KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《SALJU PERTAMA》


__ADS_3

♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


...Hari demi hari berlalu, mereka telah selesai dengan ujian kenaikan kelas. Dan kini, musim dingin telah tiba menggantikan keindahan musim gugur. Salju yang akan menyelimuti kota Seoul akan segera tiba. Nantikanlah wahai juna dan nara!...


♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


3 DESEMBER


Juna:


Ra, kabarnya salju pertama akan turun tanggal 5 Desember📱


Nara:


Iya, aku nggak sabar deh juna📱


Nara:


Aku juga ingin benar-benar melihat salju pertama turun di tempat tertinggi di Seoul📱


Juna:


Apakah kamu tahu ra? Aku ingin tetap di sampingmu📱


Nara:


Aku juga📱


Juna:


Tetapi sepertinya tidak bisa, maksudku, aku tidur dulu ya ra. Ini juga sudah tengah malam📱


Nara:


Oh, emm, i-iya📱


Tut...(sambungan terputus).


Juna kenapa? Emm, mungkin dia lagi ada masalah aja kali, sampai berubah gitu. Tapi dia jadi aneh


"Eoh iya, aku mau lihat diary dulu."


Nara membuka laci dan mengambil buku diary miliknya yang bersampul merah.


Mulai membuka halaman pertama untuk mengingatnya.


HAL YANG INGIN KU LAKUKAN:


- Melihat turunnya salju pertama, di menara


  Namsan.


- Menyatakan rasa hatiku sebenarnya kepada


  seseorang. ✔


- Memperkenalkan Lapangan Perasaan


  dengan orang lain, yang ingin ku kenalkan. ✔


- Mengenang setiap waktu dengan berharga.


- Memulai sesuatu yang baru dan unik,


  disetiap tahunnya. ✔


"Oke, berarti yang belum di centang, itu yang belum aku lakuin."


"Juna, apa dia tahu? Semua daftar keinginanku ini berhubungan dengannya."


"Menyatakan rasa hatiku sebenarnya kepada seseorang. Dia adalah juna. Memperkenalkan lapangan perasaan kepada orang lain, yang ingin ku kenalkan. Dia adalah juna. Memulai sesuatu yang baru dan unik, disetiap tahunnya. Bersama juna, yang mengajarkanku arti dari cinta."


•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•☆•


5 DESEMBER


...Kini, aku dan juna tengah berada di menara Namsan. Salju petama benar-benar turun. Tadi, kita juga tidak lupa membeli gembok cinta untuk dikunci disana. Aku dan juna menulis nama masing-masing dan menguncinya. Seakan-akan mengartikannya sebagai mengunci hati kita untuk tetap selalu bersama....


"Juna." Panggilku ditengah turunnya salju pada malam ini.


"Hm?"


"Maaf, aku nggak bisa jaga bunga dari kamu dengan baik."


"?"


"Kamu masih ingat, sama bunga yang kamu beli di Jeju Island?"


"Iya."

__ADS_1


"Mereka berdua udah mati, maaf karena aku nggak bisa menjaganya😔" lirihku.


"Ra, Jangan lupa, diantara musim dingin yang panjang ini, bunga itu akan mekar. Dapatkah kamu melihat betapa indah musim semi nantinya?"


"Jadi, bunga itu tidak mati, melainkan istirahat sejenak untuk mengumpulkan warna dan pada saat musim semi tiba, dia akan mekar dan membahagiakan orang yang melihatnya. Bukan karena kelalaian kamu." Jelas juna.


"Ooo, begitukah? Jadi dia tidak benar-benar mati?"


Juna mengangguk membenarkan.


"Ra, kamu mau kopi?"


"Emm, boleh."


"Aku beli di sana dulu ya." Ucap juna menunjuk ke arah mesin kopi otomatis tersebut.


Tidak lama kemudian, juna datang membawa dua kopi ditangannya.


"Nih." Ucap juna memberikan salah satu kopi itu kepadaku.


"Makasi." Jawabku yang mulai duduk di salah satu bangku yang tersedia di sana.


