KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《CINTAILAH DIRIMU》


__ADS_3

Juna melajukan mobilnya hingga sampai tepat di depan rumah nara.


Ting...tong...


"Ne!" Jawab bi jeje dari dalam.


Bi jeje kemudian membuka pintu utama.


"Den juna? Eoseo oseyo." Ucap bi jeje mempersilahkan juna untuk masuk.


Juna pun masuk dan mulai duduk.


"Mau di buatin apa den?"


"Nggak usah bi, saya hanya ingin bertemu nara saja. Ada yang perlu dibicarakan."


"Begitu ya den? Ya sudah, saya panggilkan non nara dulu ya."


"Ne."


Bi jeje naik menuju atas, karena di sana terdapat kamar nara.


Tok...tok...tok...


"Non! Ada yang cari!" Panggil bi jeje.


Sedangkan nara yang sedang memakai masker wajah pun di buat sebal.


"Nugu?!"


"Den juna."


Hah? Juna ngapain ke sini? Bikin mood aku tambah hilang aja. Aishhhh......Batin nara.


"Bilangin nara nggak mau ketemu siapapun. Bilangin nara nggak mau bicara sama siapapun, bilang..."


"Kan non bicara sama saya, gimana dong?"


Aish...bener juga sih.


"Pokoknya bilang nara lagi nggak mau keluar kamar, ga moooddddd!"


"I-iya non."


Bi jeje pun pergi dan turun untuk menemui juna.


"Maaf den, non nara nggak mau keluar kamar. Non bilang nggak mau ketemu den juna."


"Oh, gitu ya bi?"


"Iya den."


"Kalau begitu saya pergi dulu, tolong titip ini untuk nara ya bi." Ucap juna memberikan sebuah paper bag berwarna cokelat.


"Iya den, bibi akan kasih ke non nara."


"Saya pergi dulu."


"Iya den."


Juna pergi dan mulai melajukan mobilnya.


DI KAMAR NARA...


"Tumben banget juna kasih aku hadiah kayak begini🤭 Eh, aku nggak boleh seneng dulu, aku nggak mau buat juna menderita cuma gara-gara aku."


"Tapi penasaran juga sih sama isinya. Apa ya?"


Nara mulai membuka paper bag itu. Dan ternyata isinya adalah sebuah kotak perhiasan.


Nara membuka kotak itu, didalamnya terdapat sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati.


"Wah! Neomu yaeppo, bagus bangettt...😆😚"


"Juna kasih aku ini?☺"


"Eh, aku nggak boleh leleh gini dong😬 Pokoknya besok aku harus balikin ke dia." Ucap nara yang kembali menyimpan kalung itu.


13 APRIL


DI SEKOLAH...

__ADS_1


"NARA!!!" Teriak jimmy kegirangan dengan memeluk nara.


"Aigo...kamu begitu kangennya ya sama aku?😊😉"


"Emm, neomu bogo shipdaaa."


"Kamu tau nggak ra? Setiap hari itu shimy mewek melulu ke aku. Capek aku dengernya." Ucap yirim.


"Jinja?! Wah, kamu sangat kangen ternyata sama aku😀"


"Hehe😅 iya. Eh btw nih ya, kamu sebenarnya lagi ada masalah apa ra?" Tanya jimmy.


"Sebenarnya aki ada masalah sama juna."


"Mwo?! Wae?!" Ucap mereka berdua kompak.


"Jadi orang tua juna sebenarnya nggak pernah suka sama aku😕"


"Terus gimana dong ra?" Tanya yirim mulai penasaran.


"Karena juna menentang keputusan itu, dia jadi menderita. Juna menderita karena aku, karena dia lebih memilih aku daripada keputusan appanya😪"


"Maka dari itu, appa juna memaksa agar juna mau bertunangan dengan minji yang juna nggak suka. Tapi juna nolak."


"Kamu tau dari mana kalau juna nggak suka minji?"


"Ya ampun shim, kamu pikir deh ya, kalau juna suka sama minji, dia nggak mungkin nolaklah sama pertunangannya."


"Bener juga sih😅"


"Ya udah, aku ke kelas duluan ya." Ucap nara.


"Oke ra."


***


SEPULANG SEKOLAH...


Tling...(pesan masuk).


Juna yang mendengar pesan masuk pun langsung mengambil handphone dari sakunya.


Cerewet Nara💯:


"Nara minta aku ke lapangan perasaan? Kenapa? Udahlah, aku ke sana aja." Ucap juna bergegas pergi.


LAPANGAN PERASAAN...


Juna melihat seorang gadis yang tengah terbaring.


Wajah cantiknya yang di sinari oleh cahaya bulan. Sungguh cantik.


"Ra." Panggil juna.


Nara terbangun setengah sadar.


"Em, juna? Kamu kapan dateng?"


"Baru, ada apa?"


"Oh, ini, aku mau kembaliin hadiah dari kamu kemarin." Ucap nara memberikan paper bag yang di bawanya.


"Wae?"


"Makasi udah kasih hadiah. Aku pergi dulu ya🙂" Ucap nara yang langsung pergi.


"Ra."


"Nara!"


"Song nara!"


