
30 MARET
DI SEKOLAH...
"Ra, kamu yang rajin ya belajarnya. Sebentar lagi ada ulangan awal semester lho." Ucap ji-kyung yang berada didalam mobil.
"Iya pa, nara bakalan makin giat kok belajarnya. Jadi, omma sama appa nggak perlu khawatir."
"Iya, kamu memang bisa diandalkan. Kalau gitu, omma sama appa ke kantor dulu ya." Jelas mora.
"Ne, annyeong!🤗"
"Ra, oppa masuk duluan ya, ada keperluan di ruang osis soalnya."
"Ne oppa, arasso😊"
Nara mulai memasuki halaman sekolah, ia sangat terkejut. Karena langsung disambut oleh kedua sahabatnya itu. Apalagi jimmy, yang sekarang tengah dimabuk asmara dan semakin riang gembira disetiap harinya.
"Ra!!!" Ucap jimmy sangat bahagia.
"Hai!"
"Emm, bogo shipda..." kata jimmy memeluk erat tubuh nara.
"Kangen? Kan baru kemarin ketemu, udah kangen aja nih."
"Tau ni anak? Manja banget." Sambung yirim.
"Diemin aja, mau-mau akulah. Kenapa kamu yang sewot?" Balas jimmy kesal.
"Heuh...." dengus yirim.
"Daripada ribut, mending masuk yuk, temanin aku ke kelas, habis itu kekantin. Tadi aku belum sarapan soalnya."
"Kajja!" Jawab yirim dan jimmy serempak. Lalu menggandeng tangan nara.
Kalau diginiin aja, baru deh mereka bisa pada akur. Batin nara.
DI RUANG KESENIAN...
"Kamu jangan lupain konsep yang disuruh sama pak Hong. Cepetan dibuatnya, udah ditunggu dan jangan ditunda." Ucap eun-woo
"Iya pak ketua osis yang terhormat😒" Jawab nara.
"Aku pergi dulu." Ucap eun-woo meninggalkan ruang seni.
"Tunggu!"
Eun-woo terhenti.
"Wae? Ada masalah? Mau dibatalin pembuatan konsepnya?" Ucap eun-woo sotoy.
"Nggak, sotoy deh kamu."
"Emang bener kan? Gitu cara kamu kalau ngancem aku disetiap ada masalah. Terus, sekarang ada apa? Masalah apa?"
"Dengerin dulu aku ngomong. Aku nggak bakal ngancem kamu lagi. Sotoy bet dah, jadi orang😒"
"Terus?"
"Aku cuma penasaran aja sama hubungan kamu dan shimy. Pasti kamu mau PHPin shimy kan? Ngaku hayoo🧐 Gini ya, kalo kamu nggak suka sama shimy, nggak usah deketin dan buat shimy baper🤨" Jelas nara.
"Ck, terserah akulah. Lagian, siapa bilang aku mau PHPin shimy? Nggak ada kan?😏" Tanya eun-woo yang tersenyum sinis.
"Aku yang bilang kamu cuma mau PHPin shimy. Emang kelihatan banget sih😒"
"Terus, apa masalahnya sama kamu? Kalau aku PHPin shimy, bukan urusan kamu. Shimy aja nggak pernah permasalahin tentang itu ke aku."
"Aku pergi dulu." Sambung eun-woo yang berlalu.
"Aku tahu shimy nggak pernah bahas tentang itu, karena dia takut kamu tersinggung dan kehilangan kamu!"
"tapi aku tetap belum percaya sama kamu!" Teriak nara emosi.
Eun-woo tentu mendengar semua ucapan nara, karena suara nara yang terdengar nyaring walau diluar ruangan.
Aki tetap penasaran sama kamu, nggak akan aku biarkn sahabatki baper dan masuk ke lubang buaya👿 Batin nara.
***
DI KELAS...
"Yeorobun, sonsaengnim akan memberikan latihan soal untuk kalian. Tolong jangan lupa untuk dipelajari dan diisi. Karena pasti akan berhubungan juga dengan soal yang akan keluar di ulangan awal semester kalian nanti." Jelas pak sun-woo.
Lalu, dong-min yang adalah ketua kelas, langsung membagikan latihan soal.
Para murid mulai mengerjakan beberapa soal yang dianggap mereka mudah.
TING...TONG...(suara bel istirahat berbunyi).
"Silahkan, kalian boleh keluar." Ucap pak sun-woo, disela kesibukannya mengisi data.
Para murid mulai berhamburan keluar, untuk berbelanja, istirahat di bangku-bangu kecil yang berada di taman, ke perpustakaan, dan sebagainya. Begitulah anak SMA pada umumnya.
DI KANTIN...
