Kisah Klasik

Kisah Klasik
Benci dan rindu


__ADS_3

Sambil menina bobokan Arta, Mitha mulai memikirkan cara menghadapi sikap Erik..


..." Pelan pelan jangan gegabah..


Mengalah dulu untuk menang..."


Batin Mitha sambil menepuk nepuk bahunya.


Melihat Arta sudah tertidur,


Mitha kembali ke kamarnya,


Dalam otaknya kaki nya enggan kembali , tapi Mitha tidak ingin mertua nya tau jika Erik dan dirinya sedang ada masalah


..." dia sudah tertidur..."


Ucap nya sambil memandangi wajah Erik dengan suara pelan. ..


Mitha merapikan sofa di dekat tempat tidur nya dan mengambil satu bantal dan guling diletakkan di sofa tersebut,


Melihat Selimut Erik terjatuh dilantai..


Mitha mengambil nya dan menutup badan Erik yang sudah tertidur...


..." Jika aku jahat bisa saja aku membekap mu dengan selimut ini..


Hingga kamu tidak bisa bernafas"


Batin Mitha yang memaki Mitha dengan wajah yang masih kesal ..


Setelah menyelimuti Erik , Mitha beranjak kembali menuju ke kursi panjang nya


Namun....


SREEEEEETTTTTT....


Erik menarik Mitha ,,


hingga badan mereka kini saling


 bersentuhan...


..." Tidurlah di tempat tidur,


Tidak ada yang menyuruh mu tidur di sofa..


Aku ga mau mami papi ku memarahi ku


Ucap Erik dengan tegas...


Mata Mitha menatap tajam Erik dan menolak untuk tidur seranjang dengan Erik, dengan menampik tangan Erik.


..." Bukankah kau menyukaiku..??


Untuk apa harus satu tempat tidur..."


Erik yang melihat cara bicara Mitha membuat hati nya tidak bisa menahan gejolak rindu.


tanpa berpikir panjang segeramendekap Mitha dengan paksa


dan menyentuh bibir Mitha dengan liar..


 Mitha yang merasa seperti dipermainkan berusaha melepaskan diri dari dekapan Erik, Namun tenaga Erik semakin erat memeluk nya...


Hingga terdengar suara rintihan Mitha, yang kesakitan karena tenaga Erik membuat Erik terhenti dan mundur beberapa langkah...


..." A_ aku membencimu.. melebihi cinta ku..


K_au arrrrggghhhh..."


Ucap Erik meninggalkan kamar nya


Mitha terjatuh duduk dengan lemah dan hanya bisa menangis ..


..." Apa salah ku ..


Kenapa dia seperti itu .." tangis Mitha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Mitha kembali ke tempat tidur dan memiringkan badan nya ..


Menyelimuti dirinya...


..." lebih baik aku tidur daripada dia akan melakukan hal gila lagi .."

__ADS_1


ucap Mitha sambil berusaha memejamkan matanya ..


Pagi hari nya


Erik yang semalam kembali dengan masuk mengendap endap,


Tersentak kaget karena Mitha yang tidur disampingnya pagi ini tidak ada...


Membuka mata nya lebar lebar lalu


Segera bangkit dari tempat tidur...


Memeriksa lemari pakaian milik Mitha..


Terpikir Mitha kabur dari dirinya,...


..." Pakaian nya masih ada..." Ujarnya


Erik segera membuka pintu kamar nya berlari kebawah.


Rasa takutnya berubah menjadi rasa lega, melihat Mitha sedang berada di dapur membantu Sofia mami nya yang sedang memasak...


Erik melangkah kan kaki nya dengan cepat menuruni anak tangga sampai nafas terengah engah....


Hingga sampai di hadapan Mitha...


Tanpa memikirkan apa apa lagi Erik memeluk nya...


Memeluk seperti orang yang tidak ingin kehilangan..


Memejamkan matanya dan mengatakan aku takut kehilanganmu...


..." Ehem


Ehem


Ehem


nak...


Kamu sadar sekarang kamu dimana ???


