
25 MARET
DI KAMAR NARA...
Juna sudah mulai terbangun dan sadar.
"Hm, aku dimana? Aish...kepalaku kenapa sakit🤦🏻♂️"
Saat juna mulai sadar, tiba-tiba ia tersentak, juna melihat seorang gadis disampingnya.
"Hah? D-dia siapa?"
"Apa aku? N-nggak mungkin begitu." Ucap juna meyakinkan diri.
Ia penasaran dengan gadis itu, siapa dia sebenarnya? Mengapa tidur disampingnya?
Juna mulai mengangkat kepala nara yang tertidur.
"Nara? Kok bisa?" Ucap juna syok.
Juna langsung memperhatikan sekeliling ruangan itu, ia mulai beranjak dari kasur milik nara.
Pandangan juna teralihkan oleh foto keluarga, yang berisi nara, kanglim, omma, dan appa nara yang telah juna kenali.
Jadi aku ada dikamar nara? Batin juna.
Kok bisa ya?
Nara mulai tersadar dari tidurnya.
"Hm😣"
Ia melihat kesamping, karena mengganggu pandangannya. Dan nara melihat juna yang telah tersadar.
"Juna!?" Ucap nara terkejut dan bahagia. Pasalnya, semalam juna tidak sadarkan diri, itu membuat nara takut.
Nara berlari dan memeluk juna dari belakang.
"Juna, kamu nggak apa-apa kan? Aku khawatir banget tau nggak, sama kamu😪😞"
"Em, aku nggak apa-apa" Jawab juna yang melepaskan pelukan nara.
"Jangan deket-deket sama dulu sama aku." Sambung juna.
"Kenapa?🤨"
"Pokoknya jangan deket-deket dulu, bahaya."
"Pasti kamu malu karena belum mandi kan?🤭 Kalau gitu kamu mandi aja dulu, aku mau pinjem baju di oppa untuk kamu."
"Emm😑" Ucap juna yang masuk kedalam kamar mandi.
Heuh...bikin kaget. Batin juna.
Nara keluar dari kamar, dan menuju kamar kanglim untuk meminjam bajunya.
Cklek...(suara pintu dibuka).
"Oppa memang kebiasaan nggak kunci pintu."
"Ya ampun...kamarnya gelap banget."
Nara menyalakan lampu kamar kanglim yang dimatikan.
"Wae?😑" Tanya kanglim.
"OMO!😲😬"
"Aish...oppa!😠"
"Wae? Nara sendiri kan, yang tiba-tiba masuk."
"Heuh...nara mau pinjem baju oppa."
"Mwo?"
"Iya, pinjam baju oppa untuk juna. Kan semalem dia nginep disini. Oppa lupa ya?"
"Iya juga sih, tapi kenapa pinjam? Kan dia punya baju sendiri."
__ADS_1
"Oppa, baju juna itu bau minuman, udah kumal dan kotor semalem, jadi nara mau pinjamin ya? Plisss🥺"Ucap nara memohon.
"Iya-iya, cepet ambil dilemari."
"Oke, gomawo oppa😊"
DI KAMAR NARA...
"Oke, aku taruh disini aja kali ya? Iya, aku taruh disini."
Cklek...(suara pintu kamar mandi terbuka).
"Nara? Kamu masih disini?"
"Nggak, aku baru dateng. Oh iya, ini baju dari oppa, aku pinjamin buat kamu😊"
"Oh, taruh disana aja."
"Ne."
"Terus, ngapain masih disini? Mau lihat aku pakai baju?"
"Eh, nggak-nggak. Ya udah, aku keluar dulu. Bay leejuu😁"
"Emm😒"
DI DAPUR...
"Hari ini nggak sekolah sayang?" Tanya mora.
"Ne omma, nara mau temanin juna. Dia mungkin lagi butuh teman sekarang."
"Kamu ajak jalan-jalan aja sana." Suruh ji-kyung yang sedang belajar membuat kopi.
"Jalan-jalan? Kemana?"
"Emm, kemana gitu, yang tempatnya ramai dan nggak sepi. Dia kan butuh susana yang baru." Sambung ji-kyung.
"Appa, juna itu nggak suka keramaian, makanya dia nggak pernah bergaul, ataupun punya teman." Jelas nara.
"ANNYEONG!!" Sapa kanglim dari atas.
"Pagi sayang, makan yuk." Ajak mora.
"Ne omma."
"Nggak ah, capek."
"Heuh...😪"
"Nara juga nggak sekolah kan? Ya udah, oppa juga."
"Sayang, kalau gitu kamu panggil juna sana, suruh makan."
"Ne omma, arasso." Jawab nara yang berlalu pergi menuju kamarnya.
Tok...tok...tok...
"Emm, masuk."
Cklek...
"Juna udah belum?"
"Emm, wae?"
"Kita makan bareng yuk."
"Mwo?"
"Iya, makan bareng sama omma, appa, oppa, nara, sama kamu."
"Oh."
"Mau kan?"
"Emm."
"Ya udah, yuk." Ajak nara yang menarik tangan juna.
__ADS_1
Juna sendiri pun hanya pasrah dan tidak berkutik.
DI MEJA MAKAN...
"Annyeong haseyo, eomoni, abeoji." Sapa juna.
"Ne, duduk." Ajak ji-kyung.
"Ne abeoji." Jawab juna yang duduk.
"Nara, semalsm lagi ada diamana?" Tanya kanglim.
"Heuh...😪 Kan udah nara bilang, oppa nggak bakalan tau."
"Walaupun, tapi seenggaknya cerita kek."
"Emangnya kenapa lim?" Tanya ji-kyung.
"Nggak ada sih pa, kanglim cuma bingung aja. Padahal semalam baruuu aja kanglim selesai telepon, eh tau-taunya nggak lama nara udah dateng aja. Kanglim kan jadi penasaran, nara semalam dimana." Jelas kanglim panjang lebar.
"Mungkin karena tau ada yang dia ekhem-ekhem, makanya jadi cepet, secepat kilat⚡" Ejek ji-kyung yang disambut tawa oleh kanglim.
"Iiih, omma, lihat appa sama oppa, mulai dah ni☹"
"Utututuu...kacian anak omma." Jawab mora.
"Iiih🙁☹"
Nara beruntung, bisa punya keluarga hangat seperti ini. Batin juna.
Seandainya aku juga terlahir di keluarga ini, tentu nyaman rasanya. Batin juna.
"Leeju, leeju." Panggil nara.
"Lee juna!"
Sontak, juna dibuat kaget oleh nara.
"W-wae?"
"Kok dari tadi diem aja?"
"Opsoyo, aku cuma lagi nggak mood aja."
"Oo, makan yang banyak ya."
"Emm."
DI HALAMAN...
"Omma, appa. Nara izin keluar dulu ya, sama juna."
"Kamu mau bawa aku kemana?" Bisik juna.
"Udah, ikut aja."
"Ya udah, nanti kamu jangan pulang larut. Ingat." Ucap mora.
"Ne omma."
"Eomoni, abeoji, juna sama nara pergi dulu." Sambung juna berpamitan.
"Ne." Ucap mora dan ji-kyung.
DI JALAN...
"Kamu mau kemana sih ra?" Tanya juna didalam mobil.
"Juna, kamu pokonya tinggal lurusss aja. Nanti kalau aku suruh berhenti, baru berhenti. Oke?"
"Emm."
"Aku mau tunjukin suatu tempat ke kamu😊"
"Tempat?"
"Iya, pokoknya kamu pasti suka."
...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...
__ADS_1
...BERSAMBUNG......
@flooobie