Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Perjodohan pak Yutda


__ADS_3

PoV Dita


Aku membonceng kedua saudaraku menuju makam,kakaku nggak sabar sepertinya ingin berjumpa makam ibu sama bapa, tak lama kemudian kami bertiga pun sampai, tak jauh dari jalan raya sudah terlihat makam kedua orang tuaku.


Kami pun menabur bunga, dan berdoa, kulihat kesedihan diraut wajah mereka terutama kakakku, kakakku pasti merasa sedih karena telah gagal menjadi kakak untuk adiknya, dia selalu minta maaf padaku soal hal ini, akupun memeluk mereka berdua agar kuat menjalani hidup seperti sekarang.


Setelah melepas rindu, kami pun pulang, jam menujukan pukul 11 siang,setelah 15 menit perjalanan kamipun sampai dirumah, khhmm tapi kok kaya ada tamu didepan rumah siapa?.


"Loh itu kan pak polisi yang nganterin aku kak, ngapain dirumah? " tanya Marwah.


"Iya kayaknya".


Akupun memarkirkan motor didepan rumah, menunggu kedua saudaraku turun, setelah turun akupun menghampiri pak polisi itu.


" Lho pak Yutda?, udah lama? " tanyaku .


"Belum kok darimana Dit?, oya itu siapa? " tanyanya menunjuk abangku.


"Dari makam pak, dia abangku namanya Faris" ujarku.


Aku sangat terkejut dengan perlakuan pak Yutda pada abangku, yang tiba-tiba menyalaminya, abangkupun terlihat senang.


"Khmmm yaudah duduk dulu pak, saya bikin minum tapi maaf yah pak abang saya kurang bisa dalam berbicara" ujarku menjelaskan.


"Ahh nggkpapa" ujarnya.


Akupun mengajak marwah untuk membantuku membawa beberapa cemilan seadanya.


"Kak pak polisi itu ngapain yah kerumah kita? " tanya marwah.


"Kaka juga nggak tau, yaudah hayu bawa kedepan"ujarku mengakhiri.


"Minum dulu pak, kak, maaf yah cemilannya cuman kyakgini"ujarku.


" Nggak papa".


"Oya bapak ngapain kerumah saya? " tanyaku.


"Khmm nggak kebetulan lagi istirahat jadi pengen main" ujarnya.


"Main?, emang aku temennya? " gumamku.


"Oya tadi dari makam siapa? ".


" Makam orang tua pak".


Kulihat pak Yutda sangat perhatian pada abangku dan adikku, sampai2 mereka tertawa, krna udah siang akupun menyiapkan makanan.

__ADS_1


"Yaudah aku masak dulu yah Pak udah siang" ujarku.


kutinggalkan mereka bertiga diruang depan, setelah satu jam masak akhirnya pun selesai, aku mengajak mereka makan, ya walaupun makan ala kadarnya saja.


"Mari pak silahkan makan" ujarku.


"Iya2 ayo bang,marwah" Ucapnya.


"Maaf ya pak saya nggk bisa ngasih lauk enak".


Aku memang sedang krisis uang, untuk pembayaran uang gedung marwah aku hanya bisa masak sop, sambal, dan gorengan tempe.


" Nggappa ini sudah bersyukur ".


Kulihat abangku sangat senang dengan kehadiran pak Yutda ditengah2 kami, terlihat dari raut wajahnya berbinar2.


Setelah selesai makan jam menujukan pukul 1,abangku harus istirahat, sementara adikku main kerumah tetangga, aku harus pergi mengais rejeki.


"jadi selama ini kamu jadi tulang punggung mereka? " tanya pak Yutda.


"Ya mau gimana lagi pak, yaudah pak aku nggak bisa lama2 ntar keburu habis lagi waktuku" ujarnya.


"Khmmm iya lupa, tunggu bentar yah" ujarnya.


kulihat pak Yutda mengeluarkan sesuatu dari jok motornya, yang berisikan plastik hitam lumayan besar.


" Apa pak? " tanyaku.


