KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《BISA BACA PIKIRAN?》


__ADS_3

27 MARET


...Hari-hari yang cerah mulai mendampingiku. Saat musim semi atau musim panas tiba, aku bersekolah selalu menggunakan sepeda. Sona nama sepeda itu. Salah satu barang paling berharga yang pernah kumiliki. Bukan karena harga, tetapi kenangan yang tersimpan di dalamnya....


...Saat aku ingin mencurahkan sesuatu, sona-lah yang mengantarkanku menuju lapangan perasaan. Kali ini, kukayuh sepedaku hingga sampai di sekolah....


"Annyeong ra!" Sapa jimmy.


"Annyeong😊"


"Kamu naik sepeda ra?" Tanya yirim.


"Ne."


"Tumben ra, biasanya naik bus, diantar sunbae kanglim, terus diantar omma sama appa kamu." Sambung jimmy.


"Emm, sebenarnya bukan tumben sih. Mungkin kalian aja yang baru lihat aku naik sepeda ke sekolah."


"Biasanya, kalau cuacanya enak begini, aku lebih suka naik sepeda, bisa lihat pemandangan musim semi yang cuma dateng sekali setahun😁"


"Iya juga sih."


"Daripada bahas tentang sepeda, yuk masuk." Ajak yirim.


"Ne, kajja!😃"


DI KELAS...


"Shim, btw nih ya, kamu nggak tahu tentang eun-woo?🤨"


"Emangnya kenapa ra?"


"Jadi gini, aku kan ditelepon oppa buat dateng ke emperor club..."


"MWO?! EMPEROR CLUB?!😲"


"Sst...nggak usah berisik, ntar yang lain denger lagi."


"Oh, oke-oke. Tapi tunggu, kamu ngapain disana?🧐"


"Bukan aku, tapi oppa aku sama temen-temennya, termasuk eun-woo."


"Jadi kak eun-woo ke emperor club? Terus dia ngapain aja disana?😫😭"


"Aku juga nggak tahu sih, tapi mereka nggak jadi macem-macem, karena ada juna😎"


"Juna?"


"Iya, juna itu kan ada disana, terus ditemuin sama oppa udah tepar habis minum. Mereka yang berencana ikut minum juga malah ngurusin juna, karena juna lagi nggak sadarin diri. Mereka yang ada di sana, jadi pasrah sih buat urusin😁"


"Heuh....😮💨Syukur deh, lega sku. Kapan-kapan harus berterimakasih juga nih, sama juna."


"Eh, andwae, hajima."


"Wae?"


"Biar aki aja yang sampein ucapan terimakasih kamu, nanti kalau kamu yang ngomong, mana mau diterima🙂"


"Iya juga sih, ya udah kalau gitu, sampein ucapan terimakasih aku ya, sama juna."


"Oke😉"


DI TAMAN...


"Juna mana ya?👀"


"Apa dia nggak masuk sekolah? Kayaknya masuk deh, orang mobilnya aja ada di parkiran."


"Tapi tuh anak kemana ya?" Ucap nara yang berusaha mencari keberadaan juna.


"Wait, itu juna bukan sih?🤨"


"Eh iya, itu kan juna! Samperin ah...😈"


"LEEJU!" Panggil nara, yang dilihat pula oleh beberapa murid yang melintas.


"Kamu mau kemana? Disini aja yuk, enak lho😊"


"Aku mau ke perpus." Ucap juna yang berlalu.

__ADS_1


"Yaelah, nggak seru dong. Mending kita makan kek, atau apa kek?😉"


"Aku nggak mau."


"Aishh..."


"Emm, btw ada titipan ucapan terimakasih dari shimy😉"


"🤨"


"Iya, shimy bilang ke aku kalau dia mau ngucapin terimakasih, tapi maaf nggak secara langsung, karena sibuk☺"


"Terimakasih? Buat?"


"Karena kamu ada di emperor club, jadi eun-woo nggak jadi minum, kan mereka rencana kesana mau minum juga kan? Mungkin sekalian sewa j*l*ng😒😊"


"Oh."


"Udah? Gitu doang jawabnya?😕"


"Terus kamu mau aku gimana? Hm?"


"Ya nggak usah pakai kata 'oh' segala kali, aku kan muak denger itu doang yang keluar dari mulut kamu."


Bosen aku denger kata itu mulu selain 'oh' ntar juga pakai kata 'emm' nggak ada yang lain napa? Batin nara.


"Nggak ada yang lain." Jawab juna yang pergi tanpa menghiraukan nara yang terus memanggilnya.


***


"Kak eun-woo mau latihan basket ya?😊" Tanya jimmy.


"Iya."


"Aku boleh temenin nggak? Aku juga lagi ada waktu luang kok😉"


"Kamu nanti nggak dicariin?"


"Nggak kok, aku udah bilang sama omma, dibolehin. Jadi kak eun-woo bolehin aku nggak?"


Walau nggak dibolehin juga dia nggak bakal pergi. Heuh...ya udah deh. Batin eun-woo.


"Assa!🤭"


Jimmy selalu menyemangati eun-woo, memberinya minum saat sedang beristirahat, menyingkirkan keringat dengan handuk kecil. Semua perhatian itu hanya untuk eun-woo.


Sedangkan disisi lain...


"Ayo-ayo-ayo!" Teriak para lelaki.


