Kisah Klasik

Kisah Klasik
Perpisahan


__ADS_3

Empat puluh hari sudah masa berkabung Mitha.


Dengan mata yang masih sembab,


Mitha yang masih berpakaian warna hitam mulai merapikan semua perlengkapan bayi yang ada dikamarnya,


untuk diberikan ke sebuah Panti.


Tok


tok


tok


Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Mitha.


Mitha membuka nya,


Sang Ibu mertua dan Kakak ipar nya sudah berdiri di depan kamar Mitha..


Mitha merasakan pasti ada hal penting yang akan disampaikan oleh kedua orang tersebut.


..." Ini..."


Secarik kertas diberikan Ibu Dewi kepada Mitha.


Mitha mengambil kertas itu,


Mata nya nembelakak karena secarik kertas itu berisikan surat gugatan yang diajukan oleh Arsan.


tangan Mitha terasa bergetar ,,


bola matanya mulai berbayang dengan genangan air matanya.


..." Mamah berterima kasih karena waktu itu kamu menyelamatkan mamah.


tak disangka akan sampai terjadi seperti ini,


Jalan mu masih panjang ,


kau bisa sekolah lagi , kuliah ,


bekerja , cari uang,


maka pasangan yang pantas untuk mu akan datang mendampingi mu,


Arsan pun disana sedang belajar giat,


belum ada terpikir untuk kembali cepat ke ibu kota..


karena itu ini lah pilihan yang baik,


kalian bebas tanpa ikatan lagi,


Arsan dan dirimu sama sama bisa mencari kebahagiaan masing-masing ..."


Ucap ibu Dewi kepada Mitha.

__ADS_1


Ibu Dewi juga menjanjikan sejumlah uang sebagai dana kompensasi Mitha agar bisa melanjutkan hidup nya dan mengambil program studi ke lebih baik lagi


..."Arsan menyuruh mamah untuk memberikan cek ini, Arsan bilang kamu ingin jadi penyiar Berita,


karena itu kuliah lah, semoga apa yang kamu cita citakan tercapai..." Tambahnya lagi.


Mitha melihat Cek tersebut , nominal yang cukup besar yang Mitha saya belum pernah memiliki uang sebanyak itu.


Sejak kematian anak nya,


Arsan hanya Melakukan video call dengan Mitha sebanyak satu kali,


setelah itu tidak ada komunikasi lagi dengan Mitha.


Kini Arsan melayang kan surat permohonan talak untuk nya,


membuat Mitha marah dan geram.


..." Kenapa bukan Arsan yang mengatakan atau menghubungiku?


Kenapa hanya kertas ini saja...???.."


Tanya Mitha.


..." Adik ku tuh sibuk,.


jadi kita yang mewakili nya..


lagipula dari awal nya kalian menikah itu karena kamu hamil,


sekarang anak itu sudah tidak ada, untuk apa lagi ada pernikahan lagi .."


Mitha bangun dari tempat tidur nya .


mata nya penuh kemarahan,


mendekati Raya iparnya.


..." Anak itu anak Arsan,


darah daging kalian.


keponakan dan cucu kalian,.harusnya kalian tidak seperti itu..."


Mitha lalu meminta kakak ipar nya dan Mertuanya meninggal kan kamarnya..


Pukul sebelas malam Mitha keluar dari kamar nya membawa koper pakaian sebelum menikah yang dibawa ke rumah Arsan.


Segala pemberian yang Arsan berikan dikembalikan dan tidak dibawa Mitha,


Mitha juga meninggalkan Secarik kertas gugatan yang sudah di bubuhi tanda tangan Mitha,


beserta Cek yang diberikan Arsan tidak serta-merta dibawanya.


..." Betul kata ibu mertua ku , Pernikahan ini adalah pernikahan yang salah,


tidak ada restu dan kebahagiaan dalam pernikahan ini.

__ADS_1


yang aku lihat hanya perdebatan saja.


Sekarang aku lebih iklas kepergian mu nak,


andai kamu masih ada, belum tentu nenek dan Tante mu menyukai mu..."


Batin Mitha...


Mitha melangkah kan kaki nya keluar rumah secara perlahan lahan tanpa membuat orang orang dalam rumah tersebut terganggu


Setelah keluar dari Rumah keluarga Arsan,


Mitha kembali ke rumah orang tua nya,


Ujian pun kembali menghampiri Mitha,


Ibu Tiri Mitha mempunyai sejumlah hutang pinjaman online dan meminjam pada beberapa bank keliling,


membuat sang ayah mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.


..." Rasa nya dunia ini tidak adil..."


Lirih nya di depan makam Ayahnya..


Sempat terpikir Mitha untuk mengakhiri hidupnya,


karena tidak ada lagi orang yang sayang dan peduli dengan Mitha.


Mitha harus memikirkan melunasi hutang ibu tiri nya kepada para pinjol dan beberapa lintah darat agar tidak diteror keluarga nya.


..." Akan kujual beberapa aset dan ruko peninggalan ibu kandung ku untuk melunasi hutang hutang ini...


Berjanjilah kepada ku untuk tidak mengulangi nya lagi..


Kini hanya tinggal Aku ,Aisah adik ku, dan ibu.."


Mohon Mitha sambil menggenggam tangan Ibu tirinya.


Ibu Tiri Mitha tak kuasa menahan air mata,


dia menyesal atas perbuatannya kepada Mitha,


Suaminya pun kini telah tiada karena ulah ini Tirinya.


Mereka bertiga pun saling berpelukan, saling menguatkan untuk selalu bersama sama..


..."Jika Ibu masih ingin tinggal bersama ku, kumohon sayangilah aku!!!


Aku sudah tidak punya sapa sapa lagi..."


Tambah nya lagi memohon kepada Ibu Tiri.


nya.


..." Aku percaya akan indah pada waktunya..,


Ayah doakan aku meraih yang ayah impikan..."

__ADS_1


Ucap Mitha dalam hati nya.


__ADS_2