Kisah Margaretha

Kisah Margaretha
45


__ADS_3

Tidak ada hal yang paling membahagiakan bagi seorang Kalandra Wiraguna Kusuma saat ini, selain persetujuan Margaretha untuk beradu peluh dengannya. Hal yang paling diinginkan lelaki itu sejak mereka resmi menyandang gelar suami-istri dan baru akan terlaksana malam ini. Sebelum ritual uh-ah itu dilaksanakan, Andra terlebih dahulu mengunci pintu kamar. Memastikan tidak ada seorang pun yang akan mengganggu.


Kenapa aku deg-degan gini.


Margaretha menyentuh dada dan merasakan debaran jantungnya yang terasa makin kencang. Margaretha berpamitan hendak ke kamar mandi padahal dirinya sengaja ingin menghindar atau sekadar mengundur semuanya. Namun, dengan gerakan cepat Andra menarik tubuh Margaretha lalu mengukungnya. Margaretha tak mampu lagi berkutik. Hanya bisa pasrah saat Andra mencium bibirnya lama. Bahkan, lidah Andra sudah mengakses seluruh rongga mulut Margaretha, dia hanya bisa menerima dan menikmati.


Walaupun masih kaku, Margaretha berusaha membalas ciuman tersebut. Tubuhnya masih gemetar meski tidak sehebat dulu. Andra pun mulai berani menyusuri leher jenjang Margaretha bahkan menciptakan tanda kepemilikan di sana. Margaretha sama sekali tidak bisa menolak karena dirinya telah terbuai.


"Ndra ...." Margaretha tidak mampu meneruskan ucapannya saat dirinya merasa lumpuh karena lidah Andra yang terus menjelajah. Demi apa pun, Margaretha tidak bisa menjelaskan gelayar aneh yang baru dia rasakan. Sentuhan Andra sangat lembut dan membuatnya terbuai.


Setelah memastikan Margaretha tetap tenang, Andra pun mulai memainkan dua benda kenyal milik gadis itu. Belum terlalu berisi dan pas di genggaman. Andra merem*snya lembut, tetapi tetap membuat Margaretha tak mampu menahan desah*n.


"Ndra ...."


"Sebut namaku di setiap desah*nmu, Mar." Andra makin liar. Melepas semua pakaian Margaretha hingga pemandangan indah terpampang jelas di depan mata. Membuat Andra menelan ludah saat merasakan tubuhnya panas-dingin melihat tubuh mulus istrinya yang tidak terbalut sehelai benang sedikit pun.


Melihat tatapan Andra yang penuh napsu, Margaretha pun menutupi aset berharga miliknya. Namun, Andra tetap bisa menjangkaunya. Kembali melakukan pemanasan agar Margaretha terbuai.


"Kamu yakin kalau sakit akan berhenti," kata Margaretha khawatir. Menahan dada Andra saat lelaki itu hendak memasukkan adik kecilnya ke sarang.

__ADS_1


"Ya." Andra menjawab singkat meskipun dalam hati tidak yakin akan menepati ucapannya. "Tapi kamu tahan sebentar karena kalau di awal memang sakit, tapi sebentar."


Margaretha menatap ragu. Namun, Andra terus saja melakukan sentuhan hingga Margaretha tidak menyadari kalau Andra sudah memulai memasukkan adik kecilnya perlahan.


"Ahhh, sakit, Ndra." Margaretha merintih. Memukul lengan Andra kencang agar lelaki itu berhenti. Andra pun menciumi wajah Margaretha. "Hentikan, Ndra. Ini sakit sekali."


"Tahan sebentar, Mar. Sakitnya juga akan hilang."


"Tapi, Ndra ... kamu bilang akan berhenti kalau sakit." Margaretha mengomel. Bibirnya masih meringis karena merasa nyeri oleh adik kecil Andra yang belum keluar dari sarangnya.


"Ini aku berhenti, tapi satu menit lagi akan melanjutkannya." Andra tersenyum licik. Margaretha pun yang merasa kesal kembali mendaratkan pukulan di lengan Andra.


"Omonganku memang kadang tidak bisa dipegang, tapi adik kecilku bisa. Kalau kamu mau memegangnya, aku dengan senang hati memberikan izin," ucap Andra santai.


"Ish! Kenapa kamu jadi mesum sekali seperti Zaenab!" dengkus Margaretha kesal.


"Jadi, sekarang kita akan berdebat atau melanjutkan pergulatan ini?"


Margaretha menggeleng saat sudah tersadar kalau dirinya saat ini sedang dijajah oleh Andra. Pantas saja rasanya sangat perih dan penuh di bagian bawah sana. Tidak mendengar jawaban apa pun dari Margaretha, Andra pun mulai memompa istrinya. Margaretha yang awalnya tampak ketakutan, kini justru menikmati sodokan itu. Beberapa kali dia menggigit bibir untuk menahan desah*n yang sangat sulit untuk ditahan.

__ADS_1


Pergumulan panas yang dinanti Andra pun kini terjadi. Mereka telah resmi menjadi pasangan suami-istri yang sesungguhnya. Rasa puas dan bahagia tampak terlihat jelas saat mereka sudah sampai di puncak bersamaan.


πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ


Yuhuuu


Selamat bermalam Jum'at guys


Ciee yang udah jebol gawang. Wkwkkw


Karena Andra sudah bisa jebol gawang maka kisah mereka akan End, Yes!


Oe! Thor!


Gile lu! Baru juga jebol gawang udah ditamatin. Kita juga pengen keless lihat mereka mesraan


Santai guys, keromantisan Somplak sekawan bakal terus berlanjut dalam judul baru dan kisah Margaretha tamat karena mereka sudah bahagia.


Jadi, siapa nih yang enggak sabar pengen baca kata(Tamat) dari othor, wkwkwk

__ADS_1


Salam sayang buat kalian semua 😘😘


__ADS_2