Kisah Klasik

Kisah Klasik
Bertemu kembali


__ADS_3

Cherrrssss....


UNTUK KEBERHASILAN BERSAMA


Seluruh Tim kru mengangkat gelas minuman nya masing masing.


Minuman berisi aneka jus jeruk, Es teh..


bahkan Air mineral pun juga ada yang meminumnya.


Thoriq kembali mempersilakan Tim nya untuk menyantap hidangan makanan malam nya...


..."Selamat Malam..."


deg


deg


deg


Mitha yang sedang menyantap makanan , terhenti mendengar suara yang mengucap salam.


Tangan ny terasa lemas , dan rasa nya ingin menoleh kebelakang, namun Mitha takut jika suara tadi adalah orang yang pernah ada di masa lalunya...


..." Perkenalkan inilah CEO STv, pimpinan tertinggi kita , Tv sky tidak ada apa apanya tanpa STv.


Bapak Arsyalendra atau kalian bisa memanggil nya pak Arsan...


beliau baru pulang dari Inggris untuk memimpin Stasiun televisi kita..."


Mata Mitha berkaca-kaca,


perut nya terasa mual..


dada nya terasa sesak...


mungkin kah Arsan yang dimaksud Arsan mantan suaminya.


Mitha meremas tangan nya erat erat ...


kepala nya tertunduk..


..." Mit bangun..


kok loe malah duduk tertunduk gitu..."


Usap tangan Indra agar Mitha mau berdiri, dan berbalik badan mengucapkan salam.


..." Kak Arsan .."


Ucap Mitha dalam hati nya...


sepanjang kaki nya melemah untuk membuat nya berdiri.


Sama hal nya Arsan,


dia pun terkejut melihat Mitha berada tepat di depan nya...


Arsan memandang Mitha yang kini sudah dewasa,


berpenampilan menarik, dan sudah bisa merias wajah nya..


Mitha yang merasa risih dengan tatapan Arsan berpamitan untuk pergi ke washroom ( toilet ),


langkah nya dipercepat hingga berlari kecil masuk ke ruang tersebut.


Rasa kesal, benci dan terkejut membuat Mitha mengeluarkan isi yang ada di perut nya...


Mitha kembali menangis dalam bilik kecil tersebut..


melihat Arsan mengingat kan anaknya yang sudah tiada...


Setelah tenang, Mitha meninggal kan tempat tersebut dan mengirim kan pesan singkat kepada Indra untuk membawakan tas kerja nya,

__ADS_1


Mitha harus meninggalkan Acara makan malam tersebut dengan alasan tidak enak badan.


Mitha pun berjalan kaki di pusat kota .


Berjalan kaki tidak tentu arah,


angin yang berhembus , membuat nya mendekapkan tangan di dadanya..


menahan air matanya untuk tidak menetes di pipinya...


Sebuah mobil kini berhenti di hadapan Mitha,


Toni asisten Arsan turun dari mobil tersebut, merapikan setelan jas nya lalu menghampiri Mitha.


..." Ikut lah dengan ku ..."


Ajak Toni..


Mitha tersenyum sinis,


dia tau itu adalah perintah mantan suami nya Arsan.


..." Sampai kan pada Bos mu...


aku tidak mau..


aku mau pulang.


aku lelah..


besok aku ada siaran..."


Jawab Mitha tegas...


Mitha segera berjalan ke pinggir jalan dan menghentikan taxi.


..." Jalan pak.." Ucap nya


Taxi pun segera melajukan kendaraannya...


Menambah kecepatan kendaraan nya...


lalu menghadang taxi yang ditumpangi Mitha...


..." Kenapa pak...?.."


Tanya Mitha terkejut dengan penghentian mendadak sang supir Taxi.


..." Ada mobil menghadang..." jawab supir taksi.


Mitha kembali melihat Toni turun dari mobil tersebut...


Bukan hanya Toni ,Arsan pun ikut turun mendekati mobil Taxi itu...


..." Turun ..."


Perintah Arsan.


Jantung Mitha kembali berdegup kencang...


Mitha menggeleng kan kepalanya,


airmata nya pun meleleh di pipinya ...


Toni segera menghampiri Supir Taxi tersebut, dan memerintahkan untuk membawa mobil hitam kepunyaan Arsan dan mengikuti Taxi yang akan dibawa Toni.


Arsan lalu masuk ke mobil Taxi duduk di samping Mitha,


Begitu juga Toni yang menyetir untuk mereka berdua...


..." Aku mau turun..."


Kecepatan tangan Mitha untuk membuka kunci mobil terkalahkan lebih dulu Toni menguncinya...

__ADS_1


Mobil pun melaju,


Mitha hanya bisa terdiam,


dengan menyeka Air mata di pipi nya...


..." Blazer...


make up..


Sekarang kamu terlihat Dewasa..."


Arsan memulai pembicaraan,


namun Mitha memalingkan wajah nya mengarah ke jendela mobil.


..." Bagaimana kabar mu...???.."


Tanya Arsan..


Mitha masih terdiam tidak mengeluarkan suara sedikit pun...


..." Tiga hari yang lalu aku baru tiba,


Kau bisa tanyakan kepada Toni aku kerumah mu,


tapi ternyata kamu sudah lama pindah rumah,


Kalian terlibat utang online, Sehingga harus menjual Rumah dan ruko milik alm ibu mu..


Kenapa kau tidak kerumah ku???


Kenapa Kau tolak pemberian ku,,???


itu bisa membayar utang tanpa harus menjual aset keluarga kalian..."


Mitha hanya terdiam yang terdengar hanya


Suara cairan dalam hidung Mitha ,


Mitha mencoba menahan teriakan yang ada di tenggorokan nya.


..."Maafkan aku , aku juga baru tau kalo ayah mu sudah tiada.


Tadi pagi aku ke makam Ayahmu dan Anak kita..."


Akhirnya Suara Mitha yang tertahan tertumpah dalam tangisan nya,,


tangisan meraung-raung sampai harus menutup mulut nya ketika mendengar nama ayah dan anaknya...


Arsan bisa merasakan kepedihan Mitha dan memberanikan diri memegang bahu Mitha dan membenamkan di dada Arsan.


..." Maafkan aku...


maafkan aku .."


Ucap Arsan menenangkan Mitha yang masih menangis..


RUMAH IBU Dewi...


..." Apaaaaa????


Kalian kehilangan jejak Arsan???


kok bisa...???..."


Dewi ibu Arsan merasa kesal karena kaki Tangan nya kehilangan jejak Arsan dan Toni.


Semenjak Arsan kembali ke Ibukota,


Dewi menyuruh seseorang untuk mengikuti Arsan dan mencari tau kegiatan nya..


Ibu Dewi tidak ingin Arsan mencari tau tentang mantan istri nya.

__ADS_1


karena bisa membuat peluang Arsan kembali kepada Mitha istri nya.


__ADS_2