KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《MUNGKINKAH ITU DIA?》


__ADS_3

7 AGUSTUS


...Hari ini adalah hari minggu. Ya, hari libur....


...Aku kini berada di car free day. Berkeliling dengan menggunakan sepatu roda....


...Kebanyakan dari mereka berniat ke sini untuk berolahraga, membeli sesuatu yang menarik, ataupun mengajak pasangan jalan-jalan....


...Wah, aku sempat melihat atraksi topeng monyet di sana. Monyetnya sungguh lucu....


...Karena lelah bermain sepatu roda, aku memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu taman yang berada disini....


...Melihat berbagai pasangan lalu-lalang didepan mataku, membuat diriku ini kembali merindukan juna. Mereka mengingatkanku pada kenangan yang telah lama mati bersama kepergian yang masih memenuhi pikiran. Argh...mengapa dia tidak bisa pergi dari pikiranku? Aku sudah mencoba untuk melupakannya....


...Perlahan kucoba untuk memadamkan rasa, mengubur cinta, dan melupakan segala tentang kita. Aku dan juna....


...Sebab bersamanya adalah sesuatu dan luka dalam satu cerita, merasakan rasa yang sangat luar biasa dan begitu bermakna....


...Tetapi semua usahaku sia-sia, juna kembali muncul dan terus memenuhi pikiranku. Aku kembali melihat foto yang sempat kuabadikan malam itu. Di menara Namsan....


...Aku melihat sekeliling yang entah kapan mulai ramai. Suara bising itu, terus terdegar hingga aku menemukan dia....


Dia yang berdiri di antara suara bising itu. Aku sangat mengenalnya, dia sama sekali tidak berubah.


"Juna?" Ucapku secara tiba-tiba.


Tidak-tidak, itu bukan dia.


Tapi, itu juna.


Apakah benar itu adalah dia?


...Aku melihatnya bersama teman-temannya. Sedang mengobrol ria dengan canda tawa. Seingatku, juna yang kukenal tidak memiliki teman. Tetapi ini berbeda, kepribadiannya berbeda....


...Aku mulai berjalan untuk menghampirinya ditengah keramaian itu....


Bugh...


...Aku menabrak orang yang entah darimana datangnya....


"Maaf, saya tidak sengaja." Ucapku pada ibu-ibu yang sedang membawa anaknya.


"Makanya nak, kalau jalan itu pakai mata." Ucapnya ngegas, dan berlalu pergi.


"Hah? Jalan pakai mata? Bukannya kita jalan pakai kaki ya? Terus kalau jalan pakai mata gimana dong caranya? Tau ah, si ibunya aneh sih." Ucapku dibuat kesal sendiri.


...Baru ingat, tadi aku sempat melihat juna, kini fokusku hilang karena ibu-ibu tadi. Tetapi saat aku kembali melihat ke arah depan, tempat aku melihat juna bersama temannya, aku tidak menemukannya. Aku tidak menemukan juna bersama teman-temannya....


Kemana perginya?


Apakah itu benar-benar juna?


Aish...gara-gara ibu-ibu tadi sih.


"Apa mungkin aku hanya berkhayal saja melihat juna karena sangat merindukannya? Aku benar-benar gila dibuatnya."


"Tapi kini aku sangat penasaran. Pasti nanti malam aku tidak akan bisa tidur karena terus memikirkannya."

__ADS_1


"Heuh...aku benar-benar frustasi sekarang. Juna...ayolah tanggung jawab..."


Drett...drett...drett...(handphoneku berdering).


Oppa:


Ra, bisa tolong ke rumah sakit nggak?📱


Nara:


Kenapa? Memang ada apa?📱


Oppa:


Oppa lagi sibuk karena banyak operasi. Jadi bisa tolong temenin Chelsea nggak?📱


Nara:


Owh, okelah kalau begitu. Nara juga lagi butuh temen nih📱


Oppa:


Makasiii adekku sayanggg. Nanti oppa suruh Chelsea traktir kamu deh kalau mau shop**ing📱


Nara:


Oke oppa📱


Tut...(sambungan terputus).


...Jika kalian bertanya, siapa itu Chelsea? Dia adalah tunangan oppa, dan beberapa bulan lagi akan menikah. Kini oppa telah mapan, bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit milik appa....


"Claaa!!!" Panggil seorang gadis.


...Itu adalah kak chelsea, tunangan oppa. Sifatnya hampir sama dengan Shimy, aku jadi ingin bertemu sahabatku....


"Cla, kamu darimana aja sih? Kakak tungguin tau."


"Iya kak maaf, tadi cla habis dari car free day, biasa olahraga."


