
SEPULANG SEKOLAH...
Juna kan tungguin aku diparkiran belakang ya? Aku samperin ke sana dulu aja kali ya? Ya udah deh. Batin nara.
Setelah sampai parkiran, nara melihat sekeliling, dan tak menemukan sosok juna yang ia cari.
"Juna dimana? Katanya temuin dia disini, apa dia bohong ya?"
Setelah beberapa lama mencari, nara akhirnya menemukan juna yang baru saja sampai diparkiran.
"Udah dateng aja." Ucap juna yang memasuki mobil kesayangannya itu.
"Kamu aja yang lama, kemana aja sih?😕"
"Bukan urusan kamu."
"Aku jadi ikut nggak nih?" Tanya nara memastikan.
"Emm, jadi. Cepat masuk." Jawab juna yang menyalakan mesin mobilnya.
Nara yang mendengar perintah juna pun langsung masuk dan duduk manis disamping juna.
"Juna, sebenarnya kita mau kemana sih?"
"Mau beli keperluan festival sekolah." Jawab juna to the point.
"Oh, kenapa nggak bilang dari tadi? Jadinya kan, aku bisa tanya oppa kanglim apa aja yang harus dibeli."
"Nggak usah, aku udah punya daftarnya. Jadi kamu tinggal ikutin aku aja." Jelas juna.
"Terus, ngapain ajak aku? Kan kamu tinggal beli sendiri, bisa kan?"
"B-bisa, tapi barangnya banyak. Jadi tugas kamu bantuin aku bawa barangnya." Jawab juna sedikit gugup.
"Kenapa harus aku? Kenapa nggak ajak yang lain aja? Kan badan aku kecil, mana bisa bawa barang berat-berat?"
"Ssht... kamu bisa diam nggak sih? Ribet banget jadi cewek." Ucap juna yang menutup mulut nara dengan tangannya.
Kini posisi mereka semakin dekat, sangat dekat, hingga dapat merasakan napas satu sama lain.
Dalam hatinya, juna tidak ingin nara tahu, bahwa rencananya mengajak nara ikut adalah, untuk berjalan berdua bersamanya dan menghabiskan waktu hanya berdua bersama nara.
Juna langsung membuka bungkaman tangannya pada nara, ia mulai memasangkan seat belt kepada nara. Dan mulai melajukan mobil sportnya yang meninggalkan parkiran.
Sebenarnya, mobil juna tidak pernah dinaiki oleh siapapun, kecuali dirinya. Orang pertama yang juna ajak masuk ke mobilnya adalah nara. Bhhkan abeoji dan eomoninya saja, tidak pernah diajak oleh juna.
Mobil juna berhenti disebuah mall besar. Ia mulai keluar dari mobil, disusul pula oleh nara yang langsung mengekori dibelakang juna.
Disinilah mereka sekarang, sedang berada didepan mall sangat besar. Didalam mall itu, tentu saja akan ada beberapa toko peralatan sekolah, yang termasuk peralatan seni, olahraga, laboratuarium, musik, dan lainnya.
Juna dan nara masuk kedalam sebuah toko yang terlihat sangat lengkap untuk peralatan sekolah.
"Kita beli apa aja? Disini banyak banget lho peralatannya." Bisik nara.
"Kita beli barang yang kurang di sekolah."
"Iya, aku tahu, tapi apa? Barangnya itu apa?" Jelas nara.
"Kita beli frame untuk piagam dulu." Jawab juna.
"Gitu kek daritadi. Tinggal bilang, susah banget deh🙁"
Nara dan juna langsung berkeliling mencari frame yang pas untuk memajang beberapa piagam sekolah yang sangat eksklusif.
"Juna, ini bagus deh. Menurut kamu gimana?🙂"
"Nggak, aku nggak suka." Jawab juna jutek.
"Hadeuh... kamu tuh, seharusnya ikutin kata aku dong. Kok malah aku yang ikutin kata kamu? Kan aku yang buat konsepnya. Jadi aku lah, yang milih sesuai dengan konsep."
"Aku kan cuma balas pertanyaan kamu aja. Hasilnya, ya terserah kamulah."
Iya juga ya? Duh, malu banget nih. Ni mulut juga asal nyerocos mulu☹ Batin nara.
Nara mengambil frame bewarna coklat hitam, yang ditaburi beberapa manik berwarna emas dan permata yang sangat indah.
"Ajossi, saya ambil yang ini. Tolong berikan 26 frame lagi, yang sama dengan ini." Ucap juna kepada salah satu staf disana.
"Mullon imnida."
"Oke, sekarang kita beli apa lagi?" Tanya nara.
"Emm, 50 set buku tulis polos." Jawab juna yang melihat kearah handphonenya.
Karena memang, daftar barang yang harus dibeli oleh mereka berada di handphone juna.
"Hah? Untuk apa? Kok banyak banget sih?"
"Sonsaengnim suruh kita beli segitu, tinggal turutin aja kok susah banget?"
__ADS_1
"Iya udah, oke."
