
Bib...
Ponsel Mitha berbunyi , satu pesan masuk ke dalam layar ponsel Mitha..
..." Sudah tidur..??.."
Tanya Arsan yang sedang duduk di luar rumah menikmati indah nya bintang bintang di malam hari.
..." Sudah..."
Jawab Mitha singkat.
..." Sudah tidur kok bisa balas pesan ..." Arsan tersenyum melihat jawaban pesan Mitha.
Tak lama ponsel Mitha berdering, Arsan memanggil nya, namun Mitha enggan mengangkat nya, dan memasukkan ponsel tersebut di bawah bantal nya.
Hingga ponsel Mitha berbunyi kembali,
1 Pesan masuk dari Arsan Yang menginginkan Mitha untuk keluar kamar dan menemui nya diluar.
..." Jika kamu tidak mau keluar, maka aku akan memaksa masuk ke kamar .."
Ancaman kecil Arsan berhasil membuat Mitha keluar dari kamar tersebut menemui Mitha.
..." Tenda..???.."
Mitha nampak semberingah melihat sebuah tenda dan api unggun kecil kini di depannya.
Hati nya sangat senang, kenangan masa Hikking nya kembali, masa dimana Mitha selalu mengikuti kegiatan alam bersama teman teman nya.
..." Duduk lah sini...!!
Anggap kita sedang di atas puncak gunung..."
Ajak Arsan menepukkan tanah agar Mitha mau duduk disampingnya.
Mitha menggeleng kan kepala nya.
..." Tidak aku disini saja.." Jawab Mitha yang mencoba menjaga jarak dengan Arsan.
..." Mie ini sudah matang,
tidak inginkah kau mencoba nya..."
Arsan Masih berusaha mengajak Mitha,
Awalnya Mitha ragu, namun aroma mie rebus menggoyahkan hati Mitha hingga Mitha menghampiri Arsan.
Mitha mulai menyantap mie rebus tersebut dengan lahap.
Melihat Rambut Mitha yang mengganggu Ketika Mitha makan, Arsan pun berinisiatif memegang rambut Mitha dan mengikatnya.
__ADS_1
..." Makan lah dengan pelan,
Tidak ada yang berebut dengan mu .."
Bisikan Arsan di telinga Mitha membuat Mitha terkejut hingga panci di tangan Mitha terkena Tangan Arsan..
Aw...
Aw...
Rintih Arsan
Mitha yang melihat Arsan kesakitan, menggenggam tangan Arsan dan segera meniupi nya dengan bibir mungil nya...
..." Maaf maaf.. Sungguh aku tidak sengaja.."
Ucap nya,
Wajah Mitha nampak panik dan hampir saja menangis.
Arsan yang melihat Wajah Mitha yang panik, dan merasakan genggaman tangan Mitha, kini memberanikan diri memeluk Mitha.
Mitha berontak minta untuk minta dilepaskan.
Namun Arsan mencoba menenangkan, hingga Mitha dan Arsan saling berpelukan layaknya pasangan kekasih.
..."Menikah lah dengan ku kembali, kita tinggal berdua, maksud ku bertiga dengan anak itu.
Aku janji akan menjaga mu..aku akan menjaga mencintai layak nya kita suami istri..."
Namun Mitha menjawab nya dengan tertawa sinis.
..." Itu semua tidak akan mungkin..
Sekarang kau adalah CEO dari perusahaan televisi. jangan seenaknya mengambil keputusan sendiri.
berapa banyak karyawan akan dirugikan jika kamu masih bersikeras memilih aku.
Mama mu akan mencari segala cara untuk menggagalkan nya..." jawab Mitha berusaha ingin melepaskan pelukan Arsan, namun Arsan tetap memeluknya.
..." Masalah mama akan ku pastikan dia pasti menerima kita kembali..." balas Arsan.
Arsan melepaskan pelukan nya dan kini berlutut di depan Mitha meminta untuk menjadi seorang laki laki yang di inginkan Mitha.
Menjadi sosok suami yang di dambakan.
Mata Mitha kini menjadi berkaca kaca, Arsan segera membelai pipi Mitha dan menghapus air mata nya..
..." Sssssssst
Jangan menangis lagi ..
__ADS_1
Kita disini dulu untuk beberapa hari , anggap ini bulan madu kita yang tertunda, anggap kita sedang main ibu ibu an seperti mainan kita kecil .
Kamu ibu nya, aku bapak nya, Anak itu putri kita...
Nama nya Arta bukan??
Arsan dan Mitha...apa kah itu bukan suatu kebetulan..."
Mendengar bujuk rayu Arsan hati Mitha kembali meleleh , berderai air mata kini terlihat dipipi Mitha.
Arsan segera bangkit memeluk nya kembali dan menenangkan nya .
..." Maaf kan aku ,
Harus nya dulu setelah menikah dengan mu aku membawa mu keluar dari rumah itu,
Mungkin akan berbeda kisah cerita nya,
Kita pasti bahagia
Dan Mama serta kakak ku tidak akan menyakiti mu..."
Bisik Arsan lembut di telinga nya membuat Mitha semakin menangis menjadi jadi.
Arsan memandang wajah Mitha , hati nya bergemuruh ingin menyentuh bibir mungil Mitha.
Namun Mitha mengelak nya.
..." Kita belum sah kembali menjadi sepasang suami istri, aku tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
Mama mu akan semakin membenci ku..."
Arsan menganggukkan kepala nya,
Lalu mencium kening Mitha, dan mengatakan kata Cinta untuk nya .
..." Tunggulah sampai aku melamar mu dengan resmi ..." Ucap nya.
Mitha kembali ke kamar nya dengan hati berbunga-bunga,
menghayal kan jika dia akan kembali berumah tangga dengan Arsan.
Namun senyuman kehaluan nya seketika sirna melihat anak kecil didepan nya sedang tertidur pulas.
..." Arta...
Apa anak ini mau menerima Arsan sebagai Ayah angkat nya..???
Lalu bagaimana dengan Erik?
Dia sudah menjadi pipip buat Arta.
__ADS_1
Dan bagaimana cara aku menyampaikan nya...?? Bagaimana dengan Arta jika aku memilih Arsan, Apakah Erik akan merelakan Ku mengambil hak penuh atas Anak ini ..."
Kegalauan Mitha membuat Mitha harus berpikir ulang untuk keputusan jika memilih Arsan.