
..."Macet macet macet ,
Arghghhhh
malah belum briefing...."
Umpatnya .
Mitha merasa ini bad day buat dirinya,
Semalam jadi susah tidur memikirkan sikap nya jika bertemu dengan Arsan.
pagi nya harus kesiangan ke stasiun radio,
kini harus bermacet macetan untuk sampai ke stasiun televisi .
Sambil berlari lari kecil berteriak ingin memasuki lift yang akan tertutup...
..."Hay"...
Lambaian tangan Thoriq ke arah Mitha..
Mitha segera melihat apakah dia salah masuk lift,
Lift karyawan tapi ada Seorang pimpinan di dalam lift tersebut.
Pintu Lift hampir tertutup ,
Thoriq dengan cekatan segera menahan pintu tersebut dan menarik tangan Mitha.
..." Kamu ga salah lift kok.."
kata Thoriq dengan lembut.
Mitha menatap ny ma dengan penuh pertanyaan dan ingin sekali menendang tulang kering kaki Thoriq jika benar Thoriq sengaja mendekati nya .
..." Kenapa mandangin aku terus...
baru sadar ya fans kamu ini ganteng .."
ledek Thoriq membuat Mitha berdesis.
Issshhhh
..." Boleh kah aku bertanya kepada mu...???.." Tanya Mitha yang ingin langsung pada pertanyaan nya.
Thoriq memandang Mitha dengan Semangat...
..." Boleh...
Bolllllleh banget..
tapi ga enak kalo di lift , kalo ada yang masuk denger kita gimana,
aku punya tempat untuk pertanyaan yang ingin kamu tanyakan..."
Sambil mengedipkan mata kanan nya..
__ADS_1
..." Ga jadi , aku g ada waktu
mau briefing dulu ."
Mitha merasa risih jika terlihat Thoriq bersama nya,
apalagi membedakan dengan karyawan yang lain.
Pintu lift terbuka , Mitha berniat ingin keluar.
Thoriq untuk kedua kalinya menarik lengan Mitha,
dan dengan cepat menekan tombol kembali hingga pintu lift tertutup kembali .
..." Wangi nya .."
Puji Mitha dalam hati..
Wajah mungil nya melewati bidang dada Thoriq yang sudah di tutupi setelan jas milik Thoriq.
..." Aku mau turun ,
aku mau Metting..."
Ucap nya rengek Mitha yang minta dilepaskan tangan nya.
Tangan Thoriq masih tergenggam sambil menaiki anak tangga satu persatu...
..." Sudah ayo ikut dulu ..
Urusan kerjaan biar nanti aku yang bilang kamu tadi sama aku selesai kan..."
biang rusuh nya...
anda pikir kuping ini tidak sakit tiap ada yang nyinyir
Enak ya jadi kamu Mit, rekomendasi Bos,
Bos kayanya perhatian sama kamu..
Pak Thoriq seakan akan mau nunjukin ke orang orang kalo kita dekat. "
Keluh Mitha.
Mendengar Ocehan ocehan Mitha , Thoriq hanya menjawab dengan senyuman dan tawa kecil milik nya...
tetap memegang tangan Mitha hingga sampai ketempat yang ingin di tunjukkan oleh Thoriq.
Rengean Mitha yang ingin turun Seketika berubah menjadi 180 derajat melihat Gazebo yang ada di atas gedung...
Mata Mitha seperti tersihir melihat keindahan dan kenyamanan tempat itu ..
..." Ini lah tempat ternyaman ku ketika aku penat..
disana juga ada tapi buat talk show,
jika ingin suasana syuting diluar , irit dan efisien .
__ADS_1
disini adalah tempat pribadi ku untuk rapat bersama orang terdekat ku..." Jelas Thoriq .
Thoriq pun menanyakan kembali apa yang ingin Mitha tanyakan kepada dirinya..
..." Sejak kapan Bapak yang katanya fans aku??
apa cuma fans penggemar??
atau ada maksud lain..."
Selidik Mitha.
..." Maksud nya gimana??.
Maksud lain...??..."
tanya balik Thoriq kepada Mitha dengan. tatapan serius.
Mitha kembali memandang wajah Thoriq,
dalam batin nya terus berbicara
tidak mungkin Mitha menanyakan apakah dia sepupu Arsan , dan sengaja mendekati nya ,bisa bisa yang ditakutkan Arsan menjadi kenyataan.
Thoriq membuyarkan lamunan Mitha.
..." Malah bengong...
oke aku jawab pertanyaan mu Tuan puteri.
dulu waktu di Inggris aku belajar dan terus belajar,
membandingkan acara acara pendidikan anak disini dan disana.
Terdengar konyol jika aku cerita kan ini,
aku buruk sekali dalam membaca,
My mom berinisiatif mendengar kan musik musik lewat stasiun Radio yang kamu bawa, lewat jalur langit sehingga aku bisa mendengar kan siaran mu.."
Mata Mitha membulat...
.."Jalur langit.."
Thoriq tertawa lepas
..." Seperti nya kamu harus banyak belajar..
apa jalur langit itu.
Untungnya selera musik my mom denganku sama , dan kami selalu mencari Chanel mu untuk aku dengar kan..
dannnn yang lebih kebetulan yang punya stasiun Radio itu adalah Sahabat ku..."
Mitha merengut kan wajah nya,
memanyunkan bibir nya sambil menggerutu..
__ADS_1
..." Pantas segampang itu dia memberikan karyawan untuk bekerja ditempat anda, lalu sampai bekerja sama..."
Thoriq pun tersenyum kembali melihat keluhan Mitha.