Juna langsung menyuruh salah satu pegawai disana, untuk membawa 50 set buku tulis bersampul polos.
Setelah mendapatkan 50 set buku tulis dan 27 frame. Sekarang mereka akan membayar terlebih dahulu. Lalu, juna menyuruh beberapa pegawai toko, untuk membawa barang belanjaannya kedalam bagasi mobil. Harus dengan sangat hati-hati.
Begitulah juna.
Nara masuk ke dalam mobil dan juna mulai melajukan mobilnya.
DI MOBIL...
"Juna, sekarang kita mau kemana? Ini udah jam 19:23 lho." Ucap nara, yang melihat kearah jam tangannya.
Memang, jam pulang sekolah mereka adalah 06:00. Jadi, sepulang sekolah itu mereka langsung menuju mall.
"Temanin aku print beberapa lembar poster untuk pendaftaran lomba."
"Oh gitu, ya udah deh. Tapi ntar langsung anterin aku pulang ya?" Suruh nara.
"Emm."
Kini, mereka telah sampai di salah satu perusahaan print yang sangat besar, nara sedang menunggu juna yang tidak kunjung datang juga. Padahal, mereka telah berada disana cukup lama.
Kini, jam menunjukkan pukul 20:01 dan akhirnya, juna datang dengan membawa satu buah kotak besar.
"Juna, kok kamu lama banget sih? Aku capek tau, nungguin kamu terus☹" Ucap nara mengekori juna yang sedang memasukkan kotak besar itu ke bagasi mobilnya.
"Kamu kira, print seribu lembar poster itu mudah apa? Butuh waktu dan proses." Jelas juna.
"Seribu lembar? Jadi, satu kotak besar itu isinya poster pendaftaran semua?"
"Emm, buruan masuk. Kamj kan yang nyuruh cepet? Kalau gitu ayo."
"Iya-iya." Jawab nara menurut.
Nara hanya mengikuti perintah juna, ia juga tidak ingin berdebat lebih lama lagi dengannya. Akhirnya, ia memutuskan untuk masuk dan duduk manis dimobil.
DI PERJALANAN...
Sepanjang perjalanan, hanya hening dan kesunyian yang meliputi mereka. Tak ada tanda-tanda akan kemunculan suara dibalik mulut mereka berdua.
Nara selalu manyun dan terdiam sepanjang perjalanan, tidak biasanya dia seperti itu. Pada awalnya, naralah yang selalu bersemangat dan ceria. Tetapi sekarang, hal itu tidak terlihat diwajahnya.
Brugg..rug..rug...
(suara cacing didalam perut nara).
"Iya😅"
"Kita ke sana dulu, disitu ada restoran."
"Iya😁"
Assa! Perut aku bakalan terisi full dan berenergi. Batin nara
Juna hanya senyum sendiri mendengar batinan nara.
Juna menepikan mobilnya, dan mereka memasuki restoran yang bernama:
"Spring♡Love Resort "
Ya, sesuai namanya saja, restoran itu hanya buka pada saat musim semi. Jadi hanya beberapa bulan dalam setahun.
Seorang pelayan menghampiri mereka. Dan memberikan menu untuk nara dan juna pilih.
"Aku pesen... Spageti carbonara, pie manis, sama jus stroberi. Kalo kamu juna?"
"Aku beef steak, pudding vanilla cream, sama lemon mint sparkling water."
"Ne, arasseumnida. Hidangan akan segera diantarkan." Jawab pelayan tersebut dengan sopan.
Beberapa menit kemudian, makanan yang mereka pesan telah tiba. Nara langsung menyantap makanannya dengan lahap. Sementara juna, hanya selalu memperhatikan bibir nara, yang belepotan saus dari spageti miliknya.
Terpampang sedikit senyuman diwajah juna, karena melihat kelakuan nara yang seperti anak TK. Dan juna juga sangat senang, karena nara makan dengan baik. Tidak seperti dirinya yang selalu telat dan terkadang tak pernah makan.
"Kamu makannya pelan-pelan. Kaya dekejar setan aja." Ucap juna.
"Emm, habisnya aku laper." Jawab nara yang mulutnya dipenuhi oleh makanan.
Juna hanya menggelengkan kepalanya dan mulai menyantap makanan miliknya juga.
PERJALANAN PULANG...
"Thank ya juna, aku udah kenyang banget."
"Emm."
"Kami ada masalah apa sama minji?" Tanya juna yang tiba-tiba membahas kejadian tadi siang disekolah.
__ADS_1
Sebetulnya, juna tahu alasan mereka bertengkar. Tetapi, ia hanya ingin berbasa-basi saja dengan nara. Ternyata, topik yang ia cari sangatlah salah.
"Oh, itu. Kamu tahu?"
"Siapa yang nggak tau coba? Satu sekolah itu ributin kalian. Nama aku sampai disebut-sebut." Jawab juna.
"Hah? Yang bener?"
Hadeuh.....berarti juna tahu lagi, kalau aku rebutin dia sama minji. Bisa jatuh nih, harga diriku didepan juna. Batin nara.
