
..." Sampai kapan kamu bersembunyi di dalam selimut itu...??? ..."
Ledek Erik menarik narik selimut yang menutupi Mitha dari ujung rambut hingga ujung kaki.
..." Bagaimana mungkin aku keluar dari selimut ini , jika kamu tidak meninggalkan sehelai pakaian pun di badan ini.
dan rasanya perih sekali , membuat ku sulit untuk bergerak.."
Erik menggerak gerakan badan Mitha dan menyuruh nya bangun..
..." Aku masih ngantuk.. "
jawab Mitha dalam persembunyian nya.
..." ya udah aku mau ikut tidur aja..."Erik mencoba ingin masuk ke dalam selimut tersebut..
Mitha menjerit ketakutan mendorong Erik agar tidak masuk..
Namun tenaga Erik lebih kuat melingkar kan tangan di pinggang Mitha dan menarik nya hingga wajah mereka saling berdekatan...
Kini terlihat kembali pemandangan yang membuat Erik kembali tinggi..
..." Satu kali lagi ya.." ajak Erik
Erik mulai menyentuh pepaya muda yang sudah siap disantap.
Meskipun Mitha menggeleng kan kepala nya, Aksi koboi Erik tetap dijalankan,
Hingga Mitha kembali menerima serangan serangan nakal yang diberikan Erik.
Setelah beberapa jam Erik, Erik lalu membersihkan diri, memakai kaos merah dan celana jeans, untuk pekerjaan kantor nya yang tertunda.
Sebelum turun kebawah untuk melanjutkan meeting yang tertunda,
mencium kening Mitha yang masih tertidur pulas.
Sorakan para kolega tentang pengantin baru membuat Erik tersipu malu..
Rambut yang masih basah dan tanda merah cakar an kuku terlihat jelas di area leher Erik..
Arsan Nampak tidak percaya , pikiran nya mungkin sengaja memanasi nya .
dan masih percaya jika Mitha belum berbuat yang lebih jauh dengan Erik.
Hingga satu notifikasi masuk merubah mood nya menjadi berbunga-bunga.
..." Aku duluan ya kepala ku sedikit sakit..."
Pamit Arsan begitu melihat notifikasi pesan tersebut. Hati nya nampak gelisah hingga ingin segera meninggalkan pertemuan tersebut.
..." Ga makan dulu..?.."
Tanya salah satu team Arsan.
..." Dia sudah kebanyakan minum tadi malam..
__ADS_1
Lucu nya hanya berdiri di depan kamar Pak Erik tadi malam..."
Jawab team yang lain.
Toni yang ikut bersama Arsan segera membela Arsan,
Jika Arsan berdiri didepan kamar itu sedang menunggu kunci yang tertinggal...
Erik tersenyum kecut mendengar jawaban Toni.
Erik tau alasan Arsan di depan kamar nya karena ada Mitha disana .
Arsan segera meninggalkan tempat acara tersebut, berjalan masuk dengan cepat ke dalam lift..
..." Mitha tunggu aku aku datang..."
Ucap nya dalam hati dan segera menekan tombol lift kamar Mitha berada .
didepan kamar Mitha,,
jantung Arsan berdegup kencang...
Mengatur jalan nya nafas , dan mulai mengetuk pintu kamar hotel tersebut...
Mitha membuka kamar tersebut dan menyuruh Arsan masuk.
Arsan merasa senang karena Mitha memanggil nya.
Angan angan nya kini kembali bersama kembali .
sambil berjalan ke sebuah lemari kayu jati.. membuka tas koper kecil nya mengambil sesuatu di dalam nya...
Mata Arsan terbelalak melihat Mitha mengembalikan kalung yang sempat di berikan kepada Mitha kala itu...
..." Aku kembali kan barang ini..
Rasanya tidak etis jika aku sudah menikah tapi masih menyimpan barang peninggalan dari mu..."
Ucap Mitha dengan lembut.
Arsan meradang. Hingga bangkit dari kursi nya..
Menghampiri Mitha dan mengguncang guncang kan tubuh Mitha.
..." APA YANG KAU LAKUKAN ?
Bukannya kamu memanggil ku karena ingin kembali kepada ku..."
Ucap Arsan dengan nada amarah...
Mitha mencoba menepis cengkraman Arsan..
..." Lupakan aku ..
Ayolah ,
__ADS_1
Terima lah .." pinta Mitha dengan lembut.
Arsan semakin kesal mendengar ucapan Mitha..
..." Aku ingin memperbaiki hubungan ini..
Aku ingin kita kembali..."
Arsan merajuk memohon kepada Mitha..
Namun Mitha menjawab nya dengan menggeleng kan kepala nya..
..." Tidak ..tidak mungkin
Aku akan berbakti pada Erik suamiku..
Maaf..."
Arsan kembali menatap Mitha dengan penuh amarah...
Matanya menatap tajam Mitha menanyakan apakah Mitha mencintai Erik..
..." Aku akan berusaha belajar dan mencintai Erik..." ucap Mitha kembali.
..." Apakah kalian...???.."
Lirih Arsan menatap rambut Mitha yang masih basah...
..." Iya ..
Erik dan aku sama sama sudah menjalankan sunah dalam pernikahan.."
Mata Arsan berkaca kaca jawaban yang meledakan telinga nya...
Arsa bangkit berdiri dengan kaki yang melemah..
..." Jadi tadi malam benar kalian melakukan nya...???.."
Bergetar suara Arsan menanyakan ny sekali lagi kepada Mitha .
Mitha menjawab nya dengan anggukan kepala..
...Maaf...
UCapan maaf Mitha tidak di indahkan Arsan..
sambil mengambil kalung pemberian nya dahulu..
Arsan berjalan keluar pintu Kamar Mitha.
Dan pergi tanpa menoleh kebelakang...
..." Maafkan aku Kak..aku ingin melindungi Arta putri kita.."
Batin Mitha sambil menatap kepergian Arsan dari pintu Kamarnya.
__ADS_1
Like nya