
Aku membagikan beberapa selebaran ke pengendara, mudah2an banyak yang berkenan menghadiri pameran di Mall besok.
2 jam berlalu, pukul 3 sore aku pun bergegas istirahat di tepi jalan sembari meneguk air mineral.
Kubuka kepala badut hello kitty yang panas banget.
POv
Yutda
"Loh itu kan Dita? " gumam ku.
Entah sihir apa yang membuatku terpaku akan pekerjaannya dia seorang gadis pekerja keras aku pun menghampiri Dita yang tengah duduk di tepi jalan.
"Jadi kamu bisa jadi badut juga" ucapku yang mengejutkannya.
Dia pun terkejut melihatku, aku berinisiatif memberikan air minum dingin untuknya.
"Nih minum! " ujarku menyodorkan.
"Ya makasi oya bpak ngapain disini?, bukannya dikantor" tanyanya.
"Jangan panggil bapak emang aku bapak2 apa" protes ku.
"Khmmm bapak belum jawab pertanyaan saya, bapak ngapain disini bukannya dikantor? " tanyanya lagi.
"Udah jam pulang juga, usiamu berapa si? " tanyaku.
"Idihhh ngapain nanya2 pak? " tanyanya mulai songong.
"16 pak" jawab Dita singkat, padat dan jelas.
"Khmm kalau gitu knapa nggak sekolah Dit? " tanyaku.
__ADS_1
"Ahh kepo nih, dah pak saya nggak bisa lama2 saya harus pulang" ujarnya.
Kulihat Dita berdiri mungkin hendak meninggalkanku kulihat keringat diwajahnya, kebetulan aku membawa tisu, ku usap wajahnya.
"Tunggu Dit".
Aku pun berdiri menghampiri Dita yang sudah beberapa langkah beranjak pergi.
" Kenapa pak? " tanyanya menatapku.
"Kamu tuh nggak bawa tisu ya, sampai gak sadar keringatmu diwajah" ujarku mengusap wajahnya yang imut dan menggemaskan.
"Khmm iya pak, makasi ya tisunya saya bawa, saya harus cepet pulang" ujarnya lagi.
"Oke hati2".
Benar2 gadis menarik, dia nggak seperti gadis lain yang gampang membuka diri apalagi tentang kehidupannya, ini gadis emang beda bikin aku penasaran! " gumam ku sembari memperhatikan gadis itu pergi menuju motornya.
Hari ini cukup lah untuk mengobati rasa penasaranku pada gadis itu, aku berharap gadis itu ada disetiap hari2 mewarnaiku.
"Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam" .
"Kak, adek ayo masuk dah sore".
Kakakupun mengangguk dan kami bertiga masuk kerumah, seperti biasa kami makan bertiga, aku juga mengatakan pada marwah kalau uang gedung udah ada.
" Alhamdulillah ya kak, makasih ya kak marwah doain semoga kaka selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan , juga rezeki yang lancar amin amin amin"..
"Amin amin, oya kak besok jadi kan kita ke makam? ".
kulihat kakakku mengangguk tanda iya.
__ADS_1
" Yaudah kaka berangkat dulu ya" ujarku berpamitan.
"Iya kak hati2 ya".
" Oke".
Di pangkalan pak Pohan menanyaiku pekerjaan yang tadi sore, ya lumayan sih untuk tambah2.
Malam ini semoga ada orderan amin, khmmm krna ada orderan aku pun bergegas pergi.
"Maaf ya pak, saya tinggal dulu".
" Iya nggapp hati2 ya".
pov Yutda.
Aku diam2 mengikuti Dita untuk menanyakan pada bapak2 yang di pangkalan ojol ini, kebetulan malam ini aku nggk patroli jadi aku nggak perlu repot2 pakai sragam krna pasti jadi pertanyaan.
"Selamat malam pak" sapaku pada bapak2 yang setengah baya itu.
"Malam nak, ada yang bisa saya bantu? " tanyanya sopan banget bapaknya.
"Iya kebetulan saya ingin tanya apa yang namanya Dita sering mangkal disini? "
Tanpa basa basi bapak ini menceritakan sedikit tentang gadis itu.
"Ohh neng Dita, iya dia sering mangkal disini" ujarnya.
"Khmmm menurut bapak Dita itu kenapa ya mau berkerja jadi ojol? " tanyaku.
"Ya kalauu nggak nyari uang tambahan juga nggak mau nak, neng Dita mah anaknya susah ditebak, kadang jadi ini kadang jadi itu, neng Dita pekerja keras sejak orang tuanya meninggal dan punya 2 saudara yang harus dihidupi" ungkapnya.
Perasaan adiknya 1,marwah apa ada lagi? " gumam ku, oke lah sedikit info nggk pp masih bisa dicari lagi besok.
__ADS_1
"Ohh yaudah saya pamit dulu ya pak makasi infonya" ujarku.
"Ya sama2 nak".