Pengantin baru ini mang ga tau tempat ya..


Ledekan Sofie membuat Erik segera membuka matanya...


Dan baru tersadar dia sedang memeluk Mitha...


..." Aku mau rapi rapi nanti terlambat..."


Ucap nya dingin.


Dengan mengambil langkah seribu , Erik segera kembali ke kamarnya,


dan mengutuki kebodohan nya...


..." Mitha


Kenapa semakin aku ingin menyakiti mu,


Semakin aku takut kehilanganmu..." ujarnya..


Rasanya ingin melupakan kejadian di hotel tersebut..


Namun Erik adalah orang yang tidak menyukai jika sesuatu yang disayang nya di sentuh orang lain.


Setelah membantu ibu mertuanya memasak Mitha membawakan rebusan Air ketumbar dengan tambahan rempah rempah lain untuk diminum kan Erik.


Erik nampak sudah memakai kemeja dan hendak memakai dasi dilehernya ..


dengan segera meletakkan Cangkir minuman tersebut di atas meja kecil samping tempat tidur nya..


Kemudian membantu Erik memakai kan dasi untuk nya.


Tanpa suara Erik menolak dibantu oleh Mitha,,


Tanpa suara juga tangan Mitha menarik dasi tersebut..


Menatap Erik sekilas lalu memasang kan dasi untuk nya...


Erik yang bisa merasakan kemarahan Mitha, dan malu atas kejadian di dapur tadi hanya bisa menerima,


Setelah merapikan Dasi Erik dengan rapi,

__ADS_1


Mitha segera menyodorkan minuman tersebut..


Erik yang sudah terbiasa meminum minuman ketumbar segera menyeruput nya...


Namun ada rasa baru pada lidah nya...


campuran kayu manis dan cengkeh membuat rasa dan aroma menjadi lebih terasa .


Mereka berdua pun turun untuk sarapan pagi sambil menggandeng Arta putri kecil nya menuruni anak tangga.


..." Mi..


tumben masakan nya seperti ini..


biasanya western ,ini..."


Celoteh Haris yang baru duduk di meja makan..


..." Ini yang masak semua Mitha.


Mami sama mbak cuma bantuin aja.


Kali kali anak mu yang kebule bulean ini harus makan masakan tradisional..


Mitha juga katanya mau bawa ke studio untuk makan siang..


Kurang cocok sama makanan disana..


Tadi pagi gimana minuman yang dibuat Mitha?? seger ya .?? ternyata menantu kita ini juga minum tradisional seperti itu..."


Puji Sofie kepada Mitha..


..." Pantas berbeda dari sebelumnya..


Sekarang lebih terasa hangat.." batin Erik..


Mitha mulai menyendok kan nasi nya ke piring Erik.


Sofie pun meminta Erik untuk menghargai kerja paginya Mitha..


Istrinya sudah memasakkan Untuk Keluarga besar.


Erik menjawab dengan anggukan kepala..


..." Masakan apa ini...


Mami gimana sih , mami kan tau aku ga suka


Masa Aku harus pura pura menyukai masakan ini..


Kalo aku muntah gimana..


Sesendok dua sendok saja habis itu bilang sama mami aku ada rapat.."


Keluh Erik dalam hatinya yang mulai menyendok kan makanan tersebut masuk ke mulut nya ..


Sesendok dimasukkan ke mulut nya..


Erik tidak bergeming dan tetap mengunyahnya..


 Sendok an ke dua dimasukan lagi ke dalam mulutnya..


Kali ini mempercepat kunyahan nya...


Semua memandang Erik yang sudah lebih dari tiga kali memasukkan ke dalam mulutnya..


Bahkan makanan yang ada pada piring Erik sudah mau habis.


..." nak.


 doyan apa lapar..." Ledek Sofie..


..." ini beneran enak...


Ga mungkin aku muji dia.."


Batin Erik memuji masakan Mitha..


..." Lumayan.." jawab Erik datar


..." Lumayan kok habis..."


Sambung Haris.

__ADS_1


Mitha hanya tersenyum kecil..


__ADS_2