
Mitha masuk bersama Erik dan Arta ...
Sofie ibunda Erik segera menyambut calon menantu nya danmemberikan pelukan hangat untuk Mitha.
Rasa canggung masih dirasakan Mitha ketika Sofie memeluk nya , namun begitu melihat mantan mertua nya terlintas di pikiran Mitha untuk memanasi dengan membalas memeluk Sofie , memberikan senyuman hangat.
Dewi Sang mantan mertua memberikan tatapan Sinis kepada Mitha .
..." Ini dia Anak mama..."
Ujar Dewi yang melihat Arsan dari arah belakang badan Mitha ..
Mitha tidak berani menoleh kebelakang, bisa bisa air dalam pelupuk matanya terjatuh di pipinya.
semua bertepuk tangan memberikan selamat untuk Arsan.
..." Dah siap belum mau ijab ni.." canda salah satu tamu disana.
Arsan kini berdiri tepat di depan Mitha...
kemeja putih berbalut jas hitam , dengan kopiah berwarna hitam juga memberikan kesan aura ketampanan Arsan.
Ada terselip rasa iri dalam diri Mitha , dimana ketika itu pernikahan mereka hanya di saksikan kedua orang tua saja dengan beberapa saksi, tidak ada pesta atau sajian makanan.
Bahkan sehelai kebaya cantik pun tidak dikenakan di badan Mitha.
Arsan menatap Mitha , hingga sang mama yang memperhatikan nya sangat tidak menyukai tatapan anak nya kepada mantan menantu nya , dengan segera menarik tangan Arsan untuk duduk di depan wali nikah.
..." Ganteng kan putra ku .
dapat istri yang sepadan , cantik , berpendidikan..."
Ujar Dewi membanggakan putranya .
Selang beberapa menit kemudian Sang mempelai wanita tiba..dan duduk bersanding di samping Arsan.
Wali nikah kini memulai acara dengan memberi nasehat dan wejangan terhadap kedua mempelai.
Arsan yang terus menatap Mitha membuat Mitha yang merasa tidak nyaman.
Berkali kali Mitha merubah posisi, mata Arsan terus mengikuti langkah nya.
..." Ibu aku ingin minum ..
Aku ingin minum jus yang nenek Sofi buat .." Pinta Arta.
Arta akhirnya menyelamatkan diri nya dari tatapan maut Arsan.
Hingga Mitha berpamitan Erik untuk keluar gedung bersama Arta.
__ADS_1
Mitha melangkah kan kaki nya sambil menggandeng Arta .
..." Sudah siap Nak Arsan mengucapkan ijab ...???..."
Mendengar Ucapan sang wali nikah, denger segera Mitha melangkah kan kaki nya meninggalkan tempat acara tersebut.
Matanya kini berkaca kaca...
Arsan memang ditakdirkan untuk menjadi kisah cinta sementara untuk dirinya.
..." Apa kita akan kesana lagi Bu...???..."
Tanya Arta yang sedang meminum minuman yang di inginkan Arta.
..." Arta ga mau kesana lagi???
Biar Ibu telepon pipip Erik... Kalo kita disini saja..." Jawab Mitha.
Arta mengangguk angguk kecil kepalanya...
Mitha lalu menyala kan mesin mobil dan menyalakan udara pendingin, lalu mengambil ponsel dalam tas kecil nya...
Ceklek..
Pintu mobil terbuka..
Betapa terkejut nya Arsan kini berada di dalam mobil tepat sebelah Mitha.
Arsan tidak menjawab ,dia langsung melajukan kendaraan tersebut dan pergi meninggalkan tempat Arsan dan istri nya melangsungkan pernikahan...
Mitha menoleh kebelakang , beberapa orang nampak bergerumbul ..
Ponsel Mitha berbunyi panggilan Erik tertera di ponsel tersebut.
Arsan segera mengambil ponsel tersebut dari tangan Mitha.
..." Kubawa Mitha bersama ku, sampaikan maaf ku kepada keluarga besar, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini..."
Ucap Arsan dan segera mematikan ponsel tersebut.
..." Turun kan aku..."
Pinta Mitha dengan tegas.
..." Tidak...
Aku ingin kau ikut bersama ku..."jawab Arsan.
..." Untuk apa...??
__ADS_1
Kak !!!
kumohon hentikan mobil ini ..."
Mitha kembali meminta Arsan untuk memberhentikan nya.
..." Tidak mau..
Susah payah aku sudah meninggalkan acara pernikahan itu,
Aku ingin bersamamu..
semoga mama mau mengerti keputusan ku"
jawab kembali Arsan sambil terus melajukan kendaraannya,
Hingga terjadilah sedikit perdebatan antara Mitha dengan Arsan.
..." Kalo kk ga mau berhenti jangan salahin Mitha turun dari mobil dengan meloncat..."Ancam nya...
..." Ibu aku takut..."
Arta mulai menangis di sheet belakang.
Mitha baru tersadar jika ada gadis kecil yang sedang menyaksikan pertengkaran dirinya dengan mantan suaminya.
Arsan yang melihat Arta yang sedang menangis ketakutan dari kaca mobil segera menepikan kendaraan nya dan menoleh ke belakang.
..." Anak sapa ini...???..."
Dengan segera membuka Safebelt dan mengambil Arta, memangkunya dalam pangkuan Arsan, belaian lembut wajah mungil Arta untuk menenangkan nya.
..." dia putri ku..."
Mitha mengambil Arta dari pangkuan Arsan dan mengusap punggung Arta untuk menenangkan nya.
..." Ahhhh mama cerita dari Tante Sofie, jika Erik dan dirimu mengambil anak dari jalan karena anak ini mengalami kasus kekerasan anak.
Ternyata anak ini ...
cantik sekali...
pasti anak kita sebesar ini jika masih ada .."
Ucap Arsan sambil memandangi wajah Arta,
Arsan pun mengatakan kepada Arta untuk tidak takut kepada nya .
Arsan mengambil nafas dalam dalam dan berbicara baik baik kepada Mitha, jika Arsan ingin bersama Mitha.
__ADS_1
Kendaraan pun kembali dilajukan.
Mitha hanya bisa terdiam sambil memeluk Arta dalam dekapannya.