KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《SURAT UNTUK KIMI》


__ADS_3

1 JANUARI


💌Dear kimi,


Aku sangat menyukai permulaan. Dan cara apalagi yang paling cocok untuk merayakan Tahun Baru ini selain dengan menulis surat untuk sahabat?


Malam tadi aku telah menerima sebuah video yang berisi ucapan selamat ulang tahun dan tahun baru darimu, komawoyo kimi🤍.


Kimi, apa kamu tahu?


Sekarang aku sedang menyukai seseorang lho!🖤Maaf jika aku tidak pernah menceritakan ini kepadamu.


Btw, laki-laki beruntung yang sedang aki sukai itu bernama Lee Ju-Na.


Lee juna orangnya tuh cuek bebek🦆, dinginnya udah kaya ngelebihin es di kutub❄, terus dia itu kesepian, nggak tau kesepian karena nggak punya temen, atau kesepian karena memang nggak suka berteman dan bergaul.


Aku telah mencoba berbagai cara untuk membuat dia menyukaiku juga. Bahkan nih ya, aku udah coba cara kamu dulu, untuk membuat seo-joon suka balik sama kamu. Tapi sayang, semua cara yang aku coba itu gagal. Tapi belum gagal total nih ye, masih ada harapan.


Sebelumnya, aku nggak akan menyerah untuk membuat juna menyukaiku balik, dan aku juga nggak akan menyerah untuk dapat bertemu dengan kamu lagi kimi.


Maaf untuk kesalahan yang pernah aku perbuat dan lakukan dulu, sampai hatimu luka dan tersakiti.


Btw, cuma ini yang bisa aku tulis ke kamu di surat ini. Kimi, aku ingin kamu bahagia di sana. Karena di sini, aku juga sedang berbahagia. Jika kamu memiliki masalah, cerita ke aku. Walau mungkin aku tidak akan selalu bisa menemani dan selalu bantuin kamu di sana


...From...


...Song Na-Ra...


...💖...


13 JANUARI


DI KAMAR NARA...


...Aku bolos untuk bersekolah, omma ataupun appa tak pernah melarang jika sesekali....


...Aku mendekam di kamarku sepanjang hari. Menulis, membaca, tak lupa juga untuk mengkhayal, dan mengingat-ingat sesuatu....


...Mengisi keiinginan di daftar diary-ku juga....


HAL YANG INGIN KU LAKUKAN:


- Melihat turunnya salju pertama, di menara Namsan.


- Menyatakan rasa hatiku sebenarnya kepada seseorang.


- Memperkenalkan Lapangan Perasaan dengan orang lain, yang ingin ku kenalkan.


- Mengenang setiap waktu dengan berharga.


- Memulai sesuatu yang baru dan unik, disetiap tahunnya.


Bisakah kupenuhi setiap keinginan itu?


"Hadeuh.....capek banget deh."


"Oh iya, keadaan kimi gimana ya? Chat aja deh." Ucap nara yang mengambil handphone-nya diatas meja.


Bestie Ra♡:


Kimi, kamu pasti udah dapet surat dari aku kan? Perasaan kamu gimana? Jarang lho, aku kirim surat.


Tak ada jawaban selama beberapa menit.


"Kok kimi belum jawab ya?"


Bestie Ra♡:


Kimiku......


Tak ada jawaban pun


"Ya udah deh, mending aku mandi dulu, habis itu bobo."


...Menatap nanar langit-langit kamarku, adalah kebiasaan tersendiri sesaat sebelum tertidur pulas diatas ranjang. Dengan memikirkan sesuatu yang membuat hatiku ganjal atau bahagia, dan saatnya lelah untuk memikirkan sesuatu itu, aku akan tertidur pulas dengan sendirinya....

__ADS_1


♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


...Ada beberapa momen yang semakin jelas seiring berjalannya waktu....


...Pertemuan dan perpisahan yang tidak terhitung jumlahnya, yang ada untuk saat itu....


...Apapun lorong dan persimpangan jalan yang kita lalui. Pada akhirnya, yakin bahwa itu semua ditakdirkan untuk mengarah ke tempat ini....


♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


19 JANUARI


POV JUNA


Tolong, lelehkan aku dingin.


Tanganku yang tak berwarna, tanah ini yang terasa sangat keras, aku merasakan ketika berjalan di jalanan musim dingin. Napas kencang dari hati, aku masih merasakannya.


Musim dingin semakin dingin.


Cuaca yang dingin semakin dingin.


Udara yang dingin pun juga semakin dingin.


Ketika saat itulah, hatiku terasa membeku.


Waktu sangatlah kejam, aku membencinya.


Hati selalu berjalan seiring dengan waktu.


Tanpa satupun permintaan maaf.


Berapa banyak lagi perasaan yang harus berjatuhan untuk musim semi datang?


