Kisah Klasik

Kisah Klasik
ingin menghindar


__ADS_3

..." Pagi yang indah...


akhirnya aku kembali ke rutinitas ku seperti biasa menjadi penyiar Radio..


Berita infortement juga sudah menyiarkan jika Arsan pemilik stasiun televisi akan bertunangan dengan Atlet renang kebanggaan Indonesia..


Walau sudah dua hari ini Kak Arsan masih terus menghubungi ku, aku ingin segera melihat Kak Arsan mengikat Janji pada wanita yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya .."


Bisik Mitha dalam hatinya...


Ponsel Mitha berdering,


Panggilan Thoriq membuat nya bermalas-malasan mengangkat nya...


M: Apa..??


T: He he..


Aku sudah didepan, kamu sudah siaran kan , ikut aku yuk...


M: Aku mau pulang..


T: Mama ku ingin bertemu dengan mu...


M: €¥¢£¢¢€¥


T: Hallo


Kamu masih disana kan???


Mitha melamunkan dirinya..


Jahatkah dia , jika Mitha memanfaatkan Thoriq agar Arsan tidak menggangu nya.


..." Apakah ini jalan satu satunya,


Agar kak Arsan tidak menggangu ku???.."Batin Mitha.


Mitha akhir nya menyetujui permintaan Thoriq,


Pulang dengan Thoriq yang sudah menunggu nya dan menaiki kendaraan sport nya menuju rumah kediaman Thoriq.


..." Mulai sekarang mulai lah memanggil ku Erik..


Thoriq itu hanya di dunia kerja, sedangkan orang orang terdekat ku semua memanggil ku Erik..." Pinta Erik , Mitha menjawab nya hanya satu anggukan kepala dengan tidak bersemangat.


Ciiiiiiiiiiiiiit

__ADS_1


Rem mendadak membuat Mitha hampir terbentur ke depan


..." Apa tadi??


Apa kita menabrak seseorang...???"


Ucap Erik dengan panik


Mitha segera menekan Safebelt milik nya dan membuka pintu mobilnya, Erik pun melakukan hal yang sama lalu menyusul Mitha keluar mobil.


Seorang Anak perempuan kecil dengan berpakaian lusuh kini tergeletak di jalan,


Beberapa orang mengerumuni Mobil Erik dan Mitha untuk meminta pertanggung jawaban..


..." Kami akan bertanggung jawab membawa ke RS, anak ini datang tiba-tiba, kecepatan mobil kami pun tidak sedang mengebut .."


Bela Erik yang takut diamuk massa.


Tiba tiba datang Seorang lelaki yang usianya sekitar 40 tahun dengan bernada keras


..." Mau dibawa kemana anak itu??


TURUN KAN!!!! Perintah pria itu .."


..." Anak ini terserempet mobil kami, dan kami akan membawa nya ke RS,


Saya akan bertanggung jawab, bapak bisa ikut saya..." Ucap Erik.


Lelaki itu malah melarang nya dan menyuruh Erik untuk menurunkan nya.


..." Tidak ada Rs , turunkan anak sial itu ..."


Perintah nya sekali lagi , ingin mengambil anak itu dari gendongan Erik .


Mitha menyipitkan matanya,


Rasanya kesal sekali mendengar kata anak Sial.


..." Pak di dunia ini ga ada anak sial.


Anak Bapak terluka , kami berniat baik membawa ke Rumah Sakit..."


Mitha menaikkan nada suaranya.


Lelaki itu menatap Mitha dengan tajam, Erik segera memasang badan nya untuk melindungi Mitha .


Anak itu mencoba menyentuh tangan Mitha ,dengan mata memelas membuat Hati Mitha terasa kacau, Sentuhan nya merindukan sentuhan anaknya yang telah tiada.

__ADS_1


Dengan suara kecil dan terbata bata Anak kecil itu meminta tolong kepada Mitha


Perseteruan antara Erik dan lelaki itu pun terjadi,


Semua orang yang berada disana ,setuju pada Erik dan Mitha yang ingin membawanya ke RS.


Akhirnya Mitha dan Erik berhasil membawa nya RS meletakkan di bangku belakang bersama Mitha yang memangku nya.


..." Kamu bisa menggendong nya kan..??


Aku akan ke bagian Administrasi untuk mendaftar kan nya,


Bawalah anak ini ke ruang IGD.."


Erik memberikan anak itu ke pelukan Mitha,


Hati Mitha menjadi kacau dan sesak.


..." Begini kah rasa menggendong anak.." lirih nya .


Mitha segera membawa ke ruang IGD,


Dokter pun memeriksa anak tersebut dengan membuka helai demi helai pakaian yang dikenakan Anak tersebut.


..." Astaga..badan anak itu ."


Mitha dan dokter disana nampak terperangah melihat


Badan anak itu terdapat luka lebam di sekujur tubuh nya..


..." Dimana orang tua anak ini..??


Anak ini seperti mendapatkan kekerasan.."


Ucap sang dokter..


dengan mata berkaca-kaca,Mitha meminta agar segera memberikan perawatan untuk anak tersebut.


Hampir 3 Jam Mitha menunggu kabar dari Erik..


Sebentar melihat ke arah pintu kamar masuk ruang rawat,


lalu melihat ponsel yang tidak berbunyi menunggu panggilan dari Erik .


Beberapa jam yang lalu, Erik pergi ke tempat ditemukannya anak tersebut bersama beberapa polisi ingin menanyakan laki laki yang mengaku kerabat dari anak tersebut.


Mitha meminta Erik untuk mengusut kasus tersebut ,bila perlu memberi kan efek jera karena menganiaya anak dibawah umur .

__ADS_1


__ADS_2