
..." Awas Kamu Aisyah..."
Geram Mitha kepada Adik dan putri nya yang sudah bersengkongkol untuk membuat Mitha dan Erik harus tidur Satu kamar.
Beberapa jam yang lalu...
Arta , Aisyah menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Mitha dan Erik mengiringi dengan memainkan gitar kepunyaan Mitha sewaktu masa sekolah...
Sambil mencuri curi pandang,
Mitha mengamati Erik yang sedang bermain gitar.
dengan bibir yang berkomat Kamit dan dan petikan jari Erik , ntah mengapa membuat membuat hati Mitha tidak tenang.
..." Ternyata dia keren.." batin nya memuji Erik dalam hatinya.
..." Pipip mana kado buat mama...???..."
Mitha membungkam mulut Arta secara spontan..
Membuat Arta sedikit kesakitan..
Erik yang melihat segera menolong Arta dengan menepis tangan Mitha , lalu segera memeluk Arta..
..." ga boleh gitu sama anak kecil, itu sakit.." omel Erik
..." Ini..."
Erik memberikan satu kotak kecil di hadapan Mitha..
Mitha hanya memandang nya , tangan nya takut mengambil dari tangan Erik.
Aisyah sang adik nampak tersenyum kecil melihat kekakuan kakak dan kakak iparnya.
..." Itu dari Arta..."
Ucap nya sekali lagi ..
Mendengar pemberian dari Arta Mitha lalu mau mengambil nya dan membukanya..
Sepasang anting berbalut mutiara membuat mata Mitha berkaca-kaca..
Hadiah ulangtahun terindah yang Mitha terima sepanjang hidup nya...
Mitha lalu mencium putri kecil nya dan mengucapkan terimakasih kepada putrinya..
..." Anting ini akan mama pakai pas mama kerja nanti..."
Ucapnya lembut kepada Arta...
..." Iya mah..
Itu pipip yang pilihin, katanya biar mama kaya mutiara,
pipip juga yang bayar,
Arta mana ada duit..."
Ucap Arta dengan kepolosan...
__ADS_1
Seketika tawa Aisyah pecah, dan membuat Mitha hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal...
Sementara Erik hanya bisa berdeham mendengar kan Jawaban Arta.
" Aku mau tidur sama Tante Ais..
Pipip jangan tidur di sofa,
Banyak nyamuk,
tidur di kamar sama mama....
Iya ya mah.."
Rengek Mitha..
Mitha ingin sekali menolak permintaan Arta,
tapi bisa jadi perdebatan sampai pagi jika Mitha menolaknya...
..." Awas kamu Aisyah..
Ini pasti akal akal mu lagi..."
dengan lirikan tajam ke adik perempuan nya Mitha mengumpat kesal kepada Aisyah.
Erik pun masuk ke kamar Mitha...
Tempat tidur ukuran nomer 3 kini tepat berada di depan mata Erik.
Mitha segera menggelar kasur lantai dan diletakkan dibawah tempat tidur...
Mitha menunjuk dan menyuruh Erik untuk tidur di tempat tidur dan Mitha di kasur lantai...
Erik tertawa sinis dan menjawab nya..
..." Aku yang tidur di bawah..kamu di tempat tidur.." ujarnya...
Erik segera mengambil selimut dari tangan mitha dan segera merebahkan dirinya di kasur lantai.
..." Sudah berapa lama tinggal disini...???..."
Tanya Erik sambil membelakangi mitha.
..." Belum lama..." jawab nya singkat.
Erik memejamkan matanya mengingat cerita Aisyah..
Bagaimana perjuangan Mitha mendapatkan tempat tinggal yang layak untuk Mereka berdua.
Berjualan di pinggir sekolah,
bahkan sempat menjadi asisten rumah tangga agar adiknya bisa makan dan tidur disana.
..." Kalo setelah di ceraikan Arsan hidupmu menderita kenapa kau masih mencintainya sampai saat ini..."
bisiknya dalam hati Erik , Erik pun tertidur dalam keheningan malam.
Kresek
__ADS_1
Kresek
Kresek
Tempat tidur berukuran tiga terasa bergoyang, seperti menambah satu beban diatas tempat tidur Mitha..
Mitha segera cepat berbalik arah ..
Awalnya ingin marah namun melihat Erik nampak meringkuk kan badan dan menutupi selimut di seluruh tubuhnya , membuat Mitha urung kan niat tersebut.
..." Dasar anak mami..
lagu laguan tidur di lantai..."
Sindir Mitha sampai menyungging kan bibirnya...
Mitha segera ingin menurun kan kaki nya dilantai dan mengambil bantalnya,
Namun tangannya tertahan oleh genggaman tangan Erik yang masih terasa dingin.
..." Tidurlah dia atas..
Aku tidak akan menggangu..
Dibawah sangat dingin.."
Ucapnya walau dengan mata terpejam.
Mitha menganggukkan kepalanya..
Meletakkan bantal nya kembali di tempat nya .
Lalu mereka kembali melanjutkan tidur nya dengan satu sama lain saling membelakangi .
Maaaaaaaaah
Sudah pagiiiiiiiiii
Terdengar samar samar suara Arta dari luar sana...
..." iya sayang sebentar..."
Ucap Mitha sambil menggeliat kan badan nya...
Mitha tersentak kaget melihat kini posisi nya sudah berada di pelukan dada Erik.
rasa nya ingin jari jemari tersebut menyentuh mata Erik yang masih terpejam...
..." mungkinkah aku sudah jatuh cinta pada pria ini .
Ternyata dia tampan juga ..
Apalagi dia bisa memainkan gitar ..." lamun Mitha..
Suara pintu terketuk kembali...
Mitha segera perlahan menurunkan kaki nya agar tidak membuat Erik terbangun..
Setelah Mitha keluar dari tempat tidur Erik membuka matanya ..
__ADS_1
Mengingat kejadian tadi malam dimana Mitha mengigau sampai menangis terisak-isak hingga Erik memeluk nya untuk menenangkan nya...