"Ra, tumben kamu nggak sama juna. Junanya kemana?" Tanya yirim yang sedang membeli cola🥤
__ADS_1
"Itu dia sih, aku juga nggak tahu. Tapi kayaknya nih, dia lagi di bawah pohon tabebuya di sebelah taman deh, itu kan tempat pw nya😁" Jawab nara yang sedang membeli roti lapis🌯
"Terus, shimy kemana?🤨"
"Dia lagi nunggu pak ketua osis main basket. Dibawain minumlah, handuklah. Capek aku ngelihatnya. Shimy berasa jadi babu😒" Jawab yirim.
"Udahlah han. Namanya juga lagi jatuh cinta😊"
"Iya juga sih, ya udah ra. Aku mau pergi ke atas dulu, udah janjian juga sama temen-temen yang lain." Ucap yirim.
"Ne."
***
"Leeju!"
"Emm." Jawab juna yang sedang memejamkan mata, dibawah pohon tabebuya yang rindang nan sejuk.
"Aku beliin roti lapis buat kamu. Ambil, pegel tau🌯"
"Oh." Juna langsung membuka matanya perlahan, dan mengambil roti lapis yang dibawakan oleh nara.
Nara mulai duduk didekat juna, dan membuka roti lapisnya juga.
"Juna, kamu tau nggak. Sebentar lagi mau diadain festival ulang tahun sekolah, yang ke..."
"Udah tahu."
"Hah? Kamu tau dari mana? Kan ini belum diumumin."
"Aku kan juga kenal sama yeong-bin, hwa-shin dan eun-woo. Aku juga yang akan menangani keperluannya." Jelas juna.
"Jadi...kamu? K-kamu bakalan terus bareng aku dong. Assa!!...😄😄" ucap nara kegirangan.
"Maksud kamu?🤨"
"Iya, kamu bakalan ngurusin acara festivalnya kan? Ya, aku yang buat konsepnya. Jadi, kamu harus selalu patuh deh sama aku. Aku kan sekarang udah jadi mandor kamu😉😊" Jelas nara panjang lebar.
*M*impi sial apa aku semalam? Sampei sial benget gini😪 Batin juna.
"Juna." Panggil nara.
Tak ada jawaban dari juna.
"Juna."
"Leeju!😠 Kamu denger aku ngomong nggak sih?😤" Ucap nara sedikit kencang, hingga lamunan juna buyarrr ambyarr...
"Ah? I-iya, aku denger."
"Gini dah, nanti pulang sekolah, kamu temuin aku di parkiran belakang sekolah." Ucap juna langsung pergi meninggalkan nara.
Aish...tu orang kenapa sih? Tumben banget, udahlah.
DI KELAS...
Nara sedang mengerjakan latihan soal yang tadi diberikan oleh pak sun-woo. Tadi, nara hanya mengerjakan sedikit, kerena bell sekolah telah berbunyi.
Dan sekarang, nara telah makan, minum, kenyang, dan siap mngerjakan soal latihan itu kembali dengan segarnya.
"Ekhem." Suara deheman dari seseorang yang berdiri didepan nara.
Ia langsung melihat, dan itu adalah minji and the gang.
"Kamu semakin hari semakin dekat aja ya, sama juna😏" Sindir minji yang langsung didepan nara.
"Maksud kamu aku?"
"Oh, ternyata dia merasa tersinggung juga ya." Balas ji-ah.
"Nggak tuh, tapi kalian aja yang ngomong didepan akj. Seolah-olah, itu memang aku."
"Bener sih, aku semakin hari semakin dekat sama juna, Itu memang benar minji😊" Jawab nara yang memanasi hati minji. Ia juga tak mau kalah dengan adu mulut ini.
"Wah min, tu anak udah mulai berani sama kamu." Bisik bitna.
"Sikat aja yuk langsung, aku udah kesel banget sama ni anak." Sambung ji-ah.
Minji langsung menarik rambut nara yang panjang lebat terurai.
"Aw... sakit😠. Kamu jangan pakai kekerasan gini dong." Ucap nara yang tersakiti.
"Rasain kamu😏" Ucap bitna
Mereka bertiga mengeroyok nara yang sendirian. Nara tentu kewalahan dibuatnya.
Beberapa anak yang berada dikelas tak berani melerai mereka, karena mereka takut dengan minji, yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan melebihi mereka.
Beberapa anak mulai merekam, dan salah satu dari mereka juga live.
"Kamu itu ya! Ish.....😡" ucap minji yang menjambak rambut nara dengan lebih erat.
"Aw....sakit....!😡" Teriak nara yang juga membalas.
DI SISI LAIN...
"Han, coba kamu lihat ini. Temen kamu viral." Ucap sung-wan yang memang segang dengan yirim.
__ADS_1
"Temen aku? Siapa?"
"Song nara." Jawab sung-wan.