Tok...tok...tok...(suara pintu diketuk)


Juna langsung membuka pintu, dan yang berada di depan pintu kamarnya adalah sooya, mama juna.


"Juna, ada tamu dibawah. Abeoji suruh kamu turun juga, kita mau makan malam dulu." Ucap sooya.


"Kamu harus turun, nanti kalau abeoji marah gimana? Turun ya, eomeoni tunggu." Ucap sooya yang langsung pergi.


"Heuh..." juna langsung turun dan mengikuti mama-nya.


DI RUANG MAKAN...


"Ne, mannaseo bangapseumnida." Ucap hae-joon papa juna.


"Ne, bangapseumnida. Bagaimana kabar pembangunan  di busan?" Tanya min-sung ayah dari min-ji dan min-ha.


"Wah, minji dan minha semakin cantik ya☺" Ucap sooya.


"Kamsahamnida, si-omeoni😊" Jawab minji.


"Si-omeoni?🤨" Tanya juna yang sedikit menekan perkataannya itu.


"Juna, diam kamu. Makan sana😠" Ucap hae-joon.


"Ne abeoji."


"Choesonghamnida park-ssi, juna hanya tidak terbiasa dengan panggilan itu."


"Ne, kwenchanseumnida lee-ssi🙂"


"Park-ssi, bagaimana hubungan juna dengan minji, apakah kita harus membuat mereka lebih dekat?"


"Sepertinya ide yang bagus, hubungan kita pun akan semakin dekat nantinya, apalagi proyek yang sedang kita kerjakan saat ini sangatlah besar." Jawab park min-sung.


"ABEOJI!😡" Bentak juna mulai tak tahan dengan percakapan yang semakin melantur.


"Cukup juna, kamu tidak boleh membantah keputusan abeoji." Jawab hae-joon.


"HAISH!! JUNA TIDAK SUDI!"


Juna langsung pergi dan menuju ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"JUNA!"


"JUNA!" Panggil hae-joon, yang sama sekali tak ada respon dari juna.


"Choesonghamnida park-ssi."


"Tolong maafkan sifat anak saya itu."


"Baiklah, karena sudah tidak ada kepentingan lagi disini, saya akan pergi. Ayo minji, minha." Ajak min-sung.


"Ne appa."


Min-sung tak terima, karena telah menolak anak sulungnya itu, minji. Ia pergi dengan perasaan yang marah.


DI RUMAH JUNA...


Suasana sedang tidak mendukung.


"Aish... dasar anak brengsek. Sudah dibesarkan tidak tahu terimakasih!" Umpat hae-joon.


"Yeobo, sudahlah, juna hanya anak remaja dengan emosi membara. Juna mungkin juga tidak bermaksud untuk menolak." Ucap sooya menenangkan hae-joon.


"Aku kekamar dulu, pusing dibuatnya."


DI KAMAR JUNA...


Juna melemparkan badannya di kasur empuk miliknya. Menatap langit-langit kamar.


Aku tidak menyukai minji, dan aku tidak akan bertunangan ataupun menikahi minji. Batin juna.


Trett...trett...(suara handphone juna).


"Heuh...😒"


Nara:


Yeoboseyo📱


Juna:


Emm, wae?📱


Nara:


Opsoyo, aku cuma kangen aja📱


Juna:


Aku sedang tidak ingin mendengar ucapanmu itu📱


Nara:


Kalau gitu, vc gimana? Kan bisa lihat wajah aku📱


Juna:


Aku sedang tidak berminat untuk berbicara📱


Juna mematikan handphone dan langsung menaruhnya diatas kasur.


Aku butuh istirahat. Batin juna.


Ingin menjadi remaja yang sempurna. Remaja seperti biasanya, tidak terlalu banyak beban, tidak terlalu banyak kekangan dalam hidup. Itu yang ingin kurasakan, masa remaja yang seharusnya begitu indah dan menyenangkan, tidak dapat kutemui.


Tetapi, melihat seseorang dari kejauhan, selalu memperhatikan setiap gerak-geriknya, itu dapat membuat suasana hatiku lebih baik. Sangat lebih baik dari sebelumnya.


Merubah semua sikapku itu tidak perlu, hanya saja, membutuhkan orang untuk merubahnya. Merubahnya secara perlahan tapi pasti. Seseorang yang bisa membuatku melupakan segala rasa pahit dalam hidupku untuk sementara waktu.


Seseorang yang tak tahu kapan mulai kusayangi. Tidak tahu rasa apa ini? Tetapi, semua akan terjawab, seiring berjalannya waktu.


Perhatian\=*(si-omoni \=ibu mertua).


                        ▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎


                                BERSAMBUNG...

__ADS_1


                                                                  @flooobie


__ADS_2