Kisah Klasik

Kisah Klasik
Maaf


__ADS_3

Malam pun berganti pagi hari ,


Mitha dengan wajah yang masih semberingah keluar dari kamarnya .


..." Dasar..


Baiklah aku akan pergi ke pasar untuk memasak kan masakan yang kamu mau untuk kita malam ini.."


Gumam nya dengan wajah berseri seri.


Secarik surat tertulis Arsan untuk Mitha, diletakkan diatas meja makan,


yang mengabarkan jika Arsan sedang menuju ke kota ingin mempersiapkan beberapa berkas untuk pernikahan.


Mitha pun teringat Ucapan Arsan tadi malam.


..." Aku tidak mau...


Aku tidak mau menikah tanpa restu mamah mu .."


ucap Mitha .


Arsan memegang bahu Mitha , dengan mata penuh keyakinan Arsan menjelaskan rencananya untuk mereka.


..." Aku dan kamu akan tinggal disini.


Aku sudah tidak memikirkan jabatan ku disana .


Disini kita bisa usaha dari nol.


Asal kamu mau menerima apa adanya aku akan siap membahagiakan mu..


Ada mama , kakak yang masih bisa mengolah perusahaan papa. Sudah saatnya aku memikirkan kebahagiaan ku,


Mungkin dengan cara ini mama akan luluh dengan pernikahan ulang kita..." Ucap Arsan menyakinkan Mitha .


Mitha lalu mengangguk dan mengikuti permintaan dan keputusan Arsan.


Setelah sarapan Pagi ,


Mitha mengajak Arta untuk kepasar membeli keperluan bahan makanan yang dipinta Arsan pagi ini.


Dengan diantarkan salah satu warga disana yang tidak jauh dari tempat Mitha tinggal ,


Mitha pun mulai membeli beberapa kebutuhan dapur dipasar.


..." Ibu


ibu


kasian orang itu,


Diusir usir sama mereka,


Apakah orang itu sama seperti ku ? Dibenci??.."


Arta menarik narik pakaian Mitha yang sedang membeli sayur hijau dan menunjuk ke arah Jam satu.


Mata nya terbuka lebar,


Wanita lusuh dengan rambut acak acak an sedang di usir beberapa pedagang karena mengganggu lapak mereka.

__ADS_1


..." Bi Juli..." Dengan spontan Mitha memanggil nama tersebut.


Juli adalah salah satu pelayan di rumah besar Ratna mantan mertua nya, wanita yang rapi , bertutur lembut ,berkulit Langsat kini terlihat berpenampilan acak acak.


Juli adalah orang yang membantu Mitha ketika masa dalam kandungan ..


Seorang ibu yang sudah tua datang menghampiri Juli, dan memarahi nya serta memberikan pukulan kecil pada lengan juli karena keluar rumah kembali tanpa sepengetahuan nya...


..." Bik Juli.." Panggil Mitha kepada Juli .


Juli hanya menengok tapi tidak merespon Mitha.


Ibu tua yang berada disampingnya menanyakan kepada Mitha apakah mengenal putrinya.


Mitha menganggukkan kepalanya dan mengatakan jika Bik Juli adalah asisten rumah tangga di tempat mantan mertua .


Emosi Ibu tua itu seketika meledak , kini berbalik mencaci dan memukuli Mitha.


Menuduhkan jika karena perbuatan mantan mertua nya kini Juli bisa seperti ini.


Hari menjelang senja dan hampir malam, Arsan akhirnya kembali dari kota,


Membawakan sebuket bunga untuk diberikan kepada Mitha ..


Hati nya berdebar debat ingin bertemu dengan kekasih nya..


..." Mit..


Aku kembali ..."


Panggil Arsan dari ruang tamu, namun tidak ada jawaban dari Mitha .


Arsan mulai gelisah mencari Mitha kesana kesini..


Hatinya kini menjadi tak karuan , terpikir terjadi sesuatu pada Mitha,


Arsan berlari ke kamar Mitha , namun tidak menemukan Mitha maupun Arta.


Pakaian ganti nya pun masih ada di lemari .


..." Ada apa ini??


Apa jangan jangan Mamah menemukan Mitha...??.."


Ucap Arsan berbicara sendiri,


Segera merogoh ponsel dalam sakunya , menekan tombol Nama Mitha pada ponsel nya.


Suara ponsel terdengar jelas di ruang tamu, Arsan segera menghampiri suara bunyi ponsel yang ditujunya, berharap Mitha sudah kembali, dengan senyum semberingah Arsan memanggil namanya, Namun hanya deringan musik pada ponsel Mitha yang ada di sofa .


..." Mitha Dimana kamu.." Arsan bergumam sendiri dengan wajah cemas.


TRIIIIIIIING.....


Ponsel Arsan pun berbunyi dengan nomer ponsel Mitha sebelumnya, setelah semalaman Arsan menunggu kabar dari Mitha.


Arsan segera menekan tombol hijau , lalu segera menanyakan Keberadaan Mitha.


..." Sayang kamu dimana???


Kamu baik baik saja kan???

__ADS_1


Dimana kamu???


Biar aku menjemputmu..."


Tanya Arsan dari seberang sana.


Mitha meremas pakaian nya, menahan air mata agar tidak terdengar suara kesedihan nya...


..." Aku sudah di kota..."


Jawab Mitha menguatkan hati.


..." Kota???


Ngapain???


Kamu mau nyusul aku...??


Aku kan bilang segera kembali...


Sharelock posisi mu , biar aku segera menjemput mu..."


Arsan begitu semangat seakan akan tidak ingin kehilangan Mitha kembali..


Ketika Arsan ingin mengakhiri percakapan,


Mitha Mengumpulkan tenaga penuh,


dan segera menaikan nada suaranya...


..." Kak.. Maaf aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini..."


Arsan yang mendengar permintaan Mitha segera meletakkan kembali ponsel nya di telinga nya.


..." Ada apa Mith???


Apa mama bersamamu???


Mengancam mu...?


Mith...


Aku segera ke kota, Tunggu aku !!! Aku akan menjemputmu dan melindungi mu..."


Arsan segera mengambil kunci mobil dan segera menyalakan mesin mobil tersebut.


..." Cukup kak..


Cukup...


Ini bukan karena mamah mu..


Aku memang tidak ingin melanjutkan nya...


Aku sungguh tidak ingin bersamamu.


Aku menunggu mu pergi ke kota agar aku bisa segera pergi..


Kumohon jangan ganggu aku lagi..."


Mitha segera mematikan ponselnya ,

__ADS_1


Arsan yang masih ingin meminta penjelasan Mitha mencoba menghubungi Mitha kembali, namun Mitha tidak mau mengangkat nya.


Likeeeeeeee ya


__ADS_2