Kisah Klasik

Kisah Klasik
Bulan madu di mulai


__ADS_3

...." Tak bisa kah kita membawa nya..???..."


Pandangan memelas Mitha didalam kendaraan setelah berpamitan dengan orang tua Erik dan Arta.


..." Arta??


Kau tidak tau , besok pagi mereka juga akan melakukan perjalanan untuk mengajak Arta melihat tokoh kartun disney ...


Sambil kontrol kesehatan Papa .."


Jawab Erik .


..." Kenapa kita ga bareng aja rame rame ??? Kan asik tuh..."


Ketakutan Mitha akan malam pengantin nya sudah mulai terbayang,


membuat Mitha mencari berbagai alasan menghindari malam itu.


..."Ikut mereka???


Ya ngga lah.


Dah beda cerita.


kalo kamu kan mau liat acara live atlet binaraga angkat istri..." Bisik Erik sambil meledek nya ,


Wajah Mitha menjadi pucat pasi.


Membayangkan model atlet binaraga menari nari di otak nya.


Erik tertawa puas melihatnya meledek Mitha.


..." Welcome di kintamani Bali...


Kamu bisa rekomendasi dalam siaran mu nanti..


Udaranya dingin.


Pemandangan nya indah..


Rata rata pengantin baru disini berhasil .."


Mitha melirik Erik meminta kelanjutan berhasil untuk apa...


Erik mempraktekan tangan nya membulat diperut nya..


..." Dung..


Tau kan ..???"


Wajah Mitha memerah melihat kelakuan Erik yang terus membulynya.


Tawa lebar terdengar nyaring ditelinga Mitha.


Mitha dan Erik pun menuju ke Hotel diantarkan Salah satu petugas disana.


..." Astaga dia tertidur lagi...


(Erik memandangi Mitha yang sedang tertidur,


Membelai rambut nya )


Maaf ya kita berbulan madu sambil bekerja..


Ada kontrak khusus yang harus kukerjakan di Bali..


Demi kelangsungan Perusahaan kita..."


Ucap Erik dalam hati nya .


Sesampainya di depan Hotel,


Erik langsung memapah Mitha dalam dekapannya..


Mitha begitu panik dan malu , karena semua mata melihat mereka dan tersenyum senyum.

__ADS_1


..." Apa yang kau lakukan, turunkan aku .."


Ucap Mitha sambil menutupi wajahnya...


..." Just married..."


jawaban Erik dengan meninggikan suaranya...


Agar terdengar oleh pengunjung hotel disana.


Mereka pun masuk ke dalam kamar hotel tersebut.


Mitha terperangah melihat keindahan alam yang dapat dia liat dari balkon hotel tersebut...


Desiran pantai terdengar di telinga nya,


Wangi pasir nya membuat Jiwa Mitha terasa tenang.


..." Bagus kan ... ???


Nanti malam lebih bagus lagi keindahan alam terlihat dari sini..."


Erik memantapkan langkah nya mendekati Mitha, melingkar kan tangan nya pada lingkaran pinggang Mitha.


Mitha yang ingin mengelak tertahankan , karena Erik mendekapnya dengan erat .


..." Diamlah sebentar...


Nikmati lah pemandangan ini .."


Badan Mitha terasa terbakar , mendengar suara Erik yang berbisik di telinga nya .


Semakin Erik mendekapnya semakin


Mitha mulai merasakan sesuatu yang mengeras di belakang nya


Terbayang sudah atlet binaraga yang akan live di depan nya...


Erik semakin memeluk nya dengan erat,


hasratnya mulai menggerayangi Mitha dengan sentuhan Sentuhan lembut di telinga Mitha,


Mitha pun menggeliat kegelian...


Jantung nya berdegup kencang .


Mau tidak mau , siap tidak siap Mitha harus melakukan kewajiban sebagai seorang istri .


Erik yang sudah mulai meninggi mengangkat Mitha ke atas ranjang yang sudah di desain untuk pengantin baru...


Kini posisi Mitha sudah berada di bawah Erik..


Deru napas Erik semakin terasa di wajah Mitha..


Mitha menutup kembali mata nya rapat rapat ..


Sentuhan demi sentuhan sensasi di area sensitif , mulai diberikan kepada Mitha ,


Mitha terasa ketakutan,


Hingga harus terhenti begitu melihat Mitha menangis.


Erik menghentikan tingkah liar nya .


Dan tidur disampingnya...


..." Aku harus kebawah untuk menemui seseorang,


Maaf aku memberitahumu mendadak,


bulan madu kita aku selingi dengan kontrak kerja yang sangat penting untuk perusahaan kita, aku harap kamu mau memaklumi nya...."


Mitha membuka matanya


..." Maaf ya sudah membuat mu takut ..

__ADS_1


Istirahat lah..."


Erik mendaratkan sebuah ciuman di kening Mitha dan pergi meninggalkan Mitha yang masih berbaring di tempat tidur.


Rasa tidak enak dan bersalah karena ketidaksiapannya melakukan kewajiban nya ketika sudah menjadi istri membuat Mitha harus memantapkan hatinya.


Satu jam lebih Mitha memandangi pemandangan dari hotel tempat nya menginap.


menyakinkan diri kesiapan nya menjadi seorang istri.


Ponsel Mitha berdering , panggilan dari Erik untuk menyuruh Mitha makan siang di restoran hotel.


..." Makanan sudah di siapkan , maaf aku masih Metting dan tidak bisa menemani mu.."


Mitha berjalan menuruni anak tangga menuju


Restoran hotel.


Salah satu petugas hotel memandu Mitha untuk mengambil makanan dan mengatur tempat duduk yang sudah disiapkan.


..." Buffet service yang sudah disiapkan untuk anda ingin memilih makanan apa.. Suami anda menyuruh saya untuk menemani anda nyonya.. "


Mitha Tertawa geli mendengar pelayan hotel melayani nya dengan baik...


..." Jika aku tidak menikah dengan seorang


pengusaha mungkin tidak akan diperlakukan seperti ini.." batin nya tertawa geli .


Setelah makan , Mitha memutuskan untuk berjalan jalan mengelilingi hotel tersebut ,


Hingga berpapasan dengan Erik dan para kolega nya..


Mitha segera membalikkan badan nya, dan ingin meninggalkan dengan berjalan cepat.


..." Aku harus pergi .


Aku tidak mau Erik malu melihat rupa istri nya di depan rekan bisnis nya.."


Gumamnya berbicara sendiri.


..." Sayang...


Mitha...."


Panggil Erik.


Langkah Mitha terhenti..


..." Mampuslah aku .


Maaf Erik..aku tidak ada niat menjatuhkan mu..."


Rengek Mitha dalam hatinya.


Erik berlari kecil menghampiri Mitha...


Menggandeng tangan Mitha..


Mitha tersentak kaget melihat tangan di genggam dengan lembut dan membawanya memperkenalkan Mitha pada kolega bisnis Erik.


..." Wah Pak Erik aku belum salam tempel sama pengantin baru ini..


Pintar sekali bapak ini , berbulan madu sambil berbisnis


he he...


Jangan lupa nanti ada pesta kecil kita makan malam bersama..." Ajak salah satu rekan nya sambil memberikan selamat kepada Mitha.


Pandangan Mitha kini menjadi patung melihat ada Arsan di tempat itu juga...


Erik yang menyadari ke kikukan Mitha,


Segera merangkul bahu Mitha untuk tetap tenang.


Likeeeeee terus ya... Biar semangat.

__ADS_1


__ADS_2