"Itu buah2an ".


" Ya ampun pak repot2 segala" ujarku.


"Ya nggak lah iya makasih udah dikasih makan ,masakanmu enak banget,senang juga berkenalan dengan kedua saudaramu" ujar pak Yutda.


"Ahh bapak, enak darimananya pak, bapak kan biasa hidup mewah mana ada makanan seperti saya enak" ujarku.


"Eh beneran enak kok, yaudah saya pamit dulu, dan kalau kamu mau pergi hati2 dijalan" ujarnya.


"Ya pak makasih buahnya" ujarku.


kulihat pak polisi itu lama2 tak kelihatan, akupun membawa parsel itu kedalam rumah dan segera pergi sebelum sore.


POv Yutda


Malam ini Stevi anak teman mamaku yang baru lulus S2 dari London pulang, katanya dia akan mengajak diner pak Yutda berserta keluarganya.


Disisi lain Yutda yang sedang patroli melihat Dita sedang duduk menenggak air mineral  ditangannya, namun tak lama  kemudian tiba-tiba ada lelaki menghampiri Dita memakai pakaian TNI.

__ADS_1


Kulihat pemuda itu membawa bingkisan kresek untuk Dita dan melambaikan tangannya.


"Dita! " panggilnya.


Kulihat Dita terkejut dengan kehadiran pemuda itu tidak lama kemudian mereka mengobrol2 yang tak tau topik apa yang dibicarakan nya.


Akupun bergegas pergi, aku mendapat telfon kalau hari ini orang tuaku akan mengadakan Diner dicafe, khmmm gk kaya biasanya aja ngadain dinner! "Gumamku.


Jam pun menunjukkan pukul setengah 8 malam kami bersiap berangkat.


Setelah sampai kulihat tempat duduk itu sudah ditempati seorang keluarga yang ternyata Stevi dan kedua orang tuanya.


" Malam om tante" saling sapa.


Kami pun duduk, sepertinya ini disengaja agar aku duduk berhadapan dengan stevi.


"Gimana kabarnya om tante? " tanyanya.


"Baik2 nak Stevi gimana kuliahnya? " tanya orang tuaku.


"Stevi udah lulus tante om, mau mulai usaha di indo aja" ujarnya.


"Kalau Mas Yutda gimana? " tanyanya padaku.


"Aku baik" balas ku simpel.


Stevi adalah anak kolega papaku dia tepat adik kelasku yang baru lulus luar negeri, kulihat Stevi selalu menatapku bahkan menjailiku dengan kakinya dibawah meja, huph bener2 nggk nyaman buatku didekat2nya" gumamku.


Tak lama kemudian kami pun makan, dan berbincang-bincang, aku sangat terkejut dengan ucapan orang tuaku dan orang tua Stevi yang akan menjodohkan kami.


"Jadi gimana Yut, kamu setuju kan ibu jodohkan dengan nak Stevi" tanya ibuku.


Kulihat mata stevi seperti berharap jawab iya dari mulutku,ahh nggk mungkin rasanya kalau aku dengan Stevi, dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri " gumamku.


"Maaf ya mah, aku udah punya sekali lagi aku minta maaf om tante" ujarku.


Maafin aku mah, aku terpaksa harus bohong soal ini, krna aku udah jatuh  cinta dengan wanita lain " gumamku dalam hati.


Kulihat orang tuaku sangat terkejut dengan ucapanku, terlebih lagi orang tua Stevi.


"Khmmmm maaf yah mamah baru tau, oya jeng maaf yah " ujar mamahku meminta maaf.


Mereka pun terlihat kecewa, dan kami pun bergegas pulang, didalam mobil kedua orang tuaku kepo soal kekasihku, aku harus jawab apa?.


"Jadi kamu udah punya pacar Yut, kok nggak dikenalin ke mamah papah si" Tanyanya.


"Iya mah, anaknya sibuk kerja" ujarku.

__ADS_1


"Khmmm oke2 tpi kapan2 kenalin yah pacar kamu itu".


__ADS_2