Kisah Klasik

Kisah Klasik
pilihan yang sulit


__ADS_3

Waktu menunjukkan Pukul 11 malam,


Thoriq mengantar Mitha pulang hingga tepat depan gerbang kos kos an nya...


..." Istirahat lah...


Maaf Jika ini sangat menggangu mu.


Mengenai permintaan ku tentang..."


Belum menyelesaikan kalimatnya, Mitha segera memotong Ucapan Thoriq...


..." Maaf!!!


Sampai saat ini aku tidak memikirkan yang sedang bapak pikirkan..


Aku masih ingin sendiri, mencari uang , menggapai mimpi ku,


Dengan atau tidak ada kejadian ini, aku memang belum berniat pak.."


Helaan nafas terdengar amat dalam di telinga Mitha..


..." Aku akan menunggu mu..


Mendapatkan perhatian mu..


hingga kamu akan mengatakan Yes I do..."


Mitha segera turun dari kendaraan Thoriq,


lambaian tangan Mitha , membuat Thoriq menjalankan mesin mobil nya meninggal kan tempat kos Mitha.


Dengan segera Mitha membuka pagar kos kos nya,


Namun baru beberapa langkah


Terlihat Arsan dan Toni menunggu depan taman kos kos an mereka...


Ingin rasa nya Mitha berlari kencang, masuk kamar kosnya, namun apa daya


Mitha sadar tidak akan berhasil dari kedua pria tersebut.


..." Aku ingin bicara pada mu..."


Ajak Arsan..


..." Apa lagi yang ingin kakak bicarakan..??.."


Tanya Mitha ketus.


..." Ayo Kita ke rumah mamaku .."


Arsan memegang tangan Mitha dengan erat.


Mitha menyipitkan kedua matanya ..


Ajakan Arsan membuat bulu kuduk Mitha berdiri...


..."Untuk...???.."


..." Aku akan meminta kepada mama ingin menjalin hubungan dengan mu lagi,


dan meniatkan untuk mempersunting kamu kembali..."


Jawab Arsan.


..." Kak Arsan!!!.."


Mitha menaikkan nada suaranya.

__ADS_1


..." Kamu pasti ingin mengatakan jika aku gila..


Iya Aku gila Mit..


Aku gila.


Ternyata aku sadar kalo aku memiliki rasa terhadap mu...".


Ucap Arsan menyakinkan Mitha.


Mitha tertawa mendengar Ucapan Arsan...


..." Rasa???


5 Tahun kak pasca kita berpisah,


kakak bilang rasa??


Kakak serius memikirkan ku???


Sedangkan aku dan kakak nya tidak ada komunikasi,


Kita baru bertemu kembali .


Memiliki rasa, atau kakak takut aku dimiliki sepupu kakak?? ..."


..." Ini saksi nya..


Ton, ayo katakan !!!


Katakan Ton, kalo selama di inggris aku selalu membicarakan Mitha, aku merindukan nya..


Ayo Ton jawab..."


Ucap Arsan memaksa Toni untuk berbicara .


Berpamitan ingin beristirahat ..


..." Lupakan ajakan dan niat kakak tadi,


Aku tidak mau berurusan lagi dengan keluarga kakak.


Oh iya ngomong ngomong selamat ya atas pilihan ibu Kaka..


Dia cantik, Sepadan lagi seperti yang dikatakan ibu kakak..."


Arsan melihat bayang bayang Mitha yang meninggal kan Tempat Toni dan Arsan.


..." Mama...??? ( sambil memukul kecil kening nya)


Aku lupa tentang perjodohan ini...


Aku harus segera menemui mama,.


Ton !!


Aku pergi dulu..


Tolong tetap awasi Mitha,


Aku takut mama akan menyakiti dia lagi..."


Ucap Arsan segera meninggalkan Kos kos an tersebut.


Mah


Mah


Mah

__ADS_1


Panggil Arsan di ruang keluarga,


hingga membuat Sang mama keluar dari kamar peristirahatan nya...


..." Kalo kamu mau bahas tentang perjodohan mu, mama ga mau jawab.


Itu sudah pilihan mamah. Titik..." Ucap Dewi


Arsan menyipitkan matanya memandang mata mama nya lekat lekat.


..." Sampai kapan mah..???


Sampai kapan aku jadi boneka yang mamah inginkan...


Kini aku sudah menjadi CEO ,


Tak boleh kah aku memilih calon pendamping ku sendiri.."


Pinta Arsan dengan memelas..


..." Ars !!!!


Ingat Ars ,kamu adalah pengganti papamu..


kamu harus menikah dengan wanita yang sepadan, sederajat, agar semakin kuat kedudukan mu..


Lagipula Bella ternyata menyukai mu sejak kecil, Jadi kamu tidak perlu repot-repot mengambil hati nya ..."


Wajah Arsan seketika memerah menahan kegeraman nya,


lalu kembali lagi merajuk agar boleh menentukan pilihan wanita nya sendiri..


..." Apa sih hebatnya Mitha itu ???


Sudah lah Ars,


Dia sudah cocok dengan Erik,


Seperti Om kamu mendapatkan mama Erik nya yang dari kalangan biasa..,


Begitu juga Erik pasti mendapatkan dari kalangan biasa,


Mama tidak mau kamu melawan perintah mama,


Pertunangan mu akan segera dilaksanakan,


Jadi bersiaplah,


2 hari lagi kalian akan fitting baju..


Jangan membuat mama kecewa Ars..."


Mama Dewi pun pergi meninggalkan Arsan di ruang keluarga sendirian..


Sambil memukul-mukul meja, Arsan melampiaskan kekesalannya terhadap peraturan mamanya sendiri..


Masih dalam posisi berlutut dan menitikkan airmata ,


Arsan mengingat janjinya terhadap almarhum Papanya jika Papa Arsan tiada, Arsan akan melindungi Mamah, sodara perempuan nya dan perusahaan nya .


..." Pah..


Andaikan kamu masih ada,,


Papah pasti akan mengabulkan dan .


permintaan ku . "


Pilu Arsan dengan kepala yang tertunduk..

__ADS_1


__ADS_2