Kisah Klasik

Kisah Klasik
Hari H


__ADS_3

Setelah makan malam selesai , Mitha berpamitan kepada orangtua Erik dan meminta untuk menjaga Arta.


Erik ditugaskan sang mama untuk mengantar kan Mitha ke tempat kos kos an nya dengan selamat.


Sepanjang perjalanan Erik harus mendengar kan ocehan Mitha untuk Arta,


Seperti ingin mendaftar kan segera status Arta dan menyekolahkan nya di sekolah pilihan Mitha rasa semangat 45 terpancar dari sinar mata nya , seakan akan Mitha sedang mengurus buah hati nya.


..." Sudah sampai nyonya..."


Seru Erik sambil mengucek ucek telinga nya...


Mitha menoleh ke kanan terlihat bangunan kos kos an bertingkat didepan mata nya.


..." Sudah sampai ya...?


Ga berasa ya...!


Padahal masih banyak yang ingin aku rencanakan untuk anak itu..."


Erik menatap Mitha dengan penuh kesabaran,


Memegang kedua bahu Mitha .


..." Setidaknya selipkan impian rencana mu untuk masa depan kita.." Ucap Erik dengan pandangan serius.


Mitha hanya menundukkan kepala nya...tidak berani membuka suara nya kembali..


Lalu segera membuka Safebelt kepemilikan nya dan berpamitan tanpa memberi tanggapan ucapan Erik.


..." Hey.. Salim nya mana???..


Atau kemarikan keningmu agar aku menciumnya.."Panggil Erik dengan nada suara yang sedikit serius.


Mitha menoleh kebelakang dan melihat Erik sedang menyodorkan punggung tangan nya tanda berpamitan Mitha kepada dirinya...


..." APA INI...???


Harus..???.."


Desis Mitha...mata nya terbelalak melihat tangan Erik yang disodorkan di hadapannya, dan Erik mengangguk anggukkan kepalanya.


..." Ya harus lah ..


Aku kan sekarang Papa Arta dan kamu mama nya..."

__ADS_1


Jawab Erik, Suasana yang tadinya hening kini menjadi tawa kecil untuk mereka berdua,


Mitha pun memberi pukulan kecil dilengan Erik.


..." Tersenyum lah Mitha..


Seperti itu tersenyum lah..


Aku akan membuat dirimu tersenyum itu janji ku..."


Batin Erik yang tersirat ingin membahagiakan Mitha .


Mitha pun berpamitan kepada Erik dengan senyum lebar melangkah kan kaki nya ke kamar kos nya...


Hatinya terasa berbeda begitu melihat Arta,


Jiwa keibuan seperti bangkit kembali.


Rencana rencana sudah ada dikepalanya membawa nya ke pusat perbelanjaan itu rencana awal yang akan Mitha lakukan esok hari.


..." Mit..."


Panggil salah satu tetangga kamar nya dan segera memberikan sebuah buket bunga Lily .


Mitha membawa buket bunga tersebut dan sekotak hadiah kedalam kamarnya,


..." Arsan..." ucapnya dengan suara pelan Mitha pun kemudian membuka isi pesan dalam amplop tersebut dan memulai membaca nya .


..." Mit...


Aku tau ini terlambat..


Tapi izinkan aku memberikan hadiah ini untuk mu.


Dalam Kotak hitam ini ada kalung yang harusnya aku kirimkan sewaktu aku di inggris, terpikir aku ingin memberikan mu ketika dirimu telah melahirkan anak kita ke dunia.


aku ingin kamu menerima nya, tapi kenyataannya kita harus berpisah,


Mith ..


Aku mencintaimu..."


Tangan Mitha terasa gemetar sesuai membaca surat tersebut.


Sepucuk Surat dengan aroma wangi bunga tersirat ungkapan hati Arsan kepada Mitha,

__ADS_1


Membuat Mitha meneteskan air mata nya di atas kertas tersebut,


Mitha pun membuka isi kotak hitam berisikan kalung yang di desain berbentuk bulan dengan bola permata ditengah bulan sabit tersebut.


..." Jika memang kamu mencintai ku, kenapa dulu kau gugat aku...


Kenapa kamu ingin berpisah dengan ku .."


Tangis Mitha menjadi pecah , terisak Isak mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu..


Akhirnya Hari Pernikahan Arsan pun tiba dengan Bella pilihan orangtua nya...


Mitha yang sedari awal tidak ingin ikut menghadiri akhir nya mengikuti permintaan Erik.


Dengan perdebatan cukup Alot dan ancaman kecil akan menaruh Arta di panti sosial, jika tidak menemani Erik ke pernikahan sepupu nya, membuat Mitha akhirnya mengikuti permintaan Erik.


..." Buktikan Jika kamu benar benar ikhlas didepan keluarga Arsan...


Buktikan jika kamu sudah move on tidak memikirkan masa lalu lagi..."


Ucap Erik di tempat mobil yang terparkir di depan gedung pernikahan yang akan diselenggarakan oleh Arsan dan calon istri nya...


..." Harus nya aku turun dan masuk ke dalam sana???.."


tanya Mitha.


..." Harus..


Jika perlu tunjukan senyum terbaik dan keikhlasan mu untuk Arsan dan calon istri nya..."


Jawab Erik.


..." Tapi ..."Mitha nampak ragu..


Bibir nya sesekali Mitha menggigit ny karena keraguan nya,


Jantung nya berdegup kencang seperti akan terjadi sesuatu...


Erik segera menggendong Arta dan mengandeng tangan Mitha dengan lembut.


Dengan pandangan menenangkan, Erik memberikan senyum yang hanya untuk Mitha.


..." Ayo ..!!!...


...Percayalah kepada ku...

__ADS_1


Masuk dan lawan rasa trauma mu . " ujar Erik.


Likeeeeeeee nya yuk ditunggu.


__ADS_2