
Srrrrrrttttttt
Sebuah kecepatan tangan menarik lengan Mitha hingga masuk ke dalam ruang tangga darurat..
Mitha yang merasa ketakutan hampir saja ingin mengeluarkan suara nya sekencang kencangnya untuk meminta tolong.
..." Sssst ini aku ..."
dengan memberikan kode jari menutup bibir Arsan,
Mitha segera menganggukkan kepala...
Arsan melepas tangan nya pada mulut Mitha.
..." Ya Tuhan
Tadi pagi Pak Thoriq menarikku paksa untuk ikut ke atas gedung...
Kini aku harus di tarik kembali ke tangga darurat ini
Ada apa kak..???
kenapa kakak menarik ku ketempat ini...???..."
Tanya nya dengan suara berbisik.
..." Berapa episod lagi sisa kontrak mu..
Mundurlah!!!
Sisa kontrak kerjamu akan kubayar, tapi pergilah dari sini..."
Mitha yang merasa tersinggung dengan tawaran Arsan menatap nya tajam tajam.
..." Katakan alasan nya kenapa aku harus mundur...????..."
Tanya Mitha dengan nada kesal.
..." Aku tidak suka..."
Jawaban Arsan yang tidak logis membuat Mitha kembali menatap wajah Arsan dan menyipitkan matanya ..
..." Tidak suka ...???
Alasan apa ini ..??
Ohhhh apa karna takut dengan posisi jabatan kakak...???..."
( Mitha menutup wajah nya dengan kedua tangannya menahan kegeraman nya kepada Arsan .
__ADS_1
Mitha mendorong bahu dada bidang Arsan hingga mundur 2 langkah,
dan ingin segera membuka pintu dalam tangga darurat tersebut.
..." Apa kamu menyukai nya???
( Arsan berbalik badan menatap Mitha dengan pandangan menyelidik...)
Mitha mulai mengatur jalan nafas nya.
..." Apa tidak ada pertanyaan lain untuk kakak tanyakan padaku ..???
Aku ini bukan sapa sapa kakak lagi,
Aku mau menyukai atau disukai siapa bukan urusan kakak lagi ..
Apa kakak tau ???
Cara Kakak menyuruh ku mundur dari sini,
mengingat kan ku cara Ibu kakak memberi kan surat permohonan cerai dari Kakak ajukan
mundur atas pernikahan kita lalu ibu kakak
memberikan sejumlah cek uang dalam jumlah besar ..."
..." Permohonan cerai...??."
tanya Arsan bingung...
..."Sebegitu rendah kah cara kalian menilai dengan uang???
Apa kah pernah tau bagaimana perasaan aku kak...???
disaat aku kehilangan bayi dalam perut ku Kaka tidak ada disamping ku.
bayi yang ku lahirkan,
dikabarkan telah meninggal,
Kakak tau yang aku sedihkan???
Aku belum pernah sama sekali melihat jasad nya ,
mereka langsung mengubur kan tanpa menunggu aku Ibu nya ( Mata Mitha berkaca-kaca dengan suara bergetar)
KALIAN ORANG ORANG YANG TIDAK PUNYA HATI..."
Mitha menunjuk nunjuk dengan jari telunjuk nya ke arah dada Arsan .
__ADS_1
Terasa ada sakit hati di setiap kata kata Mitha.
..." Mengajukan permohonan cerai???
Apa maksudmu..???..." tanya Arsan lagi kebingungan.
Mitha yang tidak mau berdebat dengan Arsan segera memutar gangang pintu dan kluar dari sana.
tidak mau menoleh atau mendengarkan Arsan yang memanggil nya.
Arsan terus memikirkan kata kata Mitha..
..." Hanya Mama dan Kakak loe Ars yang bisa menjelaskan dari semua ucapan Mitha..."
Ucap Toni yang ketika mereka sedang berdua tidak ada kata kata formalitas.
..." Iya.. hanya mama yang bisa menjelaskan semua ini.
Huuft...
Kita juga ga kepikiran ga buka rekaman CcTv yang dulu kita letakkan..."
Arsan segera memerintahkan Toni untuk melaju kan kendaraan ke rumah nya..
Rasa geram terpancar dari mata Arsan melihat rekaman CcTv yang dilihat nya.
Bagaimana Mitha yang kesakitan setelah menolong mama Arsan.
dan saat saat Duka disaat Mitha kehilangan anaknya..
Memeluk beberapa pakaian dan menciumi nya.
merasa bersalah karena Arsan tidak ada pada saat itu.
Arsan juga melihat bagaimana Mitha menjaga kandungan nya dengan baik.
mengajaknya berbicara dan mendongeng kan buku cerita sebelum tidur...
Dalam rekaman itu juga terlihat Mitha yang sudah untuk bangun dari tempat tidur.
Hingga membuat air mata Arsan menetes.
Penyesalan dan amarah kini menjadi satu di hati Arsan.
Ingin meluapkan emosi nya karena Mama nya sendiri membohongi nya.
..." Aku harus menemui mama ku segera..."
Toni yang melihat kemarahan Arsan berusaha menenangkan hati Arsan . untuk berbicara baik baik kepada Orang tua Arsan.
__ADS_1