
"Udah kok oh ya Dit suratnya udah nyampe? " tanyanya.
"Surat?, ooh iya2 kak".
Tak lama kemudian kulihat Yutda dari kejauhan akupun segera mengakhiri telfonnya.
" Aduh maaf ya kak aku mau makan laper heheh udah dulu yah".
"Oh yaudah jaga diri baik2 yah".
" Loh mana pak Yutda? " gumam ku.
Aku terkejut karena mataku tiba-tiba ada yang menutupi setelah ku buka ternyata Yutda.
"Iih jail deh" ujarku.
"Ini ada es krim " ujarnya.
"Wuihh mas tau aja es krim kesukaan aku, udah lama banget aku nggk makan es krim" ujarku.
"Ehh ehh aku suapin yah".
Bukannya menyuapi malah membuat aku blepotan krna es krim.
" Iih mas jail deh, rasain nih" ujarku membedaki wajah pak Yutda .
"Khm o yah Dit mas mau ngomong" ujarnya.
"Apa mas? " tanyaku.
"Kebetulan dikantor papah mas lgi butuh OB kamu mau nggak kerja disana, kerjanya shif2an" ujarnya.
"Jam berapa smpai jam berapa? " tanyaku.
__ADS_1
"Jam 7 sampai jam 1 siang, kalau sore ya jam 1 sampai jam 7 malam" ujarku.
"Khmm boleh deh" ujarku.
"Oke2 nanti aku bilang ya bisa berangkatnya kapan" ujarku.
"Khmm iya deh, makasi ya mas".
" Iya sama-sama ".
" Yaudah mas kembali kekantor yah, kamu hati jaga diri baik2" ujarku.
"Ya mas juga".
Khmm ini surat apaan yah? " gumam ku.
Dear: Dita Ismawari
Bulan depan aku diputuskan untuk bertugas ditempat kemarin, maaf kalau kata2ku kemarin memberimu waktu tidak jelas.
Aku ingin besok kalau aku pulang aku akan bicara lngsung soal ini" .
"Ngomong apa sih kak Rasya nggk jelas banget" ujarku tak melanjutkan membaca.
Jam menunjukkan pukul 4 sore, aku harus pulang.
Diperjalanan aku masih berpikir tentang surat itu, aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari perkataannya itu, tak lama kemudian aku pun sampai dirumah kulihat kedua saudaraku sedang menungguku didepan rumah.
"Assalamu'alaikum".
" Waalaikumsalam".
Aku mencium punggung tangan kakakku.
__ADS_1
"Cape kak? " tanya Marwah.
"Nggak, oyah dibagasi motor kaka ada makanan kamu ambil gih" ujarku.
"Iya kak".
"Gimana kak hari ini?, apa kaka sama Marwah ada kegiatan? " tanyaku.
"Ada kak, tadi kami nonton lomba didesa sebelah tapi kak Faris malah sakit perut sampai terkincit akhinya kami pulang deh" ujar Marwah bersemangat bercerita sampai kakakku tertawa.
"Huhuuuhu emangnya lomba apa sih? " tanyaku.
"Lomba tebak2an mecahin balon kak, matanya ditutup, balap karung, ada bencong banyak lagi kak" ujar Marwah.
"Khmmm iya udah aku mandi dulu yah, nanti kita makan bareng" ujarku.
"Khmm yaudah kak, aku bikinin teh buat kita bertiga yah, kak Faris nyiapin makanannya".
" Oke".
Ini adalah keseharian ku bersama kedua saudaraku, aku merasa mereka adalah hidupku tanpa mereka aku tidak akan pernah tau bagaimana hidupku nanti, walaupun kami sudah tidak memiliki orang tua tapi aku merasa bersyukur karena kami saling mengerti satu sama lain, tanpa harus saling menyakiti, walau kadang letih yang kurasa namun ketika melihat kedua saudariku tersenyum, rasa letihku seketika hilang, kadang aku merasa beban dipundak teramat berat sekali, namun ketika aku melihat kedua saudariku memberikan semangat dan pengertian mereka, membuat semangatku membara membuat mereka bahagia.
"Ayo makan".
"Iya kak".
Selesai kami makan aku mendengar token berbunyi nyaring yaa itu pasti minta di isi, krna sebulan yang lalu aku mengisinya.
Ku lihat dompet hanya tersisa 1 lembar saja uangku, apa ini cukup? " gumam ku.
"Khmm Marwah kaka beli token dulu yah" ujarku.
Akupun melangkah kewarung sebelah, sebenarnya aku malas karena disana pasti ada pemuda yang suka nongkrong, selain mereka suka berteriak2 mereka juga iseng ngajak kenalan padahal kan udah tau juga namaku.
__ADS_1