
31 JULI
...Manikku menatap keluar balkon yang menghadap langsung kepada keindahan kota Seoul. Sesekali melihat bunga yang kamu berikan sebagai souvenir dari Jeju Island....
...Masih ingatkah? Kini bunga itu telah mekar, seperti yang kamu katakan, dia tidak mati, hanya saja sedang beristirahat saat itu....
...Detik demi detik kuhabiskan dengan melayangkan berjuta pertanyaan,...
Apakah kamu akan kembali?
Tidak bisakah kamu tetap disisiku?
...Aku sangat penasaran akan jawabanmu itu. Karena sahabatku selalu bertanya, mengapa tidak menyerah saja dan melupakanmu?...
...Mereka berkata, bahwa kamu tidak akan pernah kembali....
...Jadi, apakah aku masih bisa mengharapkan dan merasakan cintamu itu?...
...Karena dibawah langit biru ini, aku masih saja menantimu....
...Aku pernah membaca suatu sajak yang membuatku bertahan sampai saat ini untuk selalu menantimu....
'Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, belajarlah menunggu. Sebab terkadang, Tuhan enggan memberi skenario yang mudah untuk saling menemukan. Jika tidak bersama sekarang, belum tentu tidak juga di masa depan'
...Sajak itulah yang mampu membuatku bertahan dan selalu menantimu yang tak tahu kapan kembali. Walau kamu pernah menuliskan kata 'tidak akan kembali' aku hanya akan terus menunggumu. Sampai kata-kata itu benar terwujud....
...Tidak perlu ditanya lagi berapa air mata yang telah tumpah sejak kamu meninggalkanku. Dan aku selalu mengurung diri dikamar yang kini terlihat kusam nan sepinya....
"Ra." Panggil Oppa yang tiba-tiba masuk.
"Ne?"
"Oppa berencana kuliah di luar negeri, kasih saran dong harus gimana." Jelasnya yang kini tengah terbaring disampingku.
"Kalau nara ikut-ikut aja sih, menurut nara lebih baik kuliah di luar negeri."
"Wae?"
"Biar nara bisa ikut oppa, terus ngelupain semua kenangan nara tentang juna di negara ini. Toh juna juga udah pergi dan melupakan nara."
"Yang bener? Nggak nyesel nih?" Goda oppa padaku.
"Emm."
"Ya udah kalau gitu, oppa berencana pergi seminggu lagi. Oppa juga udah omongin ini ke omma sama appa."
"Emm."
"Cup, makasi sarannya..." cium oppa pada dahiku.
"Emm."
----------------------------------------
4 AGUSTUS
...Demikianlah hari-hari berlalu....
...Hari-hari biasa, makhluk-makhluk biasa, kehidupan normal....
...Aku berdiri untuk terakhir kalinya dilapangan perasaan ini. Semenjak surat yang juna titipkan dilapangan ini, menjadi matahari terbitku yang baru, fajar baru, dan sebuah musim yang akan kujalani hari demi hari walaupun awalnya memang terasa berat....
...Aku ingin berjalan ke masa depan dalam sayap-sayap kebahagiaan. Aku tidak akan menoleh ke belakang lagi....
__ADS_1
...Tetapi, hatiku ini selalu rindu untuk menoleh ke masa lalu, rindu ingin dipertemukan oleh dia. Dia yang telah menemani dan mengisi sekitar satu tahun lebih kisah masa remajaku....
...Saat dipikir ulang kembali,...
...Menurutku biarlah kita bahagia berada di tempat kita masing-masing. Untuk menjadi diri kita sendiri, kamu menjadi dirimu, dan aku menjadi diriku. Percayakanlah masa depan pada hari esok dan membiarkan malam yang diisi oleh bintang-bintang, untuk mengikuti jejak langkah kita....
...Marilah kita mengikuti takdir masing-masing, dan yakinlah bahwa kita akan bertemu lagi. Dan semoga pertemuan kita suatu saat nanti bukanlah hanya sekadar pertemuan, melainkan menjadi perjumpaan takdir yang manis seperti permen loli yang berwarna🍭...
