KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《ENDING》


__ADS_3

27 AGUSTUS


"Juna, jalannya pelan-pelan dong, mataku kan tertutup kain, jadi kalau jalan agak ragu dan takut jatuh." Ucapku.


"Iya, iya."


...Juna mengajakku jalan malam ini. Katanya mau dinner berdua. Dia juga menutup mataku dengan kain berwarna hitam pekat bak langit pada malam ini. Tanpa bintang, tetapi terdapat bulan yang bertengger tinggi dan tengah sendiri....


"Aku buka ya ra, pelan-pelan." Ucap juna yang mulai membuka tutup mataku.


...Aku hanya mengangguk....


...Kain yang menutupi mataku telah di lepas sempurna....


...Aku terkejut....


"Wah, indah banget. Ini kamu yang buat?"


"Hm, suka nggak?"


"Suka banget tahu." Jawabku memeluk juna.


"Ya udah, duduk yuk." Ajak juna yang mulai mengeluarkan kursi dari balik meja.


...Aku mulai duduk sambil membenarkan gaun yang ku kenakan malam ini, gaun itu sempat tersangkut....


...Kami memuali dinner malam ini dengan tenang. Meja ini dikelilingi oleh taburan bungan mawar berbentuk love. Lilin-lilin kecil juga menyala dengan sempurna di malam ini. Lampion keemasan juga menambah pencahayaan sekitar....


...Setelah selesai menghabiskan makanan, kami sempat mengobrol ria....


"Juna, Malam ini izinkan aku meminta waktumu. Tidak lama, hanya beberapa menit bila kamu ingin. Sebenarnya mauku sederhana, bertukar cerita yang telah lama terkubur, berbagi rindu yang selalu kupendam sendiri. Sekali lagi, hanya bila kamu ingin."


...Juna tersenyum dan mengangguk. Kemudian kami menceritakan berbagai kisah indah yang pernah kami lalui dulu. Aku senang, kita masih bisa mentertawakan tenatang dulu....


"Ra..." panggil juna di sela-sela pembicaraan kami.


"Hm?"


...Juna mulai mengeluarkan sesuatu dari balik saku celananya....


...Aku mengernyit bingung sekaligus penasaran dengan benda dibalik saku celana milik juna....


...Dia mengeluarkannya secara perlahan, dan aku melihat sebuah kotak perhiasan kecil....


...Juna mulai membuka kotak kecil yang berisi cincin nan indahnya....


...Aku sangat-sangat terkejut....


"Juna? I-ini..."


"Iya ra, jadi, apa kamu mau menikah denganku?" Tanya juna lirih.


...Aku masih dalam posisi diam dengan detak jantung tak karuan. Sangat terkejut jangan ditanya....


...Aku mengangguk tanda mengiginkan hal itu. Akhirnya......


...Juna tersenyum haru dan mulai memasangkan cincin berlian tersebut di jari manisku. Tidak disangka, air mata mulai mengalir membasahi pipiku....

__ADS_1


...Kamu malam ini tersenyum, menjadi makhluk yang menyenangkan. Sebutlah malam ini adalah malam yang indah, karena melihat dua pasang makhluk yang tengah menemani bulan dalam keheningannya....


...Aku langsung memeluk juna erat. Saling menyalurkan kebahagiaan yang melanda kami pada malam ini....


...Malam ini, aku akan bercerita tentang diriku sendiri. Aku sebenarnya ingin kamu mendengar, membaca, ataupun merasakan kisahku. Sekalipun ketikan huruf ini tidak tersampaikan padamu....


...Maaf sebelumnya, tetapi ini bukanlah sajak, rangkaian kalimat romantis, atau puisi indah. Ini hanyalah sebuah cerita dari aku, yang sekarang sedang sangat mengagumimu. Aku manusia yang sedang kasmaran dan pernah patah berkali-kali....


...Ceritaku ini tidaklah panjang. Hanya ingin bercerita, bahwa aku sangat bersyukur karena masih hidup dan bernapas. Bersyukur karena masih bisa merasakan kebahagiaan. Juga bersyukur karena telah mengenal dunia dari banyak sisi....


...Ini tentang diriku, manusia yang sama dengan yang lainnya. Hanya saja perasaan yang meliputiku sedang berbeda. Bahagia♥︎...


...Ah iya, malam semakin larut. Aku juga sudah selesai menulis cerita singkat tentang diriku....


...Aku  memandangi langit-langit kamar. Mengingatmu menjadi hal yang menyenangkan setiap waktu. Lalu kubisikkan pada tuhan tentang sebuah rasa syukur atas pertemuan kita dalam satu titik temu diantara seribu waktu. Mengucap beribu syukur kepada tuhan, karena telah memberi bahagia malam ini dengan dirimu....


...Setelah beribu-ribu kata rindu yang terucap, berjuta-juta titik air mata, dan lelahnya dengan kata 'penantian' akhirnya hari ini datang, hari yang sangat bersejarah dan tidak akan bisa terlupakan juga dilupakan. Aku dan kamu telah resmi bertunangan!...


•●•●•●•●•●•●•●•


28 AGUSTUS


"Cieee, yang udah resmi pacaran nih." Ledek kak Chelsea.