"Owh, tapi kenapa nggak ajak kakak?"


"Mana cla tahu, cla kira kakak lagi seneng-seneng sama oppa, nggak mungkinlah cla ganggu."


"Hehehe😅 maaf, kakak lupa. Ya udah, sekarang kakak mau ke kafe deket sini untuk minum kopi, kurang kafein."


"Oke dah, cla tahu kafe yang cocok buat nongkrong."


"Ayo!"


...Aku dan kak chelsea pun pergi menggunakan mobilku....


...Jika kalian ingin bertanya, siapa cla itu? Jawabannya adalah aku. Aku sebenarnya telah memutuskan untuk menetap di Indonesia. Dan oleh sebab itu, aku juga mengubah namaku menjadi nama Indonesia. Yaitu Clafita Angelica, aku biasa di panggil cla oleh orang-orang saat ini, kecuali Omma, Appa, dan Oppa. Mereka tetap memanggilku nara....


...Sebenarnya cukup sulit untuk beradaptasi mengenai bahasa. Tetapi, setelah hampir tiga tahun lamanya aku kuliah di Indonesia, akhirnya aku mampu berbahasa Indonesia secara fasih....


DI KAFE...

__ADS_1


"Cla, kenapa kamu nggak coba move on dan cari pengganti cowok kamu itu, siapa betul namanya?"


"Juna kak, juna."


"Iya, juna itu. Kenapa nggak pacaran sama orang lain? Atau mau kakak kenalin nggak sama temen kakak? Ada yang ganteng tahu, siapa tahu kamu kepincut."


"Udah aku bilang kan kak, aku nggak minat. Lagian aku juga udah coba untuk move on, tapi mau bagaimana lagi? Rasa cintaku sama dia nggak bisa pudar."


"Halah kamu, nanti juga kalau lihat cowok yang lebih ganteng bakalan langsung meleyot+jatuh cinta, apalagi yang tebel dompet tuh."


"Ada-ada aja kakak ini, hatiku selalu tetap untuk juna kak."


"Hm iya deh."


...Kami mulai menyeruput kopi masing-masing, merasakan pahit manisnya rasa yang tercampur menjadi satu....


"Kak, kalau aku ceritain ini, kakak bakalan percaya nggak?"


"Cerita apa memangnya?"


"Aku ketemu juna kak, tapi kurang yakin kalau dia benar-benar juna yang kukenal."


"What? Kapan ketemunya? Terus dimana?"


"Tadi di car free day, tapi kepribadiannya beda."


"Maksud kamu?"


"Juna yang tadi aku lihat sangat hangat pada semua orang, jika dia benar-benar adalah juna, aku akan sangat bersyukur kini dia mempunyai banyak teman. Tidak seperti dulu selalu kesepian."


"Jadi menurut kamu, dia juna apa bukan?"


"Nggak tahu juga kak, aku bingung."


"Kalau kalian dipertemukan kembali, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya kak chelsea padaku.


"Jika kita dipertemukan kembali, aku tidak akan pernah melepaskan juna, aku ingin mengenalnya jauh lebih dalam lagi, aku ingin dia menjadi milikku. Aku ingin menjadi istrinya."


"Wah, kamu halunya ketinggian say."


"Hehe😅 tapi jika aku dipertemukan. Kalau nggak dipertemukan oleh takdir, ya mana bisa aku jadi istrinya."


"Kenapa nggak bisa lupain juna sih? Kakak jadi heran sama kamu, kata kanglim kamu nggak bisa move on udah hampir empat tahun, yang bener?"


"Nggak tahu juga kak, sebenarnya aku juga ingin melupakan juna. Aku juga perlu maju, aku perlu menjalani hidup lebih baik, aku perlu bahagia kembali, walau bukan dia alasannya. Tetapi semuanya butuh waktu kak, dan aku harap juga ini kali terakhirnya aku punya rasa pada juna."


"Terus?"


"Ya jawabannya tetap sama sampai saat ini, aku nggak bisa."


 


...Untukmu yang kini rasanya semakin jauh saja. Mungkin aku hanya ingin kembali memutar waktu, aku ingin mengembalikan semuanya seperti dahulu, sebab kali ini aku benar-benar sangat merindukanmu. Membicarakanmu, semakin membuatku rindu. Jangan bosan karena selalu mendengar kata 'RINDU' dari mulutku ini. Tolong, janganlah bosan....


...Semoga kita masih bisa bertemu kembali, meski dipenuhi dengan ricuhnya isi bumi ini. Aku harap kamu akan kembali....


...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


@flooobie


__ADS_2