KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《PACAR? TUNANGAN?》


__ADS_3

"Oh, jadi kamu yang suka godain pacar aku😒" Ucap minji mendorong bahuku.


"Biasa aja dong, nggak usah main tangan😑" Sambung jimmy.


"Apaan?" Ucap minji yang menyiram jimmy dengan jus strobery ditangannya.


Dan tiba-tiba, terhenti oleh tangan seseorang.


"Iiih, lepasin nggak? Kamu itu siapa sih?😠" Keluh minji yang merasakan sakit ditangannya.


...Ya, dia adalah Ko Eun-Woo. Ketua osis di sekolah SMA ku....


"Saya ketua osis di sekolah ini, kenapa? Ada masalah?🤨"


"Hah? Kak eun-woo? Emm, Choesonghamnida😊" Ucap minji yang masih membungkuk.


"Sudah, kali ini saya bisa maafkan kamu. Ingat semua, pembullyan disekolah ini juga akan dapat sanksi! Hati-hati." Ancam eun-woo.


Lalu berlalu pergi meninggalkan kantin.


"KAK EUN-WOO! KOMAWOYO!😘😍🥰" Teriak jimmy yang salting dibuatnya.


Eun-woo yang mendengar teriakan jimmy tidak menghuraukannya. Dan langsung pergi. Memang, jimmy dan eun-woo saling mengenal, karena keluarga mereka telah bersahabat sejak lama. Dan jimmy pun menyukai eun-woo.


"Wah, kalian hebat ya. Sampai ketua osis pun ngebela kalian. Gara-gara kalian ya, aku pasti bakalan kena masalah😐" Sambung minji yang tidak ada kapoknya.


"Oh ya? Bagus dong, yang kena masalah kan pastinya kamu, bukan kita. Selamat ya🙂" Ledek yirim.


"Eh, kamu jangan berani-beraninya ya, ucapan kamu yang sopan dong😠" Sambung minji semakin kesal pada teman-temanku.


"Gimana aku mau jaga ucapan coba, kamunya aja modelan begini. Jadi nggak ada salahnya kalau aku nggak sopan sama kamu😤" Ucap yirim yang telah emosi.


"Han, shim, udah. Biar aku aja, kalian bakalan kena masalah nanti, udah ya🙂" Ucapku.


"Tapi kan, ni cewek nggak bisa didiemin ra. Nanti ngelunjak dianya." Jawab yirim.


"Sst, udah ya, nggak apa-apa kok😊"


"Kamu memang ada masalah apa ya, sama aku?" Tanyaku yang mulai membuka mulut.


"Oh, kamu nggak tau atau cuma pura-pura nggak tau sih?😒"


"Kamu itu, udah godain pacar aku. Emang duit sebegitu pentingnya ya, buat kamu, sampai mau ngerebut pacar orang?🤨"


"Pacar? Aku nggak pernah deketin pacar kamu ya. Aku juga nggak kenal dan nggak tau tuh, siapa pacar kamu."


"Wah, ngeselin ya😤"


"Yang kamu bicarain ini siapa sih? Aku nggak paham."


"Pacar aku itu LEE JUNA. Kamu nggak tau gitu?"


"Juna? Juna punya pacar?"


"Iya, aku pacarnya. Dan sebentar lagi, kita akan segera tunangan😏" Ucap minji sinis.


"Tunangan?"

__ADS_1


"Iya, aku bakalan tunangan sama juna. Kenapa? Nggak percaya? Tanya aja sendiri sama orangnya. Dan setelah tunangan nanti, kita akan segera menikah😏"


"Mwo? Kamu mau nikah sama juna?😲" Tanya jimmy yang tidak terima, karena jimmy tahu, betapa aku sangat menyukai seorang juna. Dan yang pasti, saat aku mendengar ucapan minji itu, akan sangat sakit untukku.


"Iya, kamu kalau nggak percaya, tanya aja sama junanya sendiri. Sekali lagi ya, aku ingetin sama kamu song nara. Jangan pernah sekali-kali kamu deketin juna. Kalau kamu berani, lihat aja nanti, apa yang akan terjadi." Ucap minji dan pergi.


"Aku tidak akan menyerah, biarkanlah waktu yang menentukannya." Balasku yang langsung pergi meninggalkan kantin bersama jimmy dan yirim.


Saat ingin pergi, minji tiba-tiba terhenti saat mendengar jawaban dariku. Disisi lain, minji dan teman-temannya, sangat kesal. Mungkin menurut mereka, tidak biasanya ada yang berani membantah ucapan seorang park minji itu.