"Harga diri kamu udah jatuh dari sebelum zaman dinosaurus." Ucap juna.
"Hah? A-apa sih, sotoy."
Tidak lama kemudian, mobil juna berhenti tepat didepan rumah nara.
"Juna, makasih ya. Untuk hari ini, sama untuk anterannya. Kapan-kapan, aku traktir ya, oke!"
"Dan kalau ngomong itu jangan jutek terus, kapan-kapan senyum kek. Karena kita itu masih remaja, harus bahagia." Jelas nara, yang sangat menyentuh hati juna.
"Bye!" Ucap nara yang masuk ke dalam rumah.
Juna hanya terdiam dan tersenyum, dia tidak menyangka, bepergian bersama gadis seperti nara ternyata sangat menyenangkan.
'Aku hanya ingin bahagia, aku dapat merasakannya dari senyuman hangatmu'
'Tapi, aku rasa itu tidaklah cukup. Jadi, aku lebih membutuhkanmu'
'Di masa depan yang jauh, saat aku tertawa bahagia. Aku akan memberitahumu jika aku melakukannya'
DI RUMAH JUNA...
Juna mulai masuk dan disambut oleh ucapan sinis.
"Darimana kamu? Keluyuran sampai jam segini, mau jadi anak bandel?" Ucap hae-joon.
Juna hanya diam dan tidak menanggapi ucapan abeojinya itu. Seperti biasa, mengabaikannya.
"Kamu pasti berduaan lagi sama gadis itu. Siapa namanya? Oh, song nara." Sambung hae-joon.
"Abeoji kenal nara darimana?"
"Heuh...kamu kira, saya tidak tahu semua kelakuan kamu itu? Gini-gini saya itu punya mata-mata. Minji itu akan jadi tunangan kamu juna. Bukan gadis itu."
"Jangan coba-coba abeoji sakitin nara. Juna nggak suka. Juna juga bukan anak kecil yang harus selalu diawasi oleh orang-orang suruhan abeoji itu. Juna muak."
"Baiklah...kalau kamu tidak menuruti semua ucapan saya, jangan harap gadis itu akan baik-baik saja." Jawab hae-joon yang langsung menuju ruang kerjanya.
"Abeoji!" Teriak juna. Ia mengacak rambutnya kasar karena frustasi. Juna memilih untuk langsung menuju kamarnya saja diatas.
Sooya, eomoni dari juna. Hanya bisa melihat ketidak tentraman keluarganya itu. Anak satu-satunya yang ia miliki, terasa tersiksa hidup di rumah ini.
DI KAMAR JUNA...
"Heuh...."
Juna menatap nanar langit-langit kamarnya. Dia tidak menyangka, mengapa dilahirkan dari keluarga yang seperti ini? Mengapa dilahirkan dengan penuh penderitaan dan bukannya kasih sayang?
Itulah yang selalu juna sesali. Tetapi, kita tidak dapat memilih orang tua saat masih didalam kandungan ataupun alam atas sana. Tidak dapat memilih dan menyesali nasib kita kedepannya, dan tidak dapat merubah dan mengendalikan semuanya.
'Aku hanya ingin bahagia untuk mencairkan hati yang sangat dingin'
'Aku hanya ingin lebih bahagia, apakah aku terlalu rakus?'
4 APRIL
Semua kembali seperti semula. Kericuhan yang terjadi seminggu lalu oleh nara dan minji telah berlalu, kini aman dan tidak terdengar lagi. Seminggu adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan semuanya, termasuk hukuman dan permintaan maaf.
Beberapa hari lagi, festival ulang tahun sekolah akan digelar. Sekolah terpopuler di kota Seoul itu, akan mengundang beberapa sekolah untuk diajak bertanding, dalam acara perayaan ulang tahun sekolah Diamond Wings yang ke 26.
Sekolah Diamond Wings, telah dibangun 26 tahun lamanya. Telah banyak renovasi yang dialami, terutama dalam peralatan yang semakin canggih. Sehingga tak ayal, jika dijuluki sebagai sekolah terpopuler di Seoul.
"""""""""""""""""""
Para murid berkumpul didepan papan pengumuman. Ternyata, mereka tengah melihat pengumuman akan festival sekolah. Yang diadakan 3 hari lagi.
Pembukaan pendaftaran lomba, seperti lomba bola basket, tenis meja, terompah panjang, cerdas cermat, singing, dancing, pantun, puisi, dan banyak lomba lainnya. Telah dibuka mulai hari ini.
Mereka tengah memperbincangkan keseruannya nanti, apalagi akan bertemu dengan beberapa sekolah terpopuler lainnya, diluaran sana.
Akan ada perayaan besar-besaran. Permainan yang sangat seru dan hadiah yang sangat menarik lainnya.
Festival ulang tahun sekolah, akan diadakan tiga hari lagi.
SIAPKAN DIRIMU!!!
...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...
... BERSAMBUNG......
__ADS_1
@flooobie