya Dit, ini buat kamu" ujar Rasya tiba-tiba menghampiriku yang sedang bete.


"Apa ini kak? " tanyaku.

__ADS_1


"Ehhh tapi bukannya ntar aja yah malu" bisiknya.


"Malu kenapa Sya? " ujar bu Ferry yang tiba-tiba dibelakang Rasya.


__ADS_2