KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《PERJALANAN TOUR》


__ADS_3

DI DALAM PESAWAT...


"Ayo semua! Kita party!" Teriak do-ryu menggunakan mikrofon, yang tidak lain adalah lelaki terbobrok.


"Waah!" Sambut yang lainnya.


...Party didalam pesawat, untuk pertama kalinya kurasakan. Sedikit aneh, tapi seru. Keseruan anak-anak yang karaoke, menari bersama, tawa yang memenuhi setiap ruang pesawat. Rasanya, memang inilah arti bahagia sesungguhnya....


"Juna, ayo. Kamu ikut nyanyi dong." Ajak nara.


"Nggak, kamu aja sana. Aku cuma mau duduk." Jawab juna sedikit malas. Inilah yang sangat tidak disukai oleh juna. Sangat berisik.


"Kalau gitu, nari bareng yuk." Ucap nara menarik tangan juna


Juna hanya pasrah, tetapi dia merasakan kebahagian, senyum mengembang perlahan berubah menjadi tawa yang tidak pernah terlihat oleh siapapun. Dan kini? Dapat terlihat, tawa bahagia dari sang juna. LEE JUNA.


Kebahagian yang juna pun tidak tahu, dan kebahagiaan yang tidak pernah ia keluarkan dari dalam dirinya, kini bebas di alam luar.


***


Setelah karaoke, mereka langsung makan bersama dan dipenuhi dengan candaan yang tidak ada habis-habisnya.


"Kamu nggak capek?" Tanya juna pada nara.


"Nggak, seru tau. Kadang lho, kita bisa berbagi waktu senggang sama temen-temen kaya gini."


"Oh." Jawab juna singkat.


Kurang lebih 47 menit perjalanan telah terlewatkan. Anak-anak yang kelelahan tadi bernyanyi dan bercanda ria, sekarang tidur. Hening menyelimuti mereka. Keheningan yang kembali menutupi diri seorang Lee Juna.


Nara pun juga tertidur, kecuali juna. Juna tetap terjaga. Ia merebahkan kepala nara dibahunya. Juna sangat senang melihat nara tertawa seperti tadi.


Hanya saja, ia tidak mengetahui dirinya telah mengeluarkan senyuman itu juga. Senyuman, bukan, tawa pertama yang terpancarkan selama 5 tahun belakangan ini. Juna tidak pernah tertawa lepas selama kurang lebih 5 tahun ini.


Semenjak abeoji dan eomoninya dulu bercerai, ia kurang akan kasih sayang. Setelah itu, abeoji dan eomoninya kembali rujuk. Tetapi, tidak seperti dulu. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing.


Hae-joon yang selalu bekerja, sering bermain dengan wanita malam, dan eomoninya yang kadang tidak berada dirumah, juga lebih mementingkan pekerjannya. Itu membuat mental juna semakin down. Apalagi, dengan perjodohan baru-baru ini. Juna dipaksa untuk bertunangan dengan park minji. Hanya demi keuntungan bisnis semata.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

__ADS_1


SAMPAI DI PULAU JEJU...


"Ayo anak-anak! Kita sudah sampai, silahkan turun. Dan jangan sampai ada barang yang tertinggal di dalam pesawat." Ucap pak anton.


Semua murid lalu keluar dengan tertib.


"Ra, bangun. Kita udah sampai." Ucap juna sambil menepuk pipi nara.


"Emm, iya." Ucap nara setengah sadar.


Lalu nara bangun dari duduknya. Dan pergi mengambil barangnya.


"Juna, aku duluan ya." Ucap nara yang masih sangat mengantuk.


"Em." Jawab juna yang sibuk memasukkan topinya kedalam tas.


Nata turun dan langsung disambut oleh jimmy dan yirim.


"Nara!!" Teriak jimmy yang membuyarkan rasa kantuk yang masih dipendam nara.


"Ya ampun shim, suaranya bisa pelanan dikit napa? Aku masih ngantuk nih."


"Hehe😅 mianhe. Kan biar kamu jadi semangat." Jawab jimmy cengar-cengir.


"Emm, kajja." Jawab jimmy dan nara serempak.


Mereka pun langsung menuju tenda yang telah disiapkan.


•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


MALAM PUN TIBA...


"Baiklah anak-anak, malam ini kita akan trekking di Saryeoni Forest Trail." Ucap pak sun-woo.


"Yeay!" Sorak semuanya.


"Jadi, saaem akan bagi kelompok. Satu kelompok berisi dua orang. Yaitu, laki-laki dan perempuan. Agar kalian dapat berkomunikasi dengan baik, dan tidak canggung." Jelas pak sun-woo.


"Caranya, ssaem telah siapkan. Kalian harus mengambil satu kertas yang telah bertuliskan nomor didalamnya."

__ADS_1


"Ssaem sudah letakkan, yang laki-laki sebelah kanan, dan perempuan sebelah kiri. Silahkan diambil." Sambung pak sun-woo.


"Ne!" Jawab semua murid semangat.


Lalu, mereka mengambil kertas dan membukanya.


"Jika nomor yang kalian dapat sama, maka itulah pasangan kalian."


Mereka semua langsung mencari pasangan yang cocok dengan nomor tersebut.


"Juna, kamu nomor berapa?" Tanya minji.


"Lihat." Ucapnya sambil memperlihatkan nomor yang tertera di dalam kertas tersebut.


"Hadeuh...kita nggak sekelompok." Ucap minji kecewa.


"Hah? Nomor kamu sama kayak aku juna." Serobot nara yang tiba-tiba muncul.


"Hah? Kok bisa sih?" Tanya minji semakin kesal.


"Ini itu namanya takdir." Jawab nara ketus.


"Ya udah yuk juna, kita ngumpul disana." Ucap nara sambil menarik tangan juna.


Juna hanya ikut, ia senang bisa satu kelompok dengan nara.


Disisi lain, jimmy ingin berpasangan dengan eun-woo.


"Kak eun-woo nomor berapa? Aku nomor 11." Tanya jimmy pada eun-woo.


"Aku nomor 7, sorry shim." Ucap eun-woo yang pergi menuju pak sun-woo


"Iiiih, siapa sih yang nomor tujuh? Kenapa bukan aku coba?! Ahhh, kesel." Ucap jimmy.


"Baiklah anak-anak, kalian ikuti arahan yang diberikan." Kata pak sun-woo.


Lalu, setelah itu. Mereka pergi dan berpencar sesuai tempat masing-masing.


...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


                                                                   @flooobie


__ADS_2