Lihat aja ya tu anak. Aku akan buat perhitungan sama dia. Batin minji.


...Pertemuan pertamaku dengan park minji yang tidak terlalu buruk. Tidak akan mengalah, itulah yang aku rasakan....


...Tentunya saja, aku harus mencari bukti terlebih dahulu. Apa benar, juna dan minji itu pacaran? Atau bahkan akan tunangan? Itulah pertanyaan yang harus kutemukan jawabannya....


***


ROOF TOP...


"Biasanya, juna ada disini deh. Tapi mana ya?🤔" Ucapku menengok sekeliling.


"Nara." Panggil seseorang dari belakang.


Aku langsung melihat kebelakang, dan yang benar saja, itu adalah juna.


"Kamu sedang apa disini?" Tanya juna.


"Oh, aku disini itu lagi nyariin kamu😁"


"Wae? Ada hal penting?" Tanya juna lagi.


"Kalau tidak ada apa-apa, sudah. Pergi sana😐" Suruh juna dan beranjak pergi.


"Tunggu." Ucapku yang membuat juna seketika berhenti.


"Wae?🤨"


"Aku mau tanya sesuatu ke kamu😐"


Juna langsung membalikkan tubuhnya. Dan sekarang ia dan aku berhadapan satu sama lain. Walau dengan jarak yang sedikit jauh.


"Juna, kamu punya pacar ya?"


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut juna.


"Wae?" Tanyaku yang tidak mendapat respon apapun dari juna.


Juna hanya diam.


"Kamu punya pacar ya juna?" Tanyaku lagi.


"Tidak." Jawab juna singkat.


"Oh, terus minji siapa?"


Juna tertegun dengan pertanyaan nara yang kali ini. Karena dia mengingat minji yang selalu meminta kepada kedua orang tuanya untuk menjodohkan mereka.

__ADS_1


Maka dari itu, juna yang menolak permintaan minji menjadi seperti anak yang terbuang oleh keluarganya sendiri.


Sekarang juna menjadi anak yang tak patuh pada orang tua. Karena perjodohan itu, juna tidak sudi.


"Minji itu orang yang suka sama aku. Kamu juga kan? sama-sama suka aku. Jadi apa salahnya?" Jawab juna sedikit gugup. Dan mengalihkan pembicaraan. Aku dapat merasakannya.


"Ya, aku tahu aku suka kamu. Tetapi aku tidak berlebihan seperti halnya dia. Mengaku menjadi pacar dan akan bertunangan dengan kamu."


"Minji bicara seperti itu?"


"Iya, makanya aku tanya kamu. Dia bilang juga sebentar lagi kalian akan menikah. Ck.. kepedean banget tu orang. Tunangan aja belum, apalagi nikah. Mimpi."


"Aku? Nikah sama dia? Nggak deh, mending nggak nikah seumur hidup." Jawab juna.


Aku yang melihat kepergian juna langsung menyusulnya.


"Leeju, tunggu!"


"Cepet.." jawab juna.


"Terus, kalau nikah sama aku, mau nggak?"


"Nggak."


"Em, nyebelin🙁😊"


Kita pun jalan berdampingan.


Leeju adalah panggilan sayangku untuk juna. Dan itu kulakukan hanya beberapa kali saja.


"Juna, ada satu pertanyaan lagi."


"Apa?"


"Emm, aku penasaran. Kalau kamu nggak ada hubungan sama minji, kenapa dia mengaku menjadi pacar dan akan bertunangan juga menikah dengan kamu?"


"Aku dengan dia itu sebenarnya di jodohkan. Tetapi aku tidak menginginkannya, ya udah. Dia yang masih berharap seperti itu. Aku juga tidak menyukai dia." Jawab juna.


"Ooh. Ya udah, aku nggak akan tanya lagi." Ucap ku dan pergi meninggalkan juna.


"Nara!" Panggil juna.


Aku pun yang penasaran langsung membalikkan badan.


"Ne?"


"Aku akan pergi." Ucap juna terpotong.


"Odi?" Tanyaku yang tidak paham.


"Tour Camp." Jawab juna yang berlalu.


"Mwo? Juna ikut?.... yey assa!🥰😁" Seruku yang tidak tahan untuk menahan kegembiraan ini.


"Akhirnya, juna mau pergi juga. Eh, tapi kenapa dia mau pergi ya? Kok tiba-tiba gitu? Ya udahlah, asalkan dia juga ikut😊" Ucapku dengan senangnya.


...  ▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


                                                    @flooobie


__ADS_2