
Pov Rasya
"Sya kapan kamu nikah, udah umur segitu kok nggak cari pendamping" ujar temanku di markas.
"Belom nemu Ay, lagian ngapain buru2 orang nggak ada yang ngejar2 juga".
" Khmm kemarin kalau nggk salah liat kayaknya lo sering nyamperin gadis dipinggir jalan" ujar Ayub.
"Huuuuh kepoin gue lu ya? " tanyaku bergurau.
"Siapa dia Sya, buat gue ya? " tanyanya.
"Ehhh janganlah , sama karib sendiri lu main comot aja".
" Hahah bercanda kali Sya".
"Pucuk dicinta ulam pun tiba, itu cewe yang biasa lo temuin kan Sya? " ujar Ayub menunjuk arah jalan yang sedang mendorong motornya.
"Lohhh Dita? " gumamku.
Belum juga kuhampiri tiba-tiba datang seorang polisi muda menghampirinya sepertinya sedang patroli.
"Dit kenapa motornya? " tanyanya.
"Nggak tau pak, tiba-tiba aja mogok lagi".
" Khmmm yadah saya bantuin yah kebengkel disini udah deket kok".
"Hduh tapi pak, nggak usah repot2".
" Udah nggakpp ".
POV Robby
" Tadi pas patroli gue bantuin cewe lo" ujar Robby tiba-tiba.
Deg!, siapa?, perasaan gua gk pernah curhat soal ini sama lo robb? ".
__ADS_1
" Halahhh lu kira gua nggak tau, siapa lagi kalau gadis yang tempo hari kau tilang, dia cewe lo kan? " tanya Robby.
"Bukan Rob".
" Khmmm terus apaan?, gue sering tau lihat lo nyamperin tu cewek".
"Khmmmmm ngaco aja deh".
" Ya ellah kenapa pake mogok terus mana jadi masuk ke bengkel kan? " gumamku.
"Berapa pak? " tanyaku.
"150 mbak".
" Khmm ini pak".
Akupun bergegas pergi, hduhhh raib kan duwit gueh, kzl banget sih duwit lagi kritis ada2 aja dah! " gumamku.
Jam setengah 1 kurang aku istirahat, hari ini aku nggak ada agenda palingan membagikan selebaran lagi, 500 selebaran klau habis 1jam kan lumayan.
POV Yutda
"Cari makan lah diluar" ujarku.
Kuhampiri Dita ditempat biasa, kulihat dirinya terlihat lelah,kebiasaannya memakai kaos oversize serta celana jeans membuatku tak asing lagi.
"Dit nanti malam kerumah ya" ujar Pak Yutda.
"Ngapain Pak? " tanyaku terkejut.
"Nadhira ulang tahun dia mau kamu dateng sama kedua saudaramu".
" Haahhh ulang tahun?, mana mungkin bisa datang aku sendiri sedang pas2an uangnya kepakai buat bayar bengkel sialan itu" gumamku.
Tapi kalau aku nggak datang nggak enak juga,selama ini kan pak Yutda baik sama aku khmmm gimana ya?" gumamku lagi.
"Woyyy kok bengong sih".
__ADS_1
" Iya Pak aku pasti dateng ".
" Nah gitu dong,yaudah ayo makan kebetulan aku bawa makanan".
"Khmmm bapak nggk usah repot2 sebenarnya pak, tiap hari kesini cuman pengen ngasih aku makan, dikiranya aku nggak bisa makan sendiri apah? " tanyaku.
"Khmmm ya nggak sih, cuman kalau makan bareng sama kamu mood saya tuh jadi membaik ".
" Huhhh dasar".
POV Stevi
"Akhirnya kena juga kau gadis kampung".
" Jadi rencana kita apa bos? " tanya anak buahku.
"Simpel!,nanti kalau dia naik motor kalian tabrak dia dari belakang, dan ini bayaran untuk kalian sisanya setelah semuanya selesai kalian mengerti? " ujarku.
"Mengerti bos".
Lihat aja nanti kalau saya nggak bisa mendapatkan Yutda itu artinya kamu juga nggak akan bisa dengan Yutda.
POV Dita
" Kenapa sih Bapak baik banget sama aku? " tanyaku pada pak Yutda.
"Pertanyaan ini lagi!" gumamku.
"Ya nggakpp emang knapa? " tanyaku.
"Yeee selalu aja gitu setiap kali ditanya" ujarku.
"Khm yaudah ya saya kembali kekantor, Oya saya minta nomor tlfonmu coba" ujarnya.
"Buat apa pak? " tanyaku.
"Ya kalau ada apa2 biar gampang" ujarnya.
__ADS_1
"Khmmm nih".
" Ah ok makasih yaudah bay".