Kisah Klasik

Kisah Klasik
Berubah


__ADS_3

..." kita checkout hari ini..."


Perintah Erik dengan wajah yang masam..


Segera mengambil tas koper nya dan merapikan nya..


Mitha nampak bingung dengan perubahan mood Erik hanya mengikuti perintah Erik ikut merapikan barang barang masuk ke dalam koper nya .


Mitha memandangi Erik yang bermuka masam.


Dalam pikiran nya apakah Mitha berbuat salah karena


Semalam sampai pagi ini Erik masih berbuat manis


Tapi wajah nya berubah setelah sepulang dari pertemuan kerja ny .


..." Kamu kenapa...???.."


Tanya Mitha pemasaran...


..." MMM aku???...


Kenapa???


Biasa aja..


Aku duluan turun ya .. Kita Ketemu di lobby..."


Tanpa menoleh kebelakang kembali Erik segera meninggalkan kamar hotel tersebut.


Mitha masih berpositif thinking tidak mengambil pusing , mungkin ada masalah kecil di pertemuan tadi...


..." Salep pereda nyeri...?


Tuh Kan dia perhatian..."


ucap Mitha tersenyum malu Melihat kotak obat kecil yang ada di atas meja.


Dalam perjalanan pulang Erik juga tidak mengeluarkan sepatah suara pun..


Mitha pun enggan memberikan pertanyaan kepada Erik.


Bahkan ketika membeli oleh oleh Erik membeli sendiri tanpa melibatkan Mitha ..


Didalam pesawat Erik pun sibuk melihat berkas berkas pekerjaan nya .


Pesawat pun mendarat..


Erik masih tidak membuka suaranya .


Bahkan Erik berjalan di depan Mitha.


Meninggal kan Mitha membawa koper milik nya sendiri...


..." Pipip... " ...


...Panggil Arta yang sudah menunggu kedatangan Erik dan Mitha......


Erik segera meraih tangan Mitha dan menggenggam nya dengan mesra.

__ADS_1


Mitha kini dibuat terheran Heran dengan Erik. Dari Bali hingga sampai ke bandara Erik tidak mengeluarkan suara bahkan tersenyum..


Kini Erik memandang Mitha , menggenggam tangan nya bahkan tersenyum kepada Mitha didepan Arta dan keluarga nya...


Selama perjalanan pulang menuju ke rumah Mitha memandangi Erik dengan heran..


bahkan di depan mama Sofie , Erik membelai dan mengecup kening Mitha...


..." Kamar kalian sudah rapi..


Bahkan Mama sudah membelikan pakaian dan barang2 keperluan mu yang baru untuk kamu Mitha ..


Istirahat lah..."


Mitha mengerutkan kening nya


..." Baru..?


Tapi di kos kos an ku barang barang belum aku ambil mah.."


Erik memandang Mitha dengan mesra , mengecup kembali kening nya..


..." Bawa yang perlu saja sayang..


Mama sekarang serasa punya anak perempuan untuk membuat nya menjadi cantik.." Ucap Erik


Tawa Sofie begitu nyaman dan mengusap usap punggung Mitha mengatakan jika dia sekarang menjadi wanita paling bahagia, punya anak dan cucu perempuan ada di rumah nya...


Sofie pun menyuruh Erik dan Mitha untuk beristirahat...


Sambil bergandengan tangan mereka menapaki anak tangga hingga masuk ke kamar nya ...


Aku ingin keluar kembali..."


Ucap Erik dengan datar..


Mitha kembali terbuat Heran dengan Erik..


Baru saja beberapa menit Erik berkata kata manis, mencium kening nya. Bahkan bergandengan tangan di sepanjang anak tangga.


..." Permisi...???


Apa aku ada salah...


Sepanjang perjalanan pulang kamu mendiam kan ku..


Lalu begitu ada Arta dan orang tua mu kamu merubah sikap mu menjadi laki laki yang romantis.


Dan Kini kita hanya berdua seperti orang asing kembali..." Komplen Mitha depan Erik.


..." Kecil kan suara mu..!!.."


Printah Erik.


..." Tidak!!!


Aku tidak mau ,


sampai kau mengatakan ada apa?

__ADS_1


Apa aku ada salah?.."


Erik hanya menatap Mitha,


bukan nya menjawab malah menggendong


nya membawa nya ke atas ranjang bernuansa


hijau tosca..


Tok


Tok


..." Pipip..."


Panggilan Arta mengetuk pintu kamar membuat Erik terhenti melakukan aksi Koboy nya.


Erik merapikan pakaian nya yang terlihat berantakan, lalu segera membukakan pintu untuk putri kecil nya..


Menggendong dan membawa Arta diatas pangkuannya.


..." Ada apa...???..."


tanya Erik dengan lembut..


..." Ini..


Aku membuat kan ini untuk pipip dan mama..."


Bingkai foto mereka bertiga dengan hiasan cantik dan di pajang di meja rias Mitha ..


..." aku mohon jadilah selalu orang tua ku..."


Pinta tulus Arta sambil membungkuk kan badan nya memberikan hormat kepada Erik dan Mitha.


Mitha mendekati Arta memeluk nya..


Mengatakan jika Mitha sekarang sudah menjadi istri pipip nya dan akan menjaga Arta..


..." Anak pipip ini anak hebat..


Pipip janji akan selalu menjaga mu..."


Mendengar jawaban Erik ,


Arta mencium pipi Erik dengan lembut.


..."Yuk kita turun.. Pipip mau bawa kamu ke minimarket kita beli es krim yang banyk..."


Erik lalu membawa Arta tanpa menoleh ke arah Mitha bahkan berpamitan.


Mitha yang masih bingung dengan sikap Erik berusaha untuk tenang.


tak ingin pernikahan nya kembali kandas,


Mitha berusaha untuk mengerti sikap Erik yang sedang mendiamkan nya tiba tiba.


Likeeeeeeeeenya.

__ADS_1


__ADS_2