"Iya dong, lihat nih cla udah di lamar." Jawabku memperlihatkan cincin berlian itu kepada kak Chelsea.


"Jadi, kapan mau nikahnya nih?" Tanya oppa.


"Nikah ya? Itu masih kita pikirin kapan waktu yang tepatnya. Tapi kalau udah tepat nara dan juna juga bakalan kasih tahu."


...Kami memulai sarapan pagi ini dengan tenang....


"Ma, pa, oppa, kak Chelsea, nara angkat telepon dari juna dulu ya." Ucapku pamit.


...Mereka mengangguk. Aku pun mulai beranjak dari meja makan dan menuju mobil untuk segera menemui juna dirumahnya....


...Mendengarmu bercerita tentang pagi yang kamu lewati hari ini. Aku menghiburmu yang sedang kesal karena pelajaran yang sulit. Dan kamu tertawa karena kebodohanku....


...Lihat, pagi ini kamu mengajakku bercengkrama tentang hidup. ...


...Juna,...


...Terima kasih karena deringmu, ceritamu, dan tawamu pagi ini....


...Mobilku kini telah sampai dan terparkir tepat di garasi mobil milik juna....


"Hai leeju!! Good morning!" Sapaku yang mulai masuk ke dalam rumah juna. Aku mengernyit bingung, kemana juna? Kenapa dia nggak ada?


...Aku langsung mencari ke sekeliling rumah itu, dan ternyata, aku menemukan juna sedang berada di balkon kamarnya....


...Aku berlari kecil dan memeluk juna dari belakang. Juna pun langsung menoleh terkejut....


"Nara? Kapan datangnya?"


"Good morning sayang..." sapaku manja.


"Heuh...tumben banget nih sayangnya aku panggil begitu, ada apa?" Tanya juna mulai memeluk tubuhku.

__ADS_1


"Nggak ada, cuma mau panggil sayang aja, memangnya nggak boleh ya?"


"Boleh kok, malahan aku senang banget kalau kamu panggil sayang setiap saat setiap waktu."


...Aku mencubit perut sixpack milik juna pelan....


"Ayo dong sayang, morning kiss dulu." Ucap juna memajukan bibirnya.


"Apaan sih kamu? Gombal banget pagi-pagi gini."


"Mau-mau aku dong, ayo cium dulu, tunangannya minta di cium nih."


...Aku menghela napas pelan....


Cup


"Udah kan?"


...Juna langsung cengir kuda, menunjukkan deretan gigi putihnya....


"Iya, udah kok."


♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


...Cinta sejati adalah cinta yang tidak memandang rupa, harta, tetapi memandang ketulusan dari dalam hati yang paling dalam. Itulah yang aku miliki sekarang. Ketulusan mencintaimu....


...Terkadang, cinta membutuhkan yang namanya bentuk. Dan kamulah bentuk cinta terindahku. Cinta juga terkadang membuat sebuah drama yang tak masuk akal. Ya, itulah cinta dengan bermacam-macam rahasia dan tandanya....


...Tetapi percayalah juna, aku tidak akan pergi meninggalkan sebuah cinta yang ada di hatiku ini. Aku tidak bisa meninggalkanmu, karena hati ini tidak kuasa tanpa kehadiranmu....


...Biarkan aku merangkai kata-kata ini di sela-sela pagi menjelang siang. 'Carilah cinta sejati yang takkan pudar walau berkali-kali terhantam oleh batu karang yang dibawa oleh sang badai'...


♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


...Biarkan waktu terus berjalan pada waktunya. Karena itu sudah ketetapan-Nya. Aku tidak akan lelah untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari hanya untukmu....


...Terima kasih karena kamu sudah berada di hatiku. Karena kamu, aku bisa menuliskan semua ini....


...Terima kasih untuk semuanya dariku. Terima kasih karena kamu selalu tersenyum padaku, menghiasi hari-hariku dengan kekonyolan dan kebahagiaan tiada dua. Aku suka hal itu, dan aku suka kamu. Lebih dari rasa suka ini, bahkan cinta, aku cinta kamu....


...Terima kasih juga juna, karena telah menjadi kamu dalam ceritaku. ...


°○°○°○°○°○°○°○°


...Begitulah, kisah masa remajaku. ...


...Menurutku, pergunakanlah masa remajamu dengan baik. Karena, masa itu tidak dapat kembali. Tidak dapat kembali ke hadapanmu, dan tidak dapat dikembalikan oleh siapapun....


...Jadikanlah pengalamanmu pada saat itu, sebagai motivasi dan instruksi dalam hidupmu. ...


...Buatlah pengalaman berharga dalam masa remajamu, jika telah sampai pada titik ini sama sepertiku, kenanglah semua itu, terus kenanglah ia sampai menjadi rangkaian sesuatu yang berharga, menjadi sebuah album, yang tak ternilai harganya. Dan menjadi sesuatu yang sangat indah, sangat menakjubkan, dan sangat spesial tentunya....


Bagaimana pula kisah masa remajamu?


... ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■TERIMA KASIH■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...


Sampai bertemu di lain waktu............

__ADS_1


@flooobie


Editor: @Winona R. D nsy


__ADS_2