
Malam hari pun Tiba Mitha sudah siap dengan gaun hitamnya yang berkelap-kelip memperlihatkan kemolekan tubuhnya.
Erik yang memakai tuxedo hitam tidak berkedip melihat Kecantikan Mitha terlihat di depan matanya...
..."Apa kamu tidak nyaman dengan pakaian itu...???..."
Tanya Erik yang melihat Mitha selalu merapikan tali kecil pada gaun nya..
Mitha menganggukkan kepala nya..
..."aku takut masuk angin aja .." Erik tertawa mendengar jawaban Mitha .
Tingkah nya seperti mama Sofie yang tidak suka berpakaian terbuka.
..." Nanti kita disana ngapain ???"
Erik mengerutkan keningnya mencerna maksud pertanyaan Mitha...
..." Disana kita ngapain??
Hanya makan malam saja kan ..???
Tidak ada acara minum minuman aneh , joget joget..."
Erik menyunggingkan bibirnya mengingat ucapan papa nya, jika cara bicara Mitha mirip mamanya masih muda , hingga sang Haris selalu jatuh cinta pada istri nya.
Erik maju memegang panggul Mitha..
..." Nanti itu kita akan berdansa.. saling bertatapan gitu.."
Mata Miha melotot tajam,
Erik mendekapnya kembali hingga gundukan nya sudah menempel di dada Erik yang bidang..
..." Apa kita perlu belajar dulu...???.." Erik menuntun Mitha belajar dansa .
Mitha yang masih kaget tetap memberi jawaban dengan anggukan kepala nya .
Mitha yang awal nya kaku berdansa ,sudah mulai mengimbangi langkah Erik , dengan sepatu Hells nya Mitha berputar putar dengan indah .
Namun gaun pesta nya terinjak oleh Erik sehingga mereka sama sama terjatuh di atas tempat tidur.
dan Mitha kini berada di atas badan Erik..
__ADS_1
Hawa panas kini terasa pada wajah Erik melihat kecantikan Mitha dan gundukan yang sangat hangat di dada Erik.
Membuat Otak Erik terasa kaku .
Erik lalu memutar posisi badannya..
Hasratnya kini mulai meninggi kembali...
Sesuatu yang keras mulai terasa lagi ...
Kali ini Erik memberanikan diri menyentuh bibir Mitha..
Mitha kembali menutup matanya ketakutan...
Erik merasa Mitha masih belum siap
dengan segera bangun dan merapikan setelan jas nya ..
..." Hayo kita sudah ditunggu..."
Wajah kekecewaan terlihat Di wajah Erik.
Mitha merasa malu dan bersalah.
Akhirnya Mitha Mengumpulkan keberanian dengan menyentuh dan menggenggam tangan Erik..
Erik yang melihat tangan nya tergenggam kini melihat wajah Mitha .
..." Kita..
Berdansa di kamar ini saja ya ,
A aku ingin melihat atlet binaraga ..."
Pinta Mitha malu malu .
Erik yang mendengar kode Mitha duduk bersampingan di atas ranjang nuansa berwarna kuning gading yang lembut .
..." Apa kamu sudah siap..??? ... Aku tidak akan memaksa mu jika belum siap, bagaimana pun pernikahan ini kamu belum ada cinta untuk ku " tanya Erik dengan wajah yang serius .
Mitha menundukkan wajahnya dan mengangguk kan kepalanya..
Erik mengangkat dagunya dengan jari nya , mereka pun memulai pemanasan dari kecupan lembut , hingga terus mengiringi nya sampai kecupan liar
__ADS_1
Erik juga mulai Mendarat kan kissmark di area area sensitif Mitha membuat yang Mitha menggeliat bukan kepalang.
helai demi helai pakaian sudah terbuka..
Atlet binaraga kini sudah terlihat didepan mata Mitha...
..." Aku tidak akan menyakiti mu .." Ucap Erik sebelum meluncurkan pesawat nya...
Mitha mengikuti permainan nakal Erik..
Hingga mereka berhasil melewati malam pertama malam itu...
walau sudah tidak ada bercak merah pada ranjang pengantin nya...
Erik merasakan kesusahan untuk mencetak gol pada Tubuh Mitha...
..." Terimakasih..."
Bisik Erik dengan lembut..
Mereka nampak kelelahan hingga tertidur dengan saling berpelukan.
Erik merasa malam ini malam yang indah.
Bisa memiliki Mitha seutuhnya.
Dan berjanji akan membahagiakan nya.
Sementara Di depan pintu kamar hotel Mitha dan Erik ada sosok laki laki yang sedang berdiri sedang menunggu Erik dan Mitha,
Berharap pintu kamar itu terbuka.
Arsan tidak terima jika malam ini adalah malam pengantin buat Mitha dan Erik..
..."Harus nya malam ini malam nya aku ,
Harusnya kita sudah bahagia,
Tapi kenapa?
Kenapa kamu meninggal kan ku..." lirih Arsan dengan penuh rasa kecewa.
Toni pun menyuruh Arsan untuk istirahat dan kembali ke kamarnya. .
__ADS_1
Arsan berjalan sempoyongan masuk menuju kamar hotel nya ditemani Toni sang asisten nya.