
DI PERJALANAN...
"Om tau nggak? Juna itu ternyata broken home lho." Ucap nara di tengah kesunyian.
"Itu bukan urusan saya."
"Owh."
"Tapi kan juna itu anak om, jadi itu urusan om juga lah. Nara cuma mau kasih tau itu aja kok, anaknya om dijaga ya, jangan sampai lampiasin emosi ditempat yang salah."
Hae-joon hanya terdiam dengan mencerna ucapan nara itu.
"Nah om, nara berhenti di sini aja. Itu sepeda nara ada di depan minimarket sana." Sambung nara.
Lalu, hae-joon pun memberhentikan mobilnya tepat di depan minimarket.
"Makasi ya om, udah mau anter nara."
"Emm." Jawab hae-joon langsung menancap gas mobilnya dan melaju pergi.
Ternyata anak itu tidak seburuk yang saya kira. Batin hae-joon.
"Tetapi, apa maksud dari perkataannya tadi?"
'Nara cuma mau kasih tau itu aja kok, anaknya om dijaga ya, jangan sampai lampiasin emosi ditempat yang salah'
"Di tempat yang salah?"
Di sisi lain...
Nara mulai mengambil sepeda dan mengayuhnya.
♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎
...Ketika jarum detik dan jarum menit bertemu di satu titik, dunia menahan napasnya sesaat. Pukul 00:00 akan menjadi awal yang baru lagi. Semoga esok hari dapat lebih bahagia lagi. Untukku, menjadi sedikit lebih baik lagi....
...Ketika episode ini selesai, episode yang baru pun akan di mulai. Ketika malam kelam berlalu, pagi yang cerah akan datang. Jika hari esok datang, cahaya terang akan bersinar....
...Ketika kamu merasakan betapa semakin kerasnya hari demi hari, terus menerus merasakan hal itu, ikutilah mimpimu. Bahkan jika mimpi itu hancur, jangan pernah kamu berpikir untuk mundur, jangan pernah....
...Saat di tengah jalan, ketika kamu ingin menyerah, apa yang harus kamu lakukan? Hanya ada satu jawaban, tetaplah yakin dan terus berlari....
♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎
***
19 JULI
...Aku baru bangun dari tidurku, kupu-kupu membentangkan sayapnya. Kemilau cahaya di balik jendela kamarku....
...Dalam hembusan napasku tersembunyi banyak kekhawatiran. Kekhawatiranku yang tanpa alasan itu, aku tidak ingin terjatuh dan terjebak terlalu dalam....
"Heuh..."
"Sekarang aku mandi dulu deh, baru keluar untuk keliling." Ucapku yang pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
...Setelah selesai, aku berencana untuk berkeliling tanpa tujuan. Dan menurutku itu seru....
Tling...(pesan masuk).
Juna🦋:
Ra, malam ini ada festival kembang api, mau lihat?
Cerewet Nara💯:
Wah! Jinja?! Kalau gitu aku mau dong🥳
Juna🦋:
Malam ini aku jemput 21:00
Cerewet Nara💯:
Oke👍🏻
...Yes, juna akan mengajakku jalan malam nanti! Setelah membalas pesan terakhir dari juna, akupun menaruh handphone itu ke dalam saku celana pendek yang aku kenakan hari ini. Kemudian meluncur keluar untuk berkeliling menggunakan sona, sepedaka kesayanganku....
"Nara!" Panggil oppa.
"Ne?! Wae?!"
"Nara mau kemana?!"
"Mau keliling sebentar."
"Nanti kalau pulang, beliin soda ya" Pinta oppa.
__ADS_1
"Ne oppa! Annyeong!"
...Aku lalu pergi dan mulai mengayuh sepeda....
Eoneu nal sesangi momchwosseo
Amureon yegodo hana eopsi
Bomeun gidarimeul mollaseo
Nunchi eopsi wabeoryeosseo
...Lantunan lirik yang aku nyanyikan. Ya, lagu itu adalah sebuah lagu yang berasal dari boy group ternama korea....
...(LIFE GEOS ON) itu adalah judulnya. Bisa kalian tebak bukan?😉☺...
...Terus menyusuri setiap jalanan kota Seoul....
...Setelah itu, aku memutuskan untuk beristirahat di salah satu taman. Sekarang telah menunjukkan pukul 09:27....
...Taman bunga itu telah bermekaran💐, ada juga yang dipenuhi dengan duri. Seperti bunga mawar🌹, seperti bunga sakura yang berguguran🌸, seperti bunga lily saat layu🥀. Berada di taman yang terlihat sepi....
