
..." Jadi orang itu kabur...???..." Tanya Mitha dengan wajah kesal.
..." humm ( menganggukkan kepala nya)
Pantas saja tadi dia melarang kita membawa nya ke Rumah sakit.
Mungkin karena anak ini mendapatkan kekerasan dan tidak ingin orang lain tau..."
Jawab Erik.
..." Ibu nya , dimana ibu nya..???
Kenapa anak sekecil ini ditinggal sama pria tidak bertemperamen seperti itu..."
Mitha membelai kening anak perempuan yang masih tertidur itu , air matanya menetes di pipinya.
..." Kalo kata tetangga , Istri nya dulu bekerja di rumah besar, nah suaminya pulang dari Kalimantan kaget liat ada anak bayi , suaminya tidak merasa itu anak mereka berdua..
Sejak itu rumah tangga mereka sering terjadi cekcok,
Ibu anak ini juga sempat hamil namun mengalami keguguran akibat perilaku suaminya yang jadi lebih emosional , pulang kerja selalu dalam keadaan mabuk , dan kerap terdengar suara rintihan dari istri nya,
Akhirnya istri dari pria itu dibawa ke kampung oleh keluarga nya karena depresi akibat keguguran yang dialaminya.
Sedangkan anak kecil ini ditinggal bersama pria tersebut,
Keluarga dari si istri pun tidak mau mengakui nya..."
Jelas Erik.
Erik pun juga menjelaskan jika pihak kepolisian akan bekerja sama dengan dinas sosial yang akan membawa anak ini ke sebuah Panti Asuhan.
..." Haruskah ke Panti Asuhan??? ..."
Mata Mitha memelas menginginkan anak tersebut tidak diambil oleh sebuah Panti.
..." Maksud mu apa perlu kita adopsi???
__ADS_1
Kamu mau..??
Adopsi itu tidak boleh orang yang masih single,
Harus ada ikatan pernikahan... Suami istri yang lengkap
Apa kitaaaaa????..."
Erik memberikan kode untuk Mitha tentang pernikahan, Mitha kembali terdiam , flash back pada masa masa rumah tangga nya yang karam masih menjadi trauma untuk Mitha.
..." Mami papi mu orang yang berpengaruh, kalian bisa mengadopsi nya, dan dia bisa menjadi Adik mu...,
Aku juga belum ada ikatan pernikahan, Tidak mungkin anak ini dibawa ke tempat kos kos an ku, mereka pasti mengira aku wanita yang tidak baik.."
Jelas Mitha memanyunkan bibirnya 2 centimeter membuat Erik terlihat gemas memandangi Mitha.
Erik Tertawa mendengar permintaan Mitha,
Menjadikan anak kecil dihadapan nya sebagai seorang Adik yang harus nya sudah pantas menjadi anaknya...
Mitha terus memohon, Hingga Erik dan Mitha akhir nya membawa Anak tersebut ke Rumah besar milik Erik.
..." Siapa namamu nak...???.. "tanya Sofie dengan wajah penuh kasih sayang.
..."Ar .. arta Bu.."
Jawab Anak tersebut yang masih takut takut..
..." Jangan takut nak, kamu sudah aman ditempat ini...
Panggil lah aku nenek, dan yang berdiri disana kakek Haris.
Dua orang yang berdiri dibelakang mu secepat nya akan menjadi ayah bunda mu nanti .."
Jelas Sofie.
Erik sangat senang dengan Ucapan mamanya, melirik lirik ke arah Mitha, sedangkan Mitha hanya bisa menghela nafas dan menunduk kan kepalanya.
__ADS_1
Sofie memberikan jamuan makan malam untuk Mitha.
..." Keluarga yang hangat , beda sekali dengan keluarga Arsan yang kaku,
Ada canda tawa di ruang makan ini, sedang di rumah kak Arsan benar benar sunyi,
sampai makan malam pun tidak terdengar detingan sendok dan piring .."
Batin Mitha .
Setelah makan malam, Erik mengajak Mitha untuk mengantarkan Arta ke kamarnya..
..." Ayo masuk..."
Ajak Erik, Arta masih terlihat berdiri mematung di depan pintu masuk.
Erik menanyakan kenapa Arta masih berdiri ,dan Arta menjawab Jika dia takut.
..." Takut kenapa?" tanya Mitha dengan lembut.
..." Kalo aku salah apakah om akan mukul aku? kata ayah aku itu anak sial,
aku tinggal di jalan aja seperti Yang ayah ku bilang.. Aku anak sial ntr om bisa sial..."
Jawab Arta membuat hati Mitha sakit,
Trauma yang dialami Arta sangat berat untuk seumur nya,
Mitha meminta tolong kepada Erik untuk memperlakukan Arta dengan baik.
..." Aku yang akan biayai semua terapi nya,
Tapi Kumohon berikan anak ini tempat yang nyaman...
Ntah kenapa hatiku terasa sakit setiap dia menceritakan penyiksaan yang dilakukan laki laki itu yang dipanggil ayah oleh anak ini.."
Mohon Mitha sambil menatap mata nya Arta dengan penuh kecemasan.
__ADS_1
Hay Hay... Like like nya ya my riders .