
Makan malam nara bersama keluarga juna telah selesai. Kini mereka sedang berbincang-bincang ria.
"Eomoni, juna mau kenalin nara." Ucap juna tiba-tiba ditengah perbincangan hangat.
"Kenalin nara? Kita kan udah kenal juna." Jawab sooya tidak mengerti arah pembicaraan anaknya itu.
"Ya, juna tahu. Tapi kalian mengenal nara sebagai teman juna."
"Lalu?" Tanya sooya penasaran.
"Kenalin eomoni, abeoji, namanya Song Nara, anak kedua dari abeoji ji-kyung dan eomoni mora. Punya satu kakak laki-laki yang nyebelin bernama kanglim. Nara ini adalah pacar juna." Ucap juna panjang lebar dan tepat.
Hae-joon dan sooya yang mendengar kata terakhir dari anaknya itu terkejut. 'Nara ini pacar juna' wah, sooya benar-benar senang mendengarnya.
"Selamat yaaa, kalian udah pacaran. Sejak kapan?" Tanya sooya heboh.
"Sekitar satu bulan yang lalu eomoni." Jawab nara spontan.
"Wah, semoga hubungan kalian lancar ya, eomoni selalu mendukung penuh."
"Kamsahamnida eomoni." Nara memeluk sooya erat. Ia benar-benar sangat berterimakasih kepada sooya karena telah merestui hubungannya dengan anaknya, juna.
Juna hanya tersenyum menyaksikan kedekatan pacarnya dengan mamanya itu.
"Ya, saya setuju-setuju aja." Sambung hae-joon.
Nara, juna, bahkan sooya langsung mengalihkan pandangannya tepat ke arah hae-joon. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa hae-joon akan berbicara seperti itu.
"Beneran abeoji?" Tanya juna tak percaya. Hae-joon mengangguk untuk membenarkan pertanyaan anaknya itu.
Juna langsung memeluk papanya erat, hae-joon terkejut bukan main, dia tidak pernah merasakan pelukan seorang anak semenjak juna menjadi remaja. Terakhir kali hae-joon memeluk juna, pada saat juna berumur tujuh tahun.
Jika dilihat, pemandangan yang sangat mengaharukan bagi sooya. Dia tidak pernah melihat anak dan suaminya seakur ini.
"Terimakasih nara." Bisik sooya pada nara.
"Kenapa eomoni?"
"Tidak, eomoni hanya berterimakasih saja."
Nara tersenyum untuk menanggapi. Ia tidak tahu apa arti dari tanda terimakasih yang diucapkan sooya. Tetapi dia tidak ingin ambil pusing dan memikirkannya terus.
****
"Juna, makasi ya untuk malam ini."
"Iya, aku juga mau ucapin terimakasih." Jawab juna.
"Makasi buat apa?"
"Ya makasi aja atas segala sesuatu yang kamu berikan sama aku."
Nara tersenyum.
"Iya, sama-sama. Kalau gitu aku masuk dulu ya, udah malam juga. Bye"
"Hm."
Nara masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.
Sedangkan juna, dia tidak henti-hentinya tersenyum sedari tadi.
__ADS_1
Mobil juna mulai melaju meninggalkan rumah nara. Kini tujuan juna adalah rumahnya sendiri. Malam ini membuatnya letih, tetapi disisi lain dia merasa senang. Malam ini adalah malam yang selalu juna nantikan, dan kenangan yang tersimpan pada malam ini, tidak akan pernah dilupakan juna.
19 SEPTEMBER
"Pagi semuaa!!" Teriak nara pada Omma, Appa, dan Oppanya yang sedang sarapan.
"Pagi sayang, ayo kita sarapan bareng."
"Ne omma."
Narapun duduk dan mulai menyantap roti berisikan selai cokelat yabg telah disediakan mora.
Tling...(pesan masuk di handphone nara).
Nara yang mendengar itu langsung membuka handphoennya.
Juna🦋:
Ra, aku jemput ya. Ditunggu jangan ditinggal!