"Lah, kok mendung sih?"
"Tapi syukur deh tadi aku bawa payung."
"Cuacanya jadi nggak terlalu panas juga." Sambungku yang mulai beranjak pergi setelah beberapa menit beristirahat.
"Aku kan naik sepeda ya? Terus, gimana mau pakai payungnya?"
"Emm, sekali-kali ngggak papa kali ya untuk mandi hujan? Ya udah, aku mandi hujaaann."
...Aku langsung menaiki sepeda dan pergi untuk menuju lapangan perasaan....
...Tidak lama setelahnya, hujan🌦 mulai turun dan mengguyuri seluruh kota Seoul....
LAPANGAN PERASAAN...
...Saat hujan💧, duniaku terasa bagai menari di atas kota ini. Aku basah kuyup, tetapi tidak ingin berhenti. Mengayuh sepedaku lebih cepat dari awan hujan itu🌧. Tidak peduli jika saat ini hujan menyerangku💧, tidak peduli jika kegelapan🌑 mungkin akan menghapuskanku, buka mata dan merasakan bahwa saat ini aku sedang tidak sendiri....
...Hujan deras ini🌧💧, membuatku ingin menari, musik🎶🎵 ini membuatku terlalu bersemangat. Tidak ada yang bisa menghentikan bagaimana aku menari sekarang. Ke samping kiri dan kanan mengikuti setiap irama. Rasakan seolah terbang setinggi mentari🌞, menari lepas di bawah guyuran hujan deras🌦🌧💧 lalu berbaring di bawah pohon Angsana dan di atas tanah....
...Rasa lelah tetapi segar di tubuhku. Bersalut dinginnya dunia yang menyelimutiku. Pikirku, ini berkabut pada hari yang tadinya terlihat cerah....
...Guyuran hujan deras kini berubah menjadi rintik-rintik hujan. Dedaunan hijau yang mulanya terlihat sedikit gersang, kini segar dan berkilau di bawah cahaya mentari🌞...
——————————————
PUKUL 21:00
Mobil juna mulai melaju menuju festival kembang api. Tidak lupa dengan nara yang telah berada di dalamnya.
FESTIVAL...
...Langit malam nan gelapnya jauh di atas sana. Di selimuti oleh kerlap-kerlip bintang yang jumlahnya nampak tak banyak....
...Keramaian yang kudengar, tawa orang-orang yang sempat kudengar, bahkan aku sama sekali tidak menyangka juna akan membawaku ke tempat ini. Tempat sangat ramai tentu untuknya. Tempat terlalu berisik jika didengar oleh telinganya yang sangat asing akan hal itu....
...Kini jam menunjukkan pukul 21:13. Festival kembang api akan segera di mulai 17 menit lagi hingga mencapai pukul 21:30. Tersisa 17 menit lagi waktu untukku hanya untuk berkeliling sekitar tempat festival ataupun hanya sekadar mengobrol dengan juna....
...Tetapi, kami memilih untuk diam dan membiarkan angin malam berembus menerpa kulit kami. Hingga setelahnya, juna menyudahi keheningan itu dengan membuka suara....
"Ra." Panggilnya.
"Iya?"
"Kamu mau gulali nggak?" Tanyanya padaku. Hal itu tentu membuatku terkejut sekaligus senang dibuatnya. Jadi, aku memutuskan untuk mengiyakan pertanyaan dari juna.
"Boleh, tapi ada syaratnya."
"Apa?"
"Nanti kalau kamu beli gulali, kamu juga harus ikut makan bareng aku. Bantuin habisinlah."
"Iya." Jawabnya. Kemudian juna beranjak dan menghampiri salah satu penjual gulali tersebut.
...Rasanya malam itu aku benar-benar tidak mengenal sosok juna yang dulu. Yang dingin, irit akan suatu percakapan, cuek bebek, dan tidak segan untuk menatapku tajam....
...Tetapi malam ini, manik hitam pekatnya itu mengandung banyak kehangatan dan kasih sayang yang dapat tersalurkan hanya dengan menatapnya sesaat. Waktu berjalan sangatlah cepat, sampai membuatku terhanyut dalam cinta yang tumbuh untuknya....
...Tatapan kosongku hilang saat juna tiba-tiba menepuk bahuku....
"Ra." Panggilnya.
"Eh, iya?"
"Ini, gulalinya." Ucap juna memberikan gulali berbentuk kelinci yang berwarna merah muda itu.
__ADS_1
"Oh iya, gomawo." Jawabku lalu mengambilnya dari tangan juna.