Nara terdiam.


"Aku kasih hadiah ini buat kamu tulus dari hati! Aku juga butuh keberanian untuk kasih ke kamu! Kenapa kamu nggak menghargai ra?!"


Nara berbalik.


"Aku sayang sama kamu! Aku juga suka sama kamu, apa salah?!" Ucap juna lantang dan lirih.


Deg...

__ADS_1


Jantung nara berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Seakan debarannya dapat terdengar hingga penjuru kota.


Ra, kamu harus tenang, tenang. Batin nara.


"Juna, maaf, aku nggak bisa."


"Aku juga nggak mau buat kamu menjadi jauh lebih menderita." Sambung nara.


"Apa karena pembicaraanku sama abeoji waktu itu, sampai kamu berubah seperti ini?"


"Bukan, ini keinginan aku."


"Justru, karena kamu bersikap seperti ini ke aku, itu jauh lebih membuat aku menderita. Asal kamu tahu, penderitaanku ini bukan datang dari kamu ra, penderitaan aku telah ada sejak dulu. Sejak kecil."


"Maksud kamu?"


"Heuh..." ucap juna dengan mengusap wajahnya kasar.


Juna mulai duduk di salah satu bangku yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.


Nara juga penasaran apa maksud dari perkataan juna tadi, jadi ia memutuskan untuk duduk menemani juna.


"Abeoji dan eomoni memang sudah tidak rukun dari aku kecil. Karena itu, aku menjadi seperti ini, selalu kesepian. Mereka selalu mementingkan kepentingan masing-masing daripada kebahagiaan dan cinta. Mereka cerai dan rujuk, itu yang selalu mereka lakukan."


Ternyata juna broken home.


"Iya, aku broken home."


"Semenjak saat itu aku takut untuk jatuh cinta, aku takut untuk menyukai seseorang, aku juga takut jika seseorang menyukaiku. Karena belum tentu aku bisa membalas perasaannya."


"Jika aku tidak bisa membalasnya, aku takut orang itu akan tersakiti karena aku." Sambung juna lirih.


Ternyata aku salah, aku tidak bisa memahamimu juna. Batin nara.


Nara mengelus rambut juna dengan perlahan.


"Juna, setiap manusia itu butuh dengan yang namanya pasangan hidup, jika suami istri telah bercerai karena suatu masalah, itu dinamakan takdir. Takdir tidak ada yang mengetahuinya."


"Jadi menurut kamy, aky ditakdirkan untuk hidup menderita seperti ini?"


"Bukan, kamu tau nggak pribahasa? Yang berbunyi, berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itu berarti, kita harus mengalami yang namanya penderitaan, baru kebahagiaan. Jika penderitaan dan kebahagiaan nggak ada di hidup kita, rasanya terlalu datar kan? Jadi kurang seru😊"


"Jadi, aku harus melewati penderitaan ini untuk menuju kebahagiaan?"


"Iya, bener banget. Sekarang tahu kan?"


"Emm."


Nara memeluk juna dengan sepenuh hati. Membiarkan lelaki itu untuk mencurahkan kesedihan yang dia alami selama ini.


Juna memeluk nara dengan sangat eratnya, seakan pelukan itu mengisyaratkan bahwa nara tidak boleh pergi dari sisinya saat ini.


"Aku sayang kamu ra." Ucap juna lirih.


"Aku juga😊" Jawab nara.


"Jika jawaban kamu begitu, apa mau jadi pacar aku?" Tanya juna yang mulai melepaskan pelukannya, agar dapat menatap mata nara yang hitam pekat seperti malam.


"Juna, belajar dulu untuk mencintai diri kamu sendiri, baru mulai belajar untuk mencintai orang lain."


"Apa aku belum bisa mencintai diri sendiri?"


"Iya, apa kamu nggak pernah merasa benci dengan diri kamu sekarang? Tentu pernah bukan?"


Juna hanya tertunduk. Memang benar ia selalu menyalahkan dirinya yang lahir dari keluarga seperti itu.


"Untuk mencintai diri kamu sendiri aja sekarang sulit kan? Apalagi untuk mencintai seseorang? Jadi, aku mau kamu cintai diri kamu sepenuhnya, buatlah diri kamu itu lebih berharga dari hari ini. Baru kamu datang pada aku dan mungkin aku akan memberikan cinta itu untuk kamu. Secara tulus, dan bukan karena kasihan."


"Jadi, aku harus belajar mencintai diri sendiri?"


"Iya, karena hidup kita panjang, percayalah pada dirimu sendiri walaupun saat didalam labirin."


Kamu yang akan memanduku untuk keluar dari labirin itu.


Kamulah cahaya dan penyelamatku.


Aku tidak akan melepaskan tanganmu walau sampai diujung labirin. Batin juna.


...Sebenarnya saat itu, aku tidak bermaksud untuk menolak perasaan dari juna. Hanya saja menurutku, juna membutuhkan waktu untuk memahami perasaannya sendiri, sikapnya sendiri, dan dirinya sendiri. Itulah yang terpenting....


                       ▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎

__ADS_1


                              BERSAMBUNG...


                                                                     @floobie


__ADS_2