Nara yang membaca pesan juna hanya tersenyum sembari memakan rotinya.
"Ra, memang bener ya kalau nara pacaran sama juna?" Tanya kanglim yang langsung membuat semua perhatian tertuju pada nara.
"Iya, nara pacaran sama juna. Wae?"
"Oppa kirain rumornya hanya sebatas rumor. Ternyata benar."
"Sejak kapan nih?" Goda ji-kyung. Dia tidak menyangka anak bungsunya telah tumbuh menjadi gadis remaja sekarang. Rasanya baru kemarin ia menggendong dan mendekapnya dalam lengan kekar ji-kyung. Dan kini, nara telah tumbuh menjadi gadis remaja pada umumnya. Yang mempunyai pacarrrr.
"Emm, udah sebulan yang lalu. Nara juga udah direstuin sama abeoji dan eomoninya juna."
"Cieeee..." ledek kanglim, ji-kyung, bahkan mora.
Tling...(pesan masuk di handphone nara).
Juna🦋:
Aku udah sampai
Cerewet Nara💯:
Iya, aku keluar sekarang
"Omma, appa, oppa, nara berangkat dulu ya. Udah dijemput sama juna tuh. Dia nunggu di depan."
"Iya, hati-hati ya." Jawab mora.
"Ne omma." Ucap nara yang berpamitan dan langsung berlari kecil menuju keluar.
"Hai leeju!!" Sapa nara bersemangat.
"Hm, hai juga."
Nara terkekeh mendengar sapaan balik dari juna. Dia mulai masuk ke dalam mobil juna, dan duduk manis. Mobil junapun mulai melaju meninggalkan halaman rumah nara.
"Ada apa nih? Tumben banget jemput aku."
"Nggak ada, cuma mau jemput aja."
"Owh, kirain ada apa nih🤭"
__ADS_1
"Ra." Panggil juna.
"Hm, iya?"
"Sebentar lagi kan udah mau masuk musim dingin, terus kamu kalau musim dingin tiba, kira-kira ada rencana nggak?"
"Aku? Emm, belum ada rencana sih. Wae?"
"Kamu nggak ada rencana mau pergi ke suatu tempat apa gitu?" Tanya juna memastikan.
"Emm, ada sih."
"Apa? Dimana?"
"Aku pengen pergi ke Namsan Tower. Mau lihat salju pertama yang turun tahun ini."
"Kalau aku yang ngajak kamu pergi, apa mau?" Tanya juna.
"Wah, boleh juga. Aku mau, mau banget malahan."
Juna tersenyum.
"Ya udah, kita janjian ya kalau musim dingin udah tiba."
Nara mengangguk paham, tidak terasa mobil juna telah sampai sekolah.
Nara keluar dari mobil juna. Juna juga ikut keluar. Para murid yang melintas dibuat terheran-heran dengan pemandangan yang ada didepan mereka.
Gila, gila, gila. Itu nara sama junaaaa?
Mereka benrran pacarannn oyyyy!
Iiih, aku iri tauuuuu
Kenapa harus nara yang centil itu sih?
Aaaa, mereka cocok bangettt. Yang satu ganss parah, yang satu cansss abissss. Avvv
Begitulah sekiranya ucapan-ucapan yang terlontar dari para murid yang memusatkan perhatiannya kepada juna dan nara.
"Juna, aku ke kelas duluan ya."
"Emm, aku mau ke ruang osis dulu."
"Iya, bye." Balas nara melambaikan tangannya.
Dan dibalas senyuman oleh juna.
Aaaa, senyum kak juna manis parahhhh
Gilaaa, makin gans aja dia kalau senyum
Andai aku yang dikasih senyuman itu😭
Percakapan para murid yang tidak henti-hentinya pada dua sejoli nara dan juna. Mereka benar-benar tidak menyangka jika juna dan nara telah berpacaran.
Ini akan menjadi kabar yang menggemparkan bagi para murid fans garis keras juna!
...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...
...BERSAMBUNG......
__ADS_1
@flooobie