...Aku mulai menyuapi gulali itu ke dalam mulutku lalu mencernanya. Sedangkan juna, dia hanya memperhatikanku. Aku dapat melihatnya dari ekor mataku....
"Jangan dilihatin terus, nanti mata kamu copot lagi karena lihat wajah aku yang cantik, cetar dan membahana ini." Godaku.
Juna terkekeh mendengar candaanku itu.
"Iya, dilihatin terus kok. Biar nanti kalau mata aku copot, kan kamu bisa bantu pasangnya." Balas juna dengan candaan juga.
...Aku tersenyum, tidak biasanya juna menanggapi godaanku itu....
"Aaa..." ucapku menyuapi gulali itu kedepan mulut juna.
...Juna tidak menolaknya. Ia langsung membuka mulut dan memakannya....
...Tiba-tiba, aku melihat orang-orang berlarian dan berkumpul di satu tempat....
...Ternyata, festival kembang api telah di mulai!...
"Juna, festivalnya udah mulai." Kataku.
"Iya, tapi kita lihatnya dari sini aja ya." Pinta juna. Aku hanya mengangguk paham, karena aku tahu alasan juna apa. Bahwa juna tidak ingin ke sana, karena terlalu ramai.
...Kembang api mulai bermekaran di langit malam itu🎆✨🎇 Di penuhi dengan warna-warni yang manis, bak pelangi malam🌈...
"Ra." Ucap juna.
"Iya?" Tanyaku yang tidak mengalihkan sedikit pandang pun pada juna. Karena sibuk melihat keindahan kembang api di langit malam itu.
"Aku telah belajar untuk mencintai diri sendiri dan lebih menghargai diri sendiri sekarang." Ucapnya lirih. Dan itu dapat membuat pandanganku teralihkan ke juna.
"Aku suka kamu. Jadi, apa kamu mau jadi pacar aku?" Tanyanya.
...Lalu, aku tersenyum simpul mendengar pernyataan dari juna....
"Apa kamu mencintai diri kamu sendiri karena paksaan dari aku?" Tanyaku memastikan.
"Tidak."
"Lalu?"
"Aku belajar mencintai diri sendiri karena menurutku itu adalah sesuatu hal yang sangat penting. Dan kamu, telah menyadarkanku akan hal itu."
"Oke." Jawabku singkat.
"Jadi?" Tanya juna yang mungkin bingung dengan jawaban singkatku itu.
"Jadi apa?"
"Heuh...apa kamu mau jadi pacar aku, song nara?" Tanya juna dengan menekankan namaku diakhir kalimat.
Aku tersenyum.
"Iya, aku mau jadi pacar kamu lee juna. Sangat." Jawabku.
...Tanpa disangka, wajahnya yang terlihat penasaran itu berubah menjadi rekahan senyuman di bibirnya. Juna lalu memelukku sangat erat. Napasnya yang tidak beraturan, detak jantungnya yang semakin berdegup kencang, dapat kurasakan. Aku menghayati pelukan yang ia berikan. Sampai, sesuatu muncul dalam benakku....
"Juna, apa aku salah karena memiliki perasaan lebih dari sekadar rasa sayang dan suka sama kamu?" Tanyaku yang melepaskan pelukan itu.
"Maksudnya?"
"Iya, sepertinya aku kini telah jatuh cinta denganmu." Jawabku.
...Juna lalu tersenyum dengan menatap intens setiap lekuk wajahku. Aku dapat melihatnya dari cara juna memandangiku....
Juna lalu berkata,
"Terkadang, cinta tidak memerlukan kata-kata. Biarkanlah cinta itu datang, tumbuh, dan mengalir dengan sendirinya, itu lebih baik dan alami daripada cinta yang dipaksakan." Jelas juna.
Aku tercekat dengan penjelasan juna itu.
"Maafkan aku karena telah mencintaimu."
"Hey, mencintaiku itu tidak perlu meminta maaf, karena kamu tidak salah telah mencintaiku. Aku justru bahagia dan senang kamu mencintaiku."
...Mendengar jawaban dari juna itu, rasanya bagai...ah, aku tidak dapat menuliskannya....
...Lalu aku memeluk erat tubuh juna. Membiarkan tubuhku ini jatuh di pelukan juna. Merasakan hangatnya pelukan yang dia salurkan untukku....
...Malam itu, adalah malam dimana aku merasa menjadi gadis terbahagia....
...Terimakasih Lee juna, karena kamu telah memperkenalkan rasa cinta yang tulus itu kepadaku....
...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...
...BERSAMBUNG......
__ADS_1
@flooobie