Ya, disinilah yirim berada sekarang. Sedang bermain game menggunakan komputer, ditemani teman-teman sepergang mereka. Diantara yang lain, hanya yirimlah satu-satunya gadis.


"Han, kalahin nam-joo yuk, kita daritadi kalah lho timnya." Ucap sung-wan.


"Ntar kalau kita yang traktir gimana? Aku nggak punya duit😪"


"Woyy, sabar dulu boss. Aku lagi berusaha, lihat ya joo, kali ini aku bakal menang😤" Jawab yirim.


"Kita lihat aja han🥱" Balas nam-joo.


Walau berteman, tidak pernah sekali saaj tidak ada kata RIBUT setiap berkumpul, itulah yang membuatnya seru menurut yirim. Jika RIBUT, semua menyenangkan.


"ASSSAA!!🤪😝😜" Teriak yirim.


"Lihat! Aku menang, THIS IS A WINN BRO!😌" Sorak yirim lebih kencang.


"YEAYYY!😄" Sambut yang lainnya.


"Joo, aku udah menang nih bareng tim. Kamu kan udah janji, kalau timku yang menang, kamu traktir makan sepuasnya buat hari ini. Jadi kagak?😑"


"Okey, fine, aku laki-laki sejati yang nggak pernah ingkar janji, daripada basa-basi, yuk GASSS!" Ajak nam-joo.


"KAJJA!" Sambut semua bersemangat.


LAPANGAN PERASAAN...


Juna terbaring dengan santai dibawah pohon angsana. Gayanya, playlist di earphone-nya, semua musik yang ia putar berjenis minor.


Menyendiri dengan ditemani hangatnya cuaca pada musim semi. Biarkan saja angin berembus, menjelajahi dunia tanpa beban pikiran. Angin terus bertiup lebih kencang.

__ADS_1


"Juna?" Ucap seseorang, yang tak lain adalah nara.


Juna tidak mendengar panggilan nara, karena ia sedang menggunakan earphone dan tertidur.


Nara menghampiri juna yang terbaring. Ia juga mensejajarkan dirinya dan ikut terbaring.


Kamu nggak tau kan? Di atas mata yang tertidur itu, dimana cahaya terang bersinar. Nggak apa-apa meski terlambat, tapi aku ingin kamu bisa menyukaiku juga juna. Batin nara.


"Jangan bilang tidak apa-apa karena itu tidak baik-baik saja." Ucap juna yang mengagetkan nara.


"Hah? W-wae?"


"Kamu ngapain?" Tanya juna.


"Nggak, nggak ngapa-ngapain kok, aku cuma mau kesini aja😁"


"Oh."


Juna ganteng banget🤤 Batin nara.


"Aku tahu kalau aku itu ganteng, tapi jangan dilihatin terus, nanti mata kamu copot."


"Iiih, enak aja, sembarangan kalau ngomong."


Eh, tunggu-tunggu, tapi kok juna tau ya, kalau aku bilang dia ganteng?


Jangan-jangan...


"Aki nggak bisa baca pikiran. Jadi jangan berpikir yang aneh-aneh." Jawab juna yang langsung memejamkan matanya.


Tuh, dia tau lagi aku mikirin apa? Tapi nggak mungkin, mana ada manusia bisa baca pikiran? Nggak mungkin, cuma perasaan aku aja kali ya? Iya, cuma perasaan aku aja. Batin nara panjang lebar.


...Ya, jika kalian bertanya apakah juna dapat membaca pikiran? Ya, tentu dia bisa. Keunikan yang kedua milik juna itu pertama kali dia tunjukan saat itu. Saat berada di lapangan perasaan, berdua, dan terus berbagi kisah....


...Saat aku benar-benar tidak mengetahuinya, jika mengingat, kalian tentu tak akan percaya dengan itu, tetapi memang benar juna dapat membaca pikiran. Sungguh keunikan yang luar biasa bukan?...


...Apakah juna pergi ke dukun? Ah, sudahlah. Mana mau juna pergi ke dukun, ngaco....


"Juna." Panggil nara.


"Emm."


"Kamu lagi sedih?"


"Bukan, aku lagi mau menyendiri aja."


"Owh."


"Kenapa ya, aku suka banget angin musim semi?"


"Karena menenangkan." Jawab juna.


"Iya, sangat menenangkan."


"Juna."


"Emm."


Aku suka kamu. Untuk memberitahu bahwa aku menyukaimu, aku takut. Jadi aku terus berkeliaran di sekitarmu. Batin nara.


Tentu juna mengetahuinya, ia mendengar kata hati nara yang berbicara seperti itu. Tetapi, ia tak ingin membahas itu, juna hanya ingin berdua, tetap bersama nara, disampingnya, sampai musim semi berlalu, tanpa kata pisah.


"Aku pulang dulu ya juna."


"Emm."


"Kamu nggak pulang?"


"Aki mau disini dulu."


"Oh, ya udah deh, aku duluan ya. Bye👋🏻"


Nara mulai beranjak, menaiki sepeda dan mengayuhnya, ia kini mulai menjauh dari lapangan perasaan.


Sedangkan juna, hanya menatap nanar kepergian nara dari hadapannya. Sebenarnya, ia tidak ingin nara pergi. Hanya saja, untuk berucap seperti itu, ia tak bisa.


...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...


...BERSAMBUNG......

__ADS_1


                                                                   @flooobie


__ADS_2