
Pagi ini dikantor.
" Kak.. Semua pesanan sudah selesai. Sudah di ambil semua client. Kecuali Punya Kak Nia.. " Ririh berucap sumringah.
" Waah... Syukurlah..
Hmm.. Nia sore ini mau kesini rih.. " Jawab Arra Ririh mengangguk.
" Kak.. gimana sama Pak Restu? " celetuk Ririh.
" Gimana apanya? " Arra kaget.
" Sudah ada chemistry kan? " Ririh menggoda.
" Baik si , Restu juga nggak membosankan. " Jawab Arra datar.
" Kak Arra cocok Lo sama pak Restu. " Ririh masih menggoda.
" Stop rih.. udah ah.. Kasih tahu anak-anak semua, besok kita ambil libur satu hari ya. Kita jalan-jalan. " Jawab Arra berlalu dari Ririh.
" Aaaaa Asik! Terimakasih kak... " Ririh berlari mengejar bos nya.
...
Disuasana berbeda.
" Jadi bagaimana pendekatan mu dengan anakku? " Tanya Papa Teguh.
" Aku benar-benar serius sama Arra om, aku akan segera mengungkapkan perasaan ku dengannya, dan aku mohon izin om, untuk melamarnya sesegera mungkin. " Restu berucap sungguh-sungguh.
" Lakukan pendekatan lebih, om takut semua terlalu terburu-buru. Arra selalu menolak semua pria yang ada didekatnya, Tapi sikapnya denganmu berbeda. " Ucap Papa Teguh.
" Restu tahu om ini terlalu cepat, tapi Restu takut kehilangan Arra, Restu siap menunggu sampai Arra membuka hati. " Restu berucap sungguh-sungguh.
" Semoga kalian memang berjodoh.
Kalau seandainya kalian berjodoh, om mohon jangan sia-siakan anak om. " Papa Teguh terlihat sedih.
__ADS_1
" Aku Janji om, akan selalu membuat Arra bahagia. " Ucap Restu meyakinkan.
.....
Di suasana lain lagi.
" Sayang, kita kerumah sakit ya nak... Badanmu panas sekali. " Seorang Pria dengan gelisah menggendong anak kecil yang sedang demam.
" Mba, tolong jaga rumah dulu ya, aku akan bawa Bilqis kerumah sakit dulu. " Ucapnya kepada asisten rumah tangga nya.
" Baik pak.. Hati-hati pak.. " Mba Tari biasa di panggilnya. Mengangguk gelisah.
Sesampainya dirumah sakit.
" Bagaimana keadaan anak saya dok? " Saat seorang dokter wanita keluar dari ruang periksa.
" Rey.. Reyhan? " Ucap dokter itu mengucapkan nama nya.
" Chery?
Chery Kamu jadi dokter anak sekarang? " Rey sedikit terkejut melihat ada Chery teman masa sekolahnya.
" Eh, iya.. Itu anakku. " Jawab Rey ragu.
" Istri kamu? " Tanya Chery lagi yang wajahnya memerah.
" Emm.. Bagaimana keadaan anakku? " Ucap Rey tidak mau menjawab pertanyaan chery.
" Oh, iya..
Sudah aku beri obat penurun panas, tidak perlu dirawat kok. " Chery berusaha menjelaskan dan profesional dengan pekerjaan nya. walaupun sebenarnya dia sangat ingin mencabik-cabik laki-laki yang membuat sahabatnya menjomblo sampai saat ini.
Yah, Reyhan atau Rey..
Adalah Mr.R yang membuat Arra menunggu tanpa kepastian.
" Kamu masuk aja, oh ya Rey..
__ADS_1
Reuni nanti kamu datangkan? Kalau iya, tolong temui Arra dan beri kepastian tentang hubungan kalian, dia sudah terlalu lama menunggu hal yang sia-sia. Permisi! " Chery lalu pergi dari hadapan Rey.
Sejenak Rey terdiam dan meratapi cerita cintanya yang belum selesai.
..........
" Kak Arra... " Suara Nia memecah lamunan Arra yang duduk termenung dikursi kerjanya.
" Hay... Masuk... " Refleks berdiri dan menyuruh Nia masuk.
" Nia ganggu ya kak? " Tanya Nia mendekati Arra.
" Eh, sama sekali tidak.. Sudah lihat gaun nya? " Arra berusaha menutupi kegalauan hatinya.
" Belum kak.. " Nia tahu kalau Arra sedang tidak baik-baik saja.
" Sebentar . " Arra menelpon Ririh dan tidak lama Ririh datang membawa Gaun yang dipesannya.
" Waw..
Kak Arra memang selalu memberikan yang terbaik untuk setiap client nya. " Nia begitu terpesona melihat gaun yang dia pesan begitu indahnya.
" Syukurlah kalau Nia suka sama hasilnya.. " Arra tersenyum .
" Makasih banyak ya kak " Nia memeluk Arra.
" Kak Arra datangkan ke acara Reuni Sabtu nanti? " Tanya Nia, membuat Arra kembali terdiam dan berfikir lagi bagaimana menghadapi Mr.R jika memang dia hadir nanti.
" Eh, i-iya.. " Jawabnya terpaksa.
" Ya sudah, nanti Nia sampaikan ke Mas Tama. Sampai ketemu Sabtu nanti ya kak.. " Nia meninggalkan Arra yang terdiam diruang kerjanya.
Mimi dan Ririh hanya mengintip dari balik pintu, mereka begitu bersedih melihat bos terbaiknya merasa galau.
" Aku jadi penasaran, seperti apa mantan kekasih kak Arra yang menyia-nyiakan wanita sebaik kak Arra! " Celetuk Mimi dengan geram meremas tangannya.
" Kalau sampai ketemu nanti, bakalan aku cekik pria sok tampan itu. " Tambah Ririh yang juga jengkel.
__ADS_1
Mereka berdua lalu masuk dan memeluk bos kesayangan mereka. Arra memang sedang benar-benar butuh pelukan, dia hanya pasrah saja saat mereka berdua memeluknya, malah air matanya menetes begitu saja tanpa bisa dibendung lagi.
" Sudah aku tidak apa-apa.. " Membalas pelukan Mimi dan Ririh.