Kisah Klasik

Kisah Klasik
Apakah Arsan tidak rela


__ADS_3

Ponsel Mitha berbunyi


..." Tuh kan dah di telepon...


aku harus turun!!!


Pokoknya aku ga mau tau ,


kalo ada apa apa bapak yang tanggung jawab..."


Maki Mitha...


Thoriq kembali tertawa terbahak-bahak melihat ancaman Mitha.


Mata nya melotot tajam melihat Thoriq...


..." Iya iya...


Aku akan tanggung jawab ..


Bilang sama pimpinan redaksi,


kalo kamu habis menemui ku diatas gedung ..."


Mitha makin merengek mendengar jawaban Thoriq.


..." Itu namanya bunuh diri"


Mitha lalu segera berbalik arah langkah,


namun langkah nya terhenti melihat Sosok tinggi kini berada di depannya bersama adjudan nya.


Terlihat gugup melihat Arsan sudah didepan matanya,


bingung harus berbuat apa, Mitha segera membungkuk kan badan nya memberi hormat . lidah nya seperti terkunci tidak dapat mengeluarkan suara.


..." Oh...Ars..."


Ucap Thoriq.


Arsan tidak menjawab sapaan Thoriq.


mata nya hanya tertuju pada Mitha yang masih membungkuk.


..." Ohhhh


ini Mitha dia yang sedang aku kontrak untuk mengisi suara di Chanel acara anak anak..


Mith!!!


kamu dah tau kan ini CeO kita .


kemarin dia sudah memperkenalkan diri .."


Mitha yang masih menunduk menjawab dengan terbata bata...


..." I..i...iya..."


..." Ya udah kamu turun gih..!!!


hati hati ya.


nanti kita ngobrol lagi .."


Sambung Thoriq

__ADS_1


Arsan merasa tidak senang mendengar percakapan Thoriq kepada mantan istrinya.,


Apalagi melihat senyum kekaguman Thoriq pada Mitha.


Mitha segera turun dengan jantung yang berdegup kencang...


..." Huffffft...


Apa harus begini sekarang..


hanya menunduk kan kepala,


dan tidak banyak bicara..."


Lirih Mitha.


Sementara di Atap gedung...


( Semoga aman terkendali)


..."Seperti nya ada yang berbeda .."


Arsan membuka percakapan ingin mengetahui niat dari Thoriq...


..." Hah berbeda apa nya???


Kliatan ya..???


Wajahku apa memerah...???


Sssstttt ( meletakkan jari telunjuk di antara bibir Thoriq)


Please Rahasia kan dulu ini kepada Papa ku.


Alis mata Arsan menjadi tidak simetris


Rasa penasaran kini semakin dalam...


..." Maksud mu...???..."


..." Wanita yang kamu liat tadi aku sudah suka sejak di Inggris.


dia adalah penyiar radio,


Suka pada suaranya walaupun aku belum melihat rupa wajahnya.


Setelah disini kuberani kan diri ingin bertemu dengan nya..


Si mungil itu membuat ku tidak bisa lepas ingin menjahili nya . "


Ucap Thoriq dengan kekaguman nya kepada Mitha sambil senyum senyum sendiri.


Arsan mengepal tangan nya ,


Apa Arsan cemburu???


Atau tidak rela jika sepupu nya ingin mendekati Mitha.


..." Apa kau yakin itu pilihan mu???


bukan nya om Haris selektif???.."


Mendengar Pertanyaan Arsan , Thoriq tertawa lebar...


..." Karena itu aku ingin memoles nya...

__ADS_1


berkarir sebaik baiknya dalam pekerjaan nya, ingin segera kukenal kan kepada mereka..


tapiiiiiii....


you know lah my Pap,


Semoga tidak ada kendala sih,


soalnya kalo nyonya rumah sudah bertitah maka papa ku tidak akan menolak permintaan nyonya .."


Arsan berdesis melihat kepercayaan diri Thoriq ingin memiliki Mitha.


..." Apa wanita itu juga menyukai mu ..???


Latar belakang bibit bobot bukan kah itu penting buat keluarga kita...???...'"


Arsan mengingat kan Thoriq.


Thoriq berdiri dari sofa malas nya ,


dan menepuk bahu Arsan..


sambil membisikkan sesuatu ditelinga Arsan.


..." My mom dari orang biasa,


tidak ada title embel di belakang namanya..


tapi dia berhasil menikah dengan anak pengusaha di Indonesia.


menjadi kan anak nya kini juga sukses.


Suport dan dukung aku sepupu ku,.Semoga aku bisa mendapatkan hatinya..."


Thoriq tersenyum dan mengedipkan satu matanya..


lalu segera meninggalkan Arsan dan Toni di atas gedung.


Tangan nya merogoh di saku jas nya,


mengambil sebatang rokok lalu menghisap nya dalam dalam ..


..." Sudah kau temukan di mana alamat Mitha tinggal???


Erik


Apa yang sedang dia rencana kan..."


Ucap Arsan dengan nada kesal...


..."Ini Alamat nya,,


Seperti nya Erik benar benar menyukai Mitha .


matanya terlihat tulus .."


Ucap Toni sembari memberikan secarik kertas di tangan Arsan


Arsan tersenyum sinis...


..." Jika dia tau dia mantan istri ku,


apakah Erik masih mau..."


Arsan kembali menghisap rokok nya dalam dalam.h

__ADS_1


__ADS_2