DI BANDARA...
"Ra, ayo masuk." Ajak oppa.
"Ne oppa, arasso."
"Omma, kita mau pergi kemana?"
"Ke Indonesia sayang." Jawab omma.
"Wae?" Tanya appa tiba-tiba.
"Aniyo, nara cuma penasaran aja."
...Akupun mulai memasuki pesawat yang menuju penerbangan ke Indonesia. Aku dan keluargaku berencana untuk menetap di Lombok-Mataram....
...Setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam lebih 40 menit, akhirnya aku sekeluarga telah sampai Indonesia. Lombok-Mataram....
...Aku kini berada tepat di Bandara Internasional Lombok (BIL) yang telah berubah nama menjadi Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM)....
...Oppa memilih untuk kuliah di Universitas Mataram (UNRAM). Itu adalah Universitas yang lumayan terkenal disini....
...Aku memutuskan untuk tinggal di Lombok bukan tanpa alasan, tetapi Kakek dan Nenekku tinggal disini. Jadi kami sekeluarga berencana menetap di Indonesia....
...Setelah pindah dari Korea Selatan menuju Indonesia, aku tidak tahu menahu lagi kabar mereka. Kimi, Shimy, Hani, bahkan Juna sekalipun....
...Semua yang telah berlalu, tidak pernah terdengar kembali ditelingaku. Ceritaku bersama mereka, dan bersama juna, aku rindu....
...Ingin bertemu....
...Tidak dapat dipungkiri bahwa aku sangat merindukan mereka. Termasuk juna, cinta pertamaku. Saat ini, aku tidak tahu keadaan juna, kabar juna, atau apapun tentang juna....
...Aku rindu, sangat merindukannya....
...Merindukan kenangan yang telah lama usang....
...Telah lama kami berpisah....
...Tetapi perasaan ini seharusnya sudah lama aku singkirkan. Aku tidak tahu bagaimana caramu hingga dapat melupakanku dengan mudahnya....
...Sedangkan di benakku, masih terus teringat dan terbayang. Aku adalah kertas yang sempat kamu tulis cinta diatasnya....
__ADS_1
"Heuh...😪 capek banget." Ucapku mulai membaringkan diri di kamar.
...Perlahan tapi pasti aku membuka handphone, melihat kenangan fotoku saat di Namsan Tower bersamamu. Aku dan juna sempat mengabadikan foto disana. Saat merasa kesepian seperti ini, aku selalu melihat foto itu, satu-satunya foto yang kupunya bersama juna....
*Bagaimana bisa aku melupakanmu jika terus begini*?
*Bagaimana bisa aku membencimu jika terus merindukanmu*?
...Aku masih sangat jelas mengingat momen malam itu. Apalagi salah satu momen saat juna menembakku, maksudnya menyatakan perasaannya kepadaku....
...*Juna*......
...Aku sangat menyukai nama itu. Aku sangat suka menyebutnya disaat aku rindu ataupun kesepian seperti ini juga. Sungguh lucu bukan?...
"Juna, kamu lagi ngapain disana?"
"Apa kamu masih mempunyai perasaan yang sama sepertiku?"
"Jika masih, tolong kembalilah padaku, aku sedang menantimu malam ini."
...Meski tahun demi tahun telah berlalu, tetap saja aku masih terjebak oleh masa lalu. Masih enggan beranjak dan terus terpaku kepadamu....
...Aku merindukan kamu yang entah bagaimana kabarnya saat ini....
...Terdapat banyak pertanyaan yang hinggap tentang dirimu, entah soal aktivitasmu saat ini, atau perasaanmu di masa lalu saat masih di dekatku....
...Rindu akan dirimu yang mungkin tidak akan lenyap. Iya, sekarang aku sedang merindukanmu....
...Aku tidak tahu harus dengan cara apalagi untuk membuatmu mengerti, bahwa kamu akan selalu dan masih menjadi pemilik atas segala rindu yang sering hadir pada waktu-waktu sepiku....
...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...
...BERSAMBUNG......
__ADS_1
@flooobie