"Aku nggak nyangka banget juna, malam ini benar-benar tercapai."


"Kenapa?"


"Emm, karena aku pikir, untuk melihat salju pertama turun di tahun ini itu nggak mungkin."


"Tahun kemarin kamu nggak lihat ra?"


"Nggak, aku nggak bisa lihat salju petama turun. Kasihan banget ya pacar kamu ini."


Juna terkekeh pelan.


"Jadi, jangan bilang kalau aku yang pertama."


Aku mengangguk.


"Iya, inilah kali petamanya. Aku lihat salju pertama, dengan cinta pertamaku, juga pacar pertamaku. Complete ya?" Seruku. Tidak menyangka junalah menjadi yang pertama.


"Iya."


"Makasi leeju." Balasku memeluk erat juna.


Ditengah cuaca dingin yang melanda kota Seoul, dua pasang makhluk tengah bebagi kehangatan di menara Namsan dengan kebahagiaan.


...Dan kamu,...


...Lalu aku ingin mengucapkan terimakasih, pada segala yang telah tercipta dan dicatat oleh bintang di angkasa. Aku juga ingin berterimakasih pada tuhan yang telah mengirimkanmu kepadaku, yang telah mempertemukan kita, yang telah mentakdirkan dirimu agar menjadi milikku....


...Terimakasih karena adamu yang memberi arti tanpa perlu kata, untuk menyayangiku dan menunjukkannya dengan semua yang kamu punya. Terimakasih karena selalu membuat rasa sayang tidak hanya sebagai kewajiban, apalagi beban....


"Ra." Panggilnya.


"Iya?"


"Boleh aku cium nggak?"


Aku mengangguk.


Cup...


...Juna memberikan kehangatan lagi kepadaku....


...Jantungku...tolonglah kondisikan dirimu....


...Saat ini jantungku seperti drum, berdetak kencang dengan tanpa cara untuk menjaganya. Saat ini semuanya terlihat benar. Dan dengan perasaan itu, aku membayangkan tentang suatu ketika, saat dimana aku melihat diriku sendiri langsung terpantul dari matamu....


...Biarkan aku tunjukkan sesuatu. Bahwa kita bisa membuat semua kenangan yang telah terlupakan, dapat diingat. Melalui cerita ini, akan kutunjukkan kepada kalian....


▪︎♤▪︎♡▪︎♧▪︎◇▪︎☆▪︎


17 DESEMBER


DI KANTIN...


"Gimana hubungan kamu sama eun-woo? Ini kan, udah beberapa bulan setelah kalian jadian." Tanya nara sangat penasaran. Pasalnya, eun-woo yang sangat cuek dan selalu kejam kepada jimmy, telah menjadi pacar seorang jimmy? Ada yang ganjal.


"Emm, gimana ya? Biasa aja sih, tapi kak eun-woo sekarang jadi lebih perhatian☺🤭" Jawab jimmy.


"Wah, kamu baru jadian beberapa bulan aja sama dia udah dicuci otaknya, wah, nggak bener nih." Sambung yirim yang tak terima.


"Kak eun-woo nggak sejahat yang kalian pikir kok. Dia baik sama aku. Dia tanya aku udah makan belum, jangan gadanglah, nurut sama ortu lah, nggak usah nakal lah. Dia itu bener-bener perhatian sama aku." Jelas jimmy panjang lebar.


"Ck, baru jadian beberapa bulan. Nanti kalau udah bertahun-tahun, udah putus kamu karena dicampakkan" Sewot yirim.


Iya juga sih, kenapa eun-woo tiba-tiba jadi perhatian gitu? Batin nara.


"Apa? Sewot banget sih."

__ADS_1


"Udah-udah, kalian berhenti dong bertengkarnya. Masa cuma gara-gara eun-woo doang hubungan persahabatan kita putus? Nggak boleh gitulah. Lagian, hani sama shimy kan udah sahabatan sejak lama. Jangan sampai berantem, terus pecah lagi persahabatannya." Jelas nara.


"Iya, maaf." Ucap jimmy.


"Aku juga minta maaf." Sambung yirim.


