Kisah Klasik

Kisah Klasik
Butuh waktu


__ADS_3

..." Bu Mitha


Halooo apa kamu mendengar kan saya...???..."


Suara bas Althoriq membuyarkan lamunan Mitha...


Indra menyenggol sikut tangan Mitha agar kembali ke dunia nyatanya .


Mitha pun berpura-pura berdeham batuk...


..." Boleh saya tau pak..


Alasan Bapak memilih saya untuk mengisi suara Acara animasi bapak...???.."


tanya Mitha.


Thoriq tersenyum lebar dan memandang Mitha dengan wajah berbinar-binar..


..." Karena saya yakin suara anda sangat cocok dengan acara dunia anak yang saya buat,


ditambah memang saya juga akan membuat dan mengajak beberapa penyiar disini untuk ikut acara talk show,


Ibu Mitha ga ingin jadi artis...???..


rata rata penyiar Radio sudah banyak lho yang terkenal di kanca pertelevisian..."


Mitha tersenyum dan menggeleng kan kepala nya,


Pimpinan Mitha menimpali jika


jika Mitha tidak ingin terkenal,


dia ingin tetap di belakang layar .


..." Sekarang gue kembalikan ke Mitha mau nerima atau tidak ajakan loe.." ujar sang pimpinan stasiun radio tempat Mitha bekerja.


..." Sayang sekali padahal saya ingin sekali melihat Libra girl selalu bersinar diantara para bintang yang lain.."


Indra dan Mitha saling berpandangan...


Dan berbicara sambil berbisik..


..." Libra girl ???


jangan jangan dia fans fanatik loe..."


Ucap Indra...


Mitha memandang Athoriq lalu mengedipkan salah satu mata kepada Mitha.


..." Jam 9 malam..


Baiklah Mitha ayo pulang..."


Ucap Mitha berkata sendiri setelah habis siaran malam.


Mitha bergegas mengambil tas nya dan berjalan ke area parkir mendekati motor metik hijau toska nya ..


..." Kunci motor ku...??? ( sambil mengacak-acak isi dalam tas selempang nya)


Haduhhhh Indraaaaaaaa loe lupa ngembaliin kunci motor gue..."


Mitha nampak kesal karena tidak bisa pulang mengendarai motor nya.


merogoh ponsel nya dalam tas selempang nya ingin memesan sebuah kendaraan online agar bisa pulang.


Din


Din


Din


klakson Mobil berbunyi arah jarum jam ke 3, dengan lampu sorot LED kendaraan sport nya membuat silau mata Mitha...

__ADS_1


..."Kenapa motor nya???


mogok kah???


Naiklah biar aku antar pulang...!!!!..."


..." Betulkah dia orang yang suka memberi kan ku bunga??...


harus kah AQ menanyakan nya


"


gumam Mitha dalam hati.


Din


bunyi klakson kembali..


..." Malah bengong ,, hobby bengong ya..??


ayo naik.


kamu kan sekarang jadi karyawan ku.."


Mitha mengangkat satu alis nya


..." Bukan karyawan,


hanya kontrak untuk beberapa episode cerita anak.." tangkis nya...


..." He he he..


baiklah...


baiklah...


ayo naiklah!!!


akan kuantar kau sampai tujuan,


Bujuk Thariq


..." Ya sudah aku menginap saja disini , atau meminjam kendaraan dari teman ku yang siaran malam..."


Thariq dengan kekeras Kepala nya masih menunggu dan membujuk Mitha untuk naik mobil tersebut.


bahkan menakut nakuti nya kejahatan di malam hari...


Mitha pun setuju ikut naik mobil tersebut..


..." Boleh kah baju bertanya???


Libra girl???


Apakah itu dirimu???


Orang yang mengirim kan ku bunga???.."


Tanya Mitha.


..." Bunga???


bunga apa??


Wah kamu punya fans ya..


Tapiii kenapa kamu mengira itu aku???


ujar Thariq sambil menunjuk ke arah nya sendiri.


Mitha memanyunkan bibir nya, menatap Thariq lekat lekat...


..." Jika itu benar dirimu ,

__ADS_1


ada kelegaan brarti bukan orang aneh,


sempat takut kalo ada orang obsesi mengganggu ku dan bisa berujung menyakiti.. "


Jelas Mitha


Dalam perjalanan , Thariq pun berkaca jujur dan meminta maaf atas kelancangan nya mengirimkan bunga setiap hari.


..." Habis nya kamu ga mau ketemu aku sih.." Ledek Thoriq.


Mitha lalu menanyakan sejak kapan dan apa alasan nya menyukai acara Mitha.


..." Berawal aku sulit tidur , lalu mendengar kan dirimu membaca surat surat dari pendengar radio.


ntah kenapa setiap dirimu memberikan motivasi dan semangat ada rasa kalo kamu pernah tersakiti...


benar kah???.."


Thoriq juga mengatakan Jika dia mencari tau tentang Kehidupan Mitha .


..." Apalagi kalo berhubungan tentang anak, seakan akan ada emosi yang tertahan.


padahal kamu belum menikah kan apalagi punya anak .."


ucap Thariq.


..." Anda salah pak..


Aku sudah menikah dan gagal dalam pernikahan tersebut,


aku pun sudah mempunyai anak , namun Tuhan lebih menyayangi nya..."


Mitha menunduk kan kepalanya...


Penjelasan Mitha membuat Thariq tidak percaya dengan pernyataan Mitha yang terakhir.


..." Kamu sudah pernah menikah??..


Kenapa itu tidak ada pada laporan informan ku ya..???"


Tanya Thoriq terkejut.


..." Ya wajar tidak ada yang tau,


Jika nyonya besar mantan mertua ku , pasti merapikan dan menutup rapat rapat masa lalu ku dan dia.."


Batin Mitha berbicara sendiri , dan sudah enggan menyebut nama Arsan.


..." Aku tidak akan menjawab pertanyaan bapak,


karena aku tidak ingin melihat kebelakang lagi.


jadi Sekarang kita sudah bertemu ,


Saya Mohon jangan kirimi aku bunga lagi ya..." Pinta Mitha.


Mobil pun berjalan menuju Kos kosan Mitha,


hingga sang supir menepikan mobil nya didepan Kos kos an Mitha.


..." Luar biasa anda, sampai tau dimana aku tinggal.."


tawa kecil Mitha.


Sebelum turun dari kendaraan milik Thoriq,


Thoriq mengambil sebuah pena dan meminta tanda tangan Mitha sebagai fans terbaiknya .


..." Si Bapak minta tanda tangan ..he he he


kan ada tanda tangan ku di kertas kerja kontrak kita,


tinggal di Foto copy beres kan.." Jawab Mitha asal.

__ADS_1


Thoriq hanya tersenyum dan tetap memaksa meminta tanda tangan Mitha.


__ADS_2