Kisah Klasik

Kisah Klasik
episode baru


__ADS_3

..." Hey...


Bangunlah..."


Arsan menepuk bahu Mitha dengan pelan, Mitha mulai menggerakkan sedikit badannya dan membuka bola matanya sedikit demi sedikit.


..." Kita dimana???.." Mitha Memutar mutar kan kepalanya melihat sekitar di sana.


..." Kota kecil, tempat awal kita bertemu..."


jawab Arsan.


Arsan turun dari mobil tersebut dan menggendong Arta masuk kesebuah rumah mungil.


Wangi semilir pedesaan membuat Mitha teringat akan masa masa muda nya...


..." Arta sudah kuletakan di kamarnya...


Kau lapar??


biar kumasaakan mie untuk mu..."


Mitha menggeleng kan kepala nya, namun isi perut nya berkhianat hingga mengeluarkan suara yang membuat Mitha malu...


..." Salin nya sebentar, handuk dan pakaian ganti sudah di letakkan disana .


air penghangat juga sudah aku nyalakan,


setelah itu kita makan bersama..."ujar Arsan.


Mitha masuk ke kamar tempat dimana Arta tertidur disana.


Melihat lihat tiap sudut kamar mandi,


mencari cari adakah kamera tersembunyi di ruang tersebut.


cetlak cetlek cetlak cetlek...


terdengar bunyi dari dapur, Mitha yang setelah mandi membersihkan badan nya dengan berganti pakaian bersih menghampiri Arsan di dapur yang sedang sibuk menyala kan api.


..."Tidak bisa menyala???.."


tanya Mitha , dengan gesit Mitha mengambil sebilah pisau diarahkan ke Arsan.


..." Mau ngapain kamu ..??


Mit... Jangan main main..." Muka Arsan nampak ketakutan melihat Mitha memegang pisau dapur.


Mitha tersenyum melihat wajah Arsan yang panik..


batang pisau dapur tersebut dipukul kan ke arah ujung selang gas beberapa kali.. lalu menyuruh Arsan untuk kembali menyala kan nya...


..." Kamu pikir aku akan melukai mu???


Rugi, Yang ada aku dipenjara ,


Tuh sudah nyala...,

__ADS_1


Jadi belum masak mie nya??? Aku pikir AQ sudah tinggal menyantap nya...


baiklah!!!


lebih baik sekarang kamu pergi mandi , mie akan segera aku masakan..."


ujar Mitha.


Arsan hanya tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


15 menit kemudian Makanan sudah di sajikan panas panas oleh mitha di meja makan.


Arsan nampak menyantap masakan buatan Mitha dan memuji rasa masakan tersebut.


..." Masakan mu enak sekali..." Puji Arsan yang memakan dengan lahap.


..." Sayang nya dulu aku tidak dapat memasak untuk mu.." batin Mitha.


..." Semua masakan sama , apalagi kalo kita lapar, semua akan terasa enak.." Ucap Mitha kepada Arsan.


..."Kita mulai dari Awal.." Ajak Arsan tanpa ekspresi.


Mitha menghentikan sendok yang sedang diayuhkan ke makanan nya setelah mendengar permintaan Arsan.


..." Jangan bermimpi..."


Jawab Mitha ketus.


..." Ini bukan mimpi, Ayo kita merajuk mimpi kita..." Ajak Arsan dengan antusias sambil menatap Mitha.


Menutup pintu kamar nya dan bersandar pada pintu tersebut.


..." Cerita apa lagi yang sedang kau buat untuk ku Tuhan???


Sungguh aku sangat lelah jika harus berurusan dengan laki laki ini..." lirih nya.


Hingga pagi harinya Mitha bangun bersama Arta melihat Hidangan lagi sudah tersaji,


Arsan memberikan sambutan pagi kepada dua makhluk tercantik di depannya.


..." Ini...???..."


tanya Mitha menunjuk ke arah sajian makanan yang dibuat Arsan.


..." Aku belajar masak sewaktu tinggal disana.


...Makan lah!!!...


Setelah itu kita akan jalan pagi bersama,


Aku ingin melihat usaha ku disini..."


Jelas Arsan.


Arsan pun memberikan sebuah ponsel untuk Mitha agar mudah menghubungi Mitha.


Mitha mengkerut kan kening nya.

__ADS_1


..." Usaha?


Usaha apa???..."


Tanya Mitha bingung , sambil menyendok kan nasi di piring untuk Arta sarapan pagi.


..." Rumah ini , tanah ini kubeli tanpa sepengetahuan mama, aku beli jika suatu hari nanti kita tua tempat kita beristirahat.


Usaha ku???


Aku membuat Pabrik kedelai dan diolah dengan berbagai macam olahan jajanan...


Sudah nembus sampai di negeri singa sana ,


Ikutlah !!!


biar kau tau betapa aku serius ingin mengulang kembali berumah tangga bersama mu..." Jelas Arsan.


Penjelasan Arsan membuat Mitha tidak dapat berkata apa apa lagi.


Melamunkan masa tua yang bahagia bersama Arsan.


..." Bu..


Pipip ga ada kesini..." rengek Arta yang mencari Erik tidak ada disekitar tempat tersebut.


Lamunan Mitha terpecah mendengar Arta mencari Erik.


..." Pipip...???"


Mitha merasa Panik dan mencoba mencari jawaban untuk Arta.


Arsan menghampiri Arta dan membelai rambut nya


..." Sama Ayah dulu ya.


Kamu ga pingin sama Ayah...


Disini kita istirahat, jalan jalan


Arta ga mau jalan sama ibu sama Ayah???"


Pertanyaan Arsan kepada Arta membuat


Mitha menelan Saliva nya dalam dalam dan mendengar Arsan memperkenalkan diri sebagai Ayah di hadapan Arta.


Seusai Sarapan Pagi,


Mereka berjalan menuju Usaha yang diceritakan oleh Arsan.


Sambil menggandeng tangan Mitha dan satu tangan nya lagi menggandeng tangan Arta,


terlihat keluarga Harmonis.


Mitha pun merasa kesempurnaan dalam rumah tangga jika ini menjadi nyata.


Jangan lupa like like nya ya.

__ADS_1


__ADS_2