"Pelukan dong."


Mereka bertiga langsung berpelukan. Masalah hanya dengan seorang lelaki, tidak boleh merusak suatu persahabatan yang telah terjalin.


DI KELAS...


Brak...(suara meja di tendang).


Itu adalah minji and the gang yang mulai untuk mencari masalah lagi.


"Apa lagi sekarang?" Tanya nara.


"Heuh...lupa ingatan kamu?!"


"Maksudnya?"


"Waduh...ada orang yang nggak tahu malu nih disini." Ucap minji meninggikan suarnya, serta tidak lupa untuk menunjuk nara.


"Udah dibilangin juga sama bokapnya juna untuk ngejauhin anaknya, masih aja kamu pepet. Makin deket aja lagi dari hari ke hari. Dasar j*la*g." Maki minji.


"Aku bukannya nggak mau berhenti atau apapun itu. Tapi yang pasti, bokap juna sama nyokapnya juga undah ngerestuin hubungan kita. Kita juga udah makan malam bersama asal kamu tahu, udah saling tahu menahu tentang keluarga juga." Jawab nara tidak mau kalah.


"Iya nih, syirik aye." Sambung jimmy.


"Apa?! Nggak mungkin om hae-joon mau ngerestuin hubungan anaknya sama cewek kayak kamu!"


"Terserah kamu mau bilang apa, kita lihat aja nanti, sebentar lagi juga pertunangan kamu akan dibatalkan." Ucap nara tersenyum smirk.


Minji yang telah terbawa emosipun langsung menjambak keras rambut nara.


"Awww, sakit brengsek." Umpat nara.


"Tau rasa kamu." Balas minji yang mempererat tarikannya.


"Minji!" Panggil seseorang sangat keras dari arah pintu.


Dia adalah juna yang baru saja sampai dan ingin menaruh tas, tetapi bertemu dengan pemandangan tidak enak dilihat.


Juna menarik tangan minji dari rambut nara.


"Apa-apaan kamu?!"


"Juna, ini itu salah paham, naranya duluan yang nyolot ke aku." Ucap minji lembut untuk dapat meyakinkan juna.


"Dia adalah pacarku, jadi siapapun yang mencoba menyakiti nara, akan berhubungan denganku!" Ucap juna lantang.


"Tapi juna, aku ini kan tunangan kamu."


"Sejak kapan? Sejak kapan hah?! Acara pertunangan saja belum digelar, jadi sebelum itu terjadi, aku memutuskan untuk membatalkan pertunangan itu!"


Minji tersentak kaget.


"Aku akan bilang ke om hae-joon atas semua ini."


"Bilang? Silahkan, karena abeojiku telah merestui hubunganku dengan nara." Ucap juna yang menarik tangan nara untuk meninggalkan kelas.


"Dasar j*la*g." Umpat minji tidak terima.


LAPANGAN PERASAAN...


"Ra, rambut kamu nggak apa-apa kan?" Tanya juna yang melihat nara sedang mengikat rambutnya.


"Nggak apa-apa kok juna, lagian cuma dijambak begitu doang nggak terlalu sakit kok😊"


"Maafin aku ra, gara-gara aku kamu jadi menderita."


"Nggak kok, siapa bilang? Justru gara-gara kamu aku jadi bahagia, aku belajar hal baru dari kamu."


Juna tersenyum ke arah depan dengan tatapan yang kosong.


"Tanahnya keras ya, beda seperti musim semi." Ucap juna tiba-tiba.


"Iya, memang kenapa?"


"Nggak ada, cuma aku lagi melihat perbedaan lapangan perasaan ini dari musim ke musim. Aku benar-benar tidak menyangka perubahannya akan secepat ini rasanya."


"Iya, ya waktu terlalu cepat berlalu. Rasanya baru saja kemarin aku kenal kamu, tapi sekarang udah jadi pacar kamu." Goda nara.


Maaf nara, ada hal yang kusembunyikan darimu. Batin juna tersenyum pahit.


...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...


...BERSAMBUNG......

__ADS_1


@flooobie


__ADS_2