
Crrrrekkkkk
Pintu kamar kos Mitha terbuka...
..." Ya ampun disana ternyata..
ayo kita terlambat...
ibu kos aku duluan ya..."
Sri sang tetangga Mitha segera menyelamatkan Arsan, menarik tangan Arsan dengan Cepat
Sebelum Ibu kos melihat wajah Arsan..
..." Itu sapa Mit...???" tanya Ibu kos
..." Temen Sri Bu,
lagi tanya tanya kerjaan..."
Jawab Mitha ,
Jantung nya seperti ingin berlari keluar...
Ibu kos masih terus memandangi Arsan dengan rasa penasaran.
Sambil berjalan cepat,
Sri mengusap usap dadanya sambil berkomat komit...
..." Selamat selamat...
Untung Teman anda yang ganteng diseberang sana segera telefon aku untuk segera kluar..
Jangan lupa ya.. !!!
5 Juta yang anda janjikan..."
Ucap Sri dengan senyum semberingah nya...
Arasan mengacungkan jempol ke arah Sri.
Mereka pun berhasil keluar...
Mitha kembali masuk ke kamar kos nya..
Notifikasi dua pesan masuk ke beranda ponsel nya...
..." Kak Arsan dan pak Thoriq sama sama mengirim chat selamat tidur......
huft...
Semoga tidak bertemu dengan mereka berdua di alam mimpi ku..."
ucap nya..
Lamunan Mitha hilang sudah ketika Arsan menyadarkan nya jika dia sekarang berada di atas sepeda motor bersama Arsan.
..." Ngelamunin Apa???
sampai begitu erat memeluk ku . "
Wajah Mitha berubah seketika memerah
sambil mengutuki kebodohan nya..
__ADS_1
Arsan nampak senang melihat wajah panik Mitha .
..." Kok berhenti disini...???..."
..." Aku lapar mau makan bubur,
disini bubur pas dengan lidah ku...
bukan nya dulu kamu bilang ingin makan pagi diluar bersama ku .."
Ucap Arsan sambil membuka helm yang ada di kepala Mitha.
..." Lokasi ini tidak jauh dari stasiun televisi..
apa kakak tidak takut jika ada seseorang yang melihat ..???.."
..." Aku tidak takut .
toh memang kita sempat ada hubungan..
memang perusahaan pertelevisian adalah tanggung jawab ku .
Jika Karena ini aku dilengserkan maka aku akan mengajukan banding .
Karena aku bekerja selama ini dengan baik ..."
Aura kepemimpinan Arsan memang sudah terlihat sejak Mitha masih menjadi istri nya.
wajah yang serius tidak ada senyum seakan akan beban di pundak nya banyak.
..." Hari ini kontrak kerja ku selesai...,
Aku akan kembali ke stasiun radio,
aku harap kita bisa kembali seperti semula.
Pinta Mitha sambil menyantap bubur ayam yang ada di depan nya...
..." Bekerja lah di stasiun Tv ku ..
bukan kah kamu ingin menjadi penyiar Berita..??.."
Mitha tersedak makanan mendengar ajakan Arsan.
..." Kakak gila...???
aku ga mau.."
..." Kita ulang lagi hubungan ini ..
Kita mulai saling mengenal,
bila perlu kita berpacaran...
mau kan??? "
Arsan menggenggam tangan Mitha dengan erat.
mata nya penuh kesungguhan menatap Mitha.
Ponsel Mitha berbunyi tertera nama Thoriq memanggil,
Mitha menatap Arsan sesaat dengan ragu lalu menggeser tombol menerima...
..." Hallo..."
__ADS_1
..." Mit..
dimana kamu...
Segera ke kantor ku...
dalam waktu 15 menit Jika telat aku perpanjang kontrak mu.."
Tut
Tut
Tut
Bunyi suara komunikasi yang sudah terputus
..."Lama lama aku bisa gila sama dua laki laki ini.."
Geram Mitha dalam hati nya..
Dibalik kekesalan perintah Thoriq yang serba dadakan, ada kelegaan Thoriq menghubungi nya,
ini bisa menjadi alasan Mitha bisa pergi tidak menjawab permintaan Arsan.
..." Aku harus pergi .
Pak Thoriq memanggil ku..."
Ucap Mitha yang segera berdiri dan berjalan terburu-buru.
Arsan sempat ikut berdiri dan ingin menahan nya ,
namun di urungkan karena ada yang memanggil namanya...
Mitha mengenakan masker di wajah nya, dan segera bergegas karena Mitha juga tidak ingin dijadikan bahan gosip,
setelah dia kerap di kait kaitan oleh Thoriq atasan nya.
..." Ketemu di Kantor !!!
Kantor apaan , kantor yang aneh.. diatas gedung..."
Keluh Mitha yang terengah-engah nafas nya menaiki beberapa anak tangga ...
..." Ya ampun masih muda dah ngos ngosan..
ngedumel lagi..."
Mitha yang masih mengatur nafas memarahi Thoriq..
..." Jangan kebiasaan ancam ancam..."
Thoriq tertawa terbahak bahak melihat Mitha yang sedang memarahi nya.
Mitha melihat cara tertawa Thoriq..
Tawa yang lepas seperti tidak ada beban.
berbeda dengan Arsan sepupunya.
..." Apa Pak Thoriq sejahat itu bersama keluarganya, seperti yang ditakutkan keluarga Arsan???
Kenapa yang kulihat selama ini kebalikan nya..
Pak Thoriq humble,
__ADS_1
pada karyawan tidak pernah merepotkan.." Ucap nya dalam hati...