"Hah? Nara? Dia kenapa?" Ucap yirim merebut handphone milik sung-wan.
Yirim melihat perkelahian itu. Dia langsung menelepon jimmy untuk bersama pergi ke kelas.
"Nih, aku balikin hp kamu." Ucap yirim dan bergegas pergi dengan menelepon jimmy menggunakan handphonenya.
Hani:
Yeoboseyo, shimy, kamu dimana?📱
Shimy:
Aku di kantin, kenapa?📱
Hani:
Nara berantem sama minji and the gang, videonya viral. Kalo kamu mau cek, lihat di live instagram cha jaeyi📱
Shimy:
Hah? Nara? Oke, aki kesana. Aku juga akan buka livenya jaeyi, kita ketemuan dikelas ya han📱
Hani:
Oke📱
Tut....(sambungan telepon terputus).
Aksi perkelahian nara dan minji pun langsung menjadi viral dalam sekejap.
"Kak eun-woo, aku mau susul nara dulu ya. Ada hal penting😊"
"Emm." Jawab eun-woo yang sibuk dengan handphonennya.
Jimmy berlari dengan terus memantau perkelahian yang semakin menjadi-jadi di live instagram milik cha jaeyi.
***
DI RUANG BK....
"KALIAN INI, masih kelas satu saja sudah bandel. MAU DI SKORS YA?!" Bentak Pak Kepala Sekolah.
"Aniyo sonsaengnim😔." Jawab mereka berenam. Yang tak lain adalah,
(Minji, jiah, bitna, nara, yirim, dan jimmy).
"Kalian harus segera dihukum, saya tidak ingin melibatkan orang tua diantara kalian. Karena itu akan menjadi semakin rumit." Jelas Pak Kepala Sekolah.
"Tapi pak, dia duluan yang mulai." Sambung minji yang tentunya berbohong.
"Iya pak." Ucap ji-ah dan bitna membela minji.
"Enak aja, aku lagi ngerjain tugas dikelas. Eh, kamu malah langsung dateng marah-marah, pakai jambak-jambak rambut aku segala lagi." Jawab nara dengan penuh pembelaan. Ya, memang benar dia tidak bersalah.
"Iya nih😒" Jawab jimmy songong.
"Iya, memang mereka bertiga aja yang brengsek🤬heuh...sekkia!" Sambung yirim.
"Ish...kamu! Siapa yang brengsek hah?!!😡" Teriak minji yang ingin mulai perkelahian lagi.
"Sudah cukup!" Teriak Pak Kepala Sekolah.
"Kamu minji, jangan coba-coba untuk bawa-bawa orang tua dalam hal ini." Ucap Pak Kepala Sekolah yang mengetahui sifat minji.
"Kamu juga yirim, selalu bandel ya. Kamu itu perempuan, jaga omongannya."
"Dan kamu nara, saya kecewa. Anak terpintar disekolah ini, sudah menjatuhkan harga diri sekolah ini juga!" Ucap Pak Kepala Sekolah.
•••
...Emm, hari itu. Aku merasa sedikit kecewa dengan diriku. Tetapi aku tidak merasa bersalah sedikitpun, karena semua itu, tidak murni kesalahanku....
♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎
...Hanya dengan satu kata yang menyakitkan, orang lain juga dapat tersakiti. Berbicara seolah menyindir, tetapi tidak tahu kenyataan dibalik semuanya. Ucapan yang menyakitkan itu, bagaikan pisau yang dapat membelah dirimu dan juga menyakiti dirimu....
...Jaga sifat dan ucapanmu dulu, sebelum mengetahui hal dibalik semua kebenarannya....
♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎
***
...Menenangkan diri adalah kebiasaanku saat bersedih, kesepian, dan merasa tersakiti. Aku sebenarnya hanya anak remaja yang ingin meluapkan semuanya, semua emosi yang terpendam didalam diri. Tetapi, itu semua tidak mudah....
...Butuh keberanian untuk menyatakan isi hatiku yang sebenarnya, kepada seseorang yang benar-benar ingin mendengarnya. Butuh keberanian untuk saling memercayai bahwa kita ditakdirkan untuk berbagi rasa suka dan duka kepada orang lain....
...Ternyata, itu semua tidak mudah. tidak mudah untuk menemukan seseorang yang mengerti perasaan kita sesungguhnya. Untuk mengerti bagaimana hidup yang sulit dan menyedihkan. Untuk tahu segalanya yang lebih, daripada yang kita alami....
...Aku hanya bisa belajar mengikhlaskan semua ujian yang pernah terjadi dalam hidupku. Dan terus yakin, bahwa ada rencana yang indah, tersembunyi dibalik setiap permohonan dan air mata....
...Semua akan indah, pada waktunya....
...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...
__ADS_1
... BERSAMBUNG......
@flooobie