Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Terkejut


__ADS_3

Setelah menyiapkan makanan kami pun duduk di teras.


"Adik kamu kelas berapa Dit? " tanyanya.


"Kelas 4 tante" ujarku.


"Ahhh ya, ya lalu kamu kerja sebagai apa? " tanyanya lagi.


"Pekerjaan saya nggk nentu tante, apa aja saya lakuin yang penting halal tante" ujarku.


Stelah itu kami bersiap untuk makan.


"Ayo makan2 silahkan, makan yang banyak yah" ujar ibunya pak Yutda.


Aku sangat terharu, padahal mereka orang kaya kupikir mereka akan mengucilkanku tapi ternyata mereka sangat baik, selesai makan abangku menemani Marwah dan Nadhira main.


"Duhhh makasih ya Dit udah repot2 mberesin".


" Ya nggakpp tante".


"kalian udah pacaran sejak kapan? "Tanya papanya Yutda.


Aku sangat terkejut dengan pernyataan ini apa maksudnya?.


POV Yutda


" Pacaran? " sontakku terkejut.


Tiba-tiba pak Yutda menyenggol kakiku yang membuatnya bingung aku pun menolehnya heran.


"Udah 2 bulan pah".


What?, apanyaa yang 2 bulan woyy" gumamku.


"Akhmmmm baguslah, rencana mau nikah kapan? " tanyanya lagi.


"Ahhhh belum kepikiran dulu pah, pingin mengenal dulu ajah, lagipula usia Dita juga belum cukup" ujarnya tiba-tiba merangkulku.


"Ooohh emang umurmu berapa Dit? " tanya Mamanya pak Yutda.


"16 tahun tante"ujarku bingung.


" Aah masih muda banget, yaudah gpp Yut, nggak usah buru2 kalian kan juga butuh beradaptasi " ujarnya.

__ADS_1


"Hehe iya mah".


Jam menunjukkan pukul 10 malam dan aku harus pulang.


" Marwah, bang pulang yuk"ajakku.


"Ayuk ".


" Khmm mah, pah Yutda anterin Dita ya kasian dah malam" ujar pak Yutda.


"Ahh Oke".


" Ahhh nggak usah pak".


"Udah nggkpp".


" Lah motornya gimana? ".


" Gampang ntar sopir saya suruh antar".


"Udah nggkpp Dit, bahaya loh malam2 boncengan bertiga".


" Yaudah anterin Yut keburu malam".


" Nggak usah dirumah aja".


"Iiihhhh ".


" Yaudah Om tante, makasih makan malemnya enak banget " ujarku.


"Iya sama2, ini dibawa ya".


" Nggak usah repot2 tante "ujarku menolak.


" Udah nggkpp buat dimakan dirumah".


"Yaudah makasih ya tante Om pamit dulu Assalamu'alaikum".


" Ya hati2 Walaikumsalam ".


Aku bingung soal tadi kenapa pak Yutda ngomongnya kyak gitu.


Tak lama kemudian kami pun sampai dirumah.

__ADS_1


" Marwah sama abang masuk aja dulu yah, udah malam".


"Makasih ya pak Marwah masuk dulu sama abang".


" Iya sama2".


"Iya kak Marwah juga ngantuk".


Abang ku pun masuk kerumah dengan Marwah, tak banyak aku bicara soal tadi tapi aku nggak tau maksudnya apa, aku pun duduk di teras tiba-tiba pak Yutda duduk juga disebelahku.


" Pak?, boleh nggak sebelum bapak pergi aku tanya sesuatu " ujarku.


"Apa? ".


" Kenapa bapak ngenalin aku ke orang tua bapak? pake ngomong pacaran apa segala macem? " ujarku.


"Hahh iya2 maaf sebelumnya saya nggak ngomong ke kamu, orang tua saya pingin tau siapa pacar saya".


" Lha terus?, kenapa harus saya yang dikenalin? " tanyaku.


"Ya bingung aja, tapi kamu mau kan jadian sama saya? " tanyanya.


"Haaaaaah? " ujarku terkejut.


"Ya saya serius, kalau kamu mau kamu angkat tangan kanan saya, kalau nggak mau angkat tangan kiri saya" ujarnya.


Tiba-tiba Dita memeriksa keningku.


"Bapak sehat kan, bapak demam yah? " ujarnya.


Mungkin ini waktu yang tepat kalau aku harus jujur dengan perasaanku sendiri, aku nggak mau hanya sebatas mengagumi.


Kupegang tangan Dita kedada dia pun menatapku heran.


"Apa kamu pikir saya demam atau sakit?, jujur saya nggak bisa membohongi diri sendiri kalau saya mengagumi kehidupanmu Dit, saya mau kita jadi sepasang kekasih" ujarku memperjelas.


"Tolong jawab,kalau kamu mau angkat tangan kanan saya, kalau nggak mau angkat tangan kiri saya" ujarku.


Aku tau resiko mencintai ya begini siap nggak siap harus trima kenyataan.


" Makasih ya pak" ujarku.


"Sama-s

__ADS_1


__ADS_2