
Mitha menangis sejadi jadinya setelah menghubungi Arsan.
Rasanya ingin sekali mengatakan jika mama nya adalah wanita teramat kejam yang Mitha kenal di muka bumi ini.
..." Juli mengalami depresi berat akibat permintaan majikan nya membuat rumah tangga Juli harus selesai dengan menyedihkan..." Ucap sang ibu sambil menghapus sisa air mata nya yang ada di pipi..
Setelah keributan kecil di Pasar , dan beberapa orang melerainya,
Akhirnya Mitha bersedia mendengarkan keluh kesah sang Ibu paruh baya itu dengan berbicara baik baik di rumah nya.
..." permintaan ???
Maksudnya???..." Mitha mulai penasaran cerita apa antara Juli dan mantan Mama mertua nya.
Mitha meminta penjelasan dari orang tua Juli apa yang sudah dilakukan mantan ibu mertua nya kepada asisten rumah tangga nya .
..." Kala itu juli bercerita jika dia harus mengundurkan diri dan membawa seorang bayi keluar dari rumah tersebut..."
Tangan Mitha bergetar dalam pikiran nya mendengar Bayi..
Bayi sapa yang dimaksud...
..." Sekitar Lima tahun yang lalu , suami juli mengembalikan Juli ke desa ini dalam keadaan depresi,
Suami Juli teramat marah, karena sepulang nya dari Dinas Luar , dia melihat ada bayi di rumah kontrakan nya.
Suami Juli menuding jika Juli berselingkuh dengan anak majikan nya..
Suami Juli tidak mau mendengar kan sedikit pun, padahal kami sudah berusaha menjelaskan nya,
keputusan nya bulat ingin berpisah dengan Juli.
Ibu merasa marah dan merasa tidak adil ..
Anak ibu menjadi sakit ,
Ibu meminta keadilan ,
Pernah ibu pergi ke rumah itu untuk meminta pertanggung jawaban,
namun yang ibu dapatkan ditahan dan bermalam di kantor polisi,
Jika ibu ingin dibebaskan maka ibu harus menutup mulut rapat rapat dan tidak pernah mengungkit bayi tersebut...
Beliau juga memberikan uang untuk ibu sebagai kompensasi untuk Juli.."
jelas Orang tua Juli.
Mata Mitha berkaca-kaca..
Mungkinkah anak itu adalah anaknya dan tidak meninggal , dititipkan kepada Juli seperti yang dikatakan Ibu Juli.
Mertua nya membuang nya agar ruma tangga Mitha dan Arsan kandas.
__ADS_1
... " katakan pada ku Bu ,
Bayi itu laki laki atau perempuan...??
Dan dimana anak itu sekarang Bu..."
Suara Mitha bergetar.
..." Anak itu perempuan dia sangat cantik..
Tapi Ibu memberikan pada Mantan suami Juli,
Ibu memberikan semua uang yang di berikan nyonya kaya itu agar dia mau mengurus bayi itu, karena ibu harus mengurus Juli yang sakit.
Ibu ga mau anak itu malah tambah bawa masalah jika dibawa kesini.
Belum lagi kalo gunjingan para orang orang desa sini..."
Jawab Ibunda Juli.
Hati Mitha terasa sakit, begitu mendengar jenis kelamin bayi tersebut.
..." Bu.. Bolehkah aku meminta nomer telepon mantan suami Juli Bu.."
Mitha semakin gelisah, rasa ingin tau nya semakin besar.
..." Ibu mana tau sekarang dia tinggal dimana..
dulu mereka mengontrak rumah tidak jauh dari pinggiran kali tinggal..." jawab nya
Apakah bayi yang dimaksud putriku..." Batin Mitha meronta-ronta..
butiran kecil terlintas dari kening Mitha, keringat dingin mulai mengucur di dahinya.
Ibu Juli bangkit dari kursinya dan mengambil foto dari laci bufet diberikan kepada Mitha.
..." Ini..
Foto mantan suami Juli..
Kamu seperti nya banyak uang , bisa suruh itu apa dektetip dektetip an mencari orang itu..."
tangan Mitha bergetar , kini hatinya menjadi hancur sehancurnya..
Mitha segera menatap wajah Arta .
Foto yang diberikan Ibu Juli adalah laki laki yang sempat berdebat dengan Mitha karena melakukan kekerasan kepada Arta.
Mitha memukul mukul dadanya yang terasa sesak..
Tangis nya semakin pecah..
Membuat Ibu Juli kebingungan dengan tingkah Mitha..
__ADS_1
..." Kenapa kamu menangis sekarang..???
Apa hubungannya kamu dengan bayi itu..???.."
Ibunda Juli mencoba menenangkan Mitha dengan mengusap usap kan punggung Mitha.
..." Mungkin Bayi itu anak ku Bu..
Jika benar yang dibawa Juli putri ku .
Maka mantan mertua ku benar benar kejam, beliau mengatakan jika putriku sudah meninggal.."
Mitha menangis sejadinya..
Ibunda Juli kini menjadi empati melihat keterpurukan Mitha .
..." Ini nak.. Ibu masih menyimpan pakaian pakaian Bayi itu.. sewaktu mantan suami Juli membawanya kesini.."
Rasa marah dan sedih kini bercampur menjadi satu ,
Helai demi helai pakaian kecil anak Mitha di peluk nya erat..
Pakaian yang diperlihatkan Ibunda Juli adalah pakaian yang Mitha persiapkan sebelum putrinya lahir..
..." Mah ..
Kenapa kamu kejam sekali..
Kenapa...???."
Mitha memeluk semua isi pakaian yang ada dihadapan nya..
Kini pandangan nya berpindah kepada Arta.
..." Lelaki ini lelaki yang sama ketika bersama Arta,
Apakah Arta putri ku..???
Ya Allah begitu indah skenario yang kau buat untuk ku..."
Mata Mitha memelas memandangi Arta.
Mitha pun segera pamit meninggalkan pedesaan itu.
pergi ke kamar Arsan mencari helaian rambut milik Arsan.
Tanpa menghubungi Arsan , Mitha kembali ke kota bersama Arta.
Mitha ingin segera mengambil sampel untuk Arta.
..."Jika hasil Tes DNA Arta cocok dengan Arsan..
Maka aku akan melakukan perhitungan pada mu Ibu Ratna.."
__ADS_1
Maki Mitha sambil melihat cermin terpancar amarah pada mata Mitha.